Dulu... Saya pernah membaca cerita berjudul Tomfoolery. Saya tidak mengingat alur cerita itu, tapi judulnya begitu membekas di otak saya, endingnya adalah dua insan manusia yang lebih memilih dalam hubungan tidak jelas karena tidak mau disebut pacaran, tetapi memiliki tujuan jelas ke jenjang yang lebih serius.
Happy Ending lah menurut saya.
Tomfoolery disebut juga perilaku bodoh atau konyol.
Dan cerita yang saya baca secara konyolnya masih terngiang di otak aneh saya. Jika ingin membacanya saya menyematkan di daftar reading list Seraphira_
Maka dari itu saya ingin memberi judul cerita ini Tomfoolery. Isi ceritanya tidak jelas, genrenya tidak jelas, karakternya tidak jelas, yang membuat pun tidak jelas. Tapi saya ingin, ketidakjelasan ini seperti cerita yang saya baca dulu. Tersemat indah di otak kalian.
Bahasa dalam cerita ini kasar, berlatar negeri paman sam, penganut liberal sedikit berbumbu Asia. Jadi kiranya saya sudah mengingatkan, bahwa konten dimana karakter ada yang gay, adalah apa yang telah saya pikirkan secara matang. Bahasa yang saya gunakan kasar dan tidak cocok untuk kalian yang menginginkan kelembutan dalam beraksara. Saya mencintai karakter yang saya buat bukan untuk mempesona kalian, para calon pembaca saya. Saya membuat karakter karena saya mencintai kisah saya seperti saya mencintai bagaimana karya saya mampu membuat saya sendiri kagum.
Saya tidak akan memberikan penjelasan apapun lagi bila kalian masih dengan konyolnya berkomentar sesuatu hal yang telah saya singgung dalam kata pengantar ini. Akhir kata, selamat datang dalam Tomfoolery versi saya, Seraphira_
31 Agust. 2020