Tak ingin membuang waktu, Lastri langsung bangun dari sofa empuk nya dan menatap kearah Tama dengan tangan yang disilangkan.
" Kamu pasti mengenal mereka kan Tama? Dia adalah Andi, laki-laki yang sudah dari dulu Dekat dengan Nayra, tapi sayangnya. Sekarang dia harus menikah dengan Linda, karena Linda begitu mencintai Andi." Beritahu nya dengan tanpa bersalah.
Mendengar itu, Nayra langsung menatap kearah Andi dengan pandangan kaget tak percaya, mereka Saling bertatap mata dengan tatapan yang begitu menyedihkan. Nayra menatap Andi dengan tatapan kaget, sementara Andi dengan tatapan sendu dan menyedihkan karena tak bisa melawan kekuatan keluarga besar Adiwinata.
Keluarga yang paling disegani di kampung dan juga seluruh desa karena kekayaan nya, membuat siapapun memilih untuk diam dan menghindar dari mereka, dari pada membuat kesalahan pada keluarga Adiwinata.
" Bu, apa maksud nya.? Ibu tau kan, kalo Andi dan Nayra Sudah menjalin hubungan hampir satu tahun lamanya?" Ucap Tama, dengan tangan yang mengepal kuat.
Ia benar-benar tak menyangka, jika sang ibu sampai tega mengambil keputusan yang begitu menyakiti hati anak kesayangan nya.
Meskipun ia sudah sering kali melihat perbedaan kasih sayang yang ditunjukkan oleh sang ibu pada kedua cucu perempuan nya, namun tak ada bayangan jika Lastri akan mengambil Andi untuk menikah dengan Linda.
" Aku tau, Tapi sayang nya..Linda menyukai Andi, dan begitu ingin menikahi Andi, jadi aku izinkan dia untuk bisa menikah dengan laki-laki pujaan nya." Santai nya menjawab.
Namun tatapan nya langsung tertuju pada Nayra, yang hanya terdiam membisu dengan mata dan ekspresi yang terlihat datar.
"CK, kenapa dia terlihat tenang sekali? Harus nya dia marah dan mengamuk, itu baru seru dan seperti yang aku inginkan."
Linda yang melihat ekspresi tenang Nayra, langsung berdecak kesal, bukan seperti ini yang diinginkan oleh Linda. Ia ingin melihat kehancuran Nayra, bahkan melihat air mata Nayra mengalir deras membahasi kedua pipinya.
Namun apa yang ia lihat sekarang? Nayra terlihat tak menunjukkan ekspresi apapun, selain datar dan dingin.
" Ibu.. apa ini adil untuk anak ku Bu? Apa ibu tidak memikirkan keadaan Nayra?" Tanya Tama. Dengan nada yang begitu kecewa pada sang ibu.
Alih-alih merasa bersalah pada cucu kedua nya, Lastri justru melirik kearah Nayra dengan tatapan datar nya.
" Nayra tak terlihat menyedihkan, dia bahkan terlihat biasa saja mendengar kabar ini. Jadi untuk apa ibu memikirkan nya.?" Ucap nya, dengan tersenyum menyeringai melihat ujung mata Nayra Melirik ke arah nya.
" Kalo begitu Nayra ucapkan selamat nek, akhirnya Linda menemukan laki-laki pujaan hati nya." Ucap Nayra yang terlihat santai.
Butuh beberapa detik untuk Andi dan Linda mencerna ucapan Nayra, dan setelah mereka mengerti apa maksud dari ucapan Nayra, mereka langsung menatap Nayra dengan tatapan tak percaya.
Terlebih Andi, yang tak menyangka jika Nayra akan berkata seperti itu.
" Kamu serius bicara seperti itu Nayra?" Tanya Lastri dengan menaikkan satu alisnya.
Namun Hanya di balas dengan sebuah senyuman tipis oleh Nayra.
" Apa nenek melihat aku yang terlihat tak serius? Aku serius nek, lagipula apapun yang aku miliki dari dulu, selalu diambil dan dipaksa untuk diberikan pada Linda kan? Jadi apa yang harus aku lakukan nek? Marah? Memang boleh aku marah pada Linda.?"
" Dan untuk pernikahan mas Andi dan Linda, aku rasa mas Andi juga tak bisa melakukan apapun untuk melawan nenek, jadi aku harus apa?" Santai Nayra.
Mendengar ucapan Nayra yang terlihat begitu santai, Nining dan Tama langsung saling tatap dengan ekspresi tak percaya. Namun sedetik kemudian, Nining langsung memberikan elusan lembut pada punggung Nayra.
Sebagai seorang ibu ia yakin, keadaan sang anak begitu kacau. Apa yang ia miliki, selalu dipaksa untuk diberikan pada Linda.
Namun untuk sekarang, Nining benar-benar tak menyangka, jika seorang laki-laki pun akan diambil oleh Linda dari anak perempuan nya.
" Kamu jangan sok tegar seperti itu Nayra, kalo mau nangis ya nangis aja. Gak usah pake dramatis kayak gitu." Ketus sang Tante.
Namun hanya diabaikan oleh Nayra, yang tak ingin meladeni tingkah menyebalkan sang Tante.
Bahkan Nayra terlihat acuh tak acuh mendengar kan ucapan sang Tante.
Membuat Bulan langsung berdecak kesal, lantaran tak menyangka jika Nayra akan mengabaikan nya.
" Jadi kamu serius? Kamu mengizinkan Andi untuk menikah dengan Linda?" Pancing sang Tante.
Yang masih belum puas melihat tak ada pergerakan apapun yang ditunjukkan oleh Nayra.
" Mas, Kamu mau menikah dengan Linda?" Tanya Nayra.
Yang justru Memilih untuk menanyakan langsung pada Andi, laki-laki yang hampir satu tahun menjalani hubungan cukup serius dengan nya.
Andi yang awalnya terlihat menunduk dengan wajah yang terlihat tertekan dan tak berdaya, mulai mengangkat kepala nya dan menatap Nayra dengan tatapan yang begitu dalam.
" Apa yang sebenarnya dilakukan oleh nenek dan yang lain? Kenapa mas Andi sampai seperti ini? Tatapan matanya begitu dalam dan penuh dendam.?" Lirih Nayra dalam hati.
" Siapa laki-laki yang bisa menolak pesona anak ku? Apa kamu pikir Andi terpaksa menikah dengan Linda? Kamu salah, Andi dan Linda sudah sama-sama saling mencintai." Ucap sang Tante dengan mengarang cerita.
Andi yang mendengar ucapan Bulan, langsung menggeleng kan kepalanya secara perlahan. Mata nya tak berkedip menatap kearah Nayra, gadis yang begitu ia sayangi dan cintai.
Seolah menunjukkan jika apa yang diceritakan oleh Bulan, bukan kebenaran yang terjadi.
Namun karena sebuah jebakan dan ancaman, ia tak bisa melakukan apapun. Karena kedua orang tua nya yang akan menjadi korban dari kekuasaan keluarga Adiwinata.
" Terimakasih mas, setidak nya aku masih melihat kesetiaan mu." Senang Nayra, saat melihat tatapan mata Andi pada nya.
Melihat tatapan mata Andi dan Nayra yang begitu dalam, Linda langsung bergegas duduk disamping Andi dan langsung memeluk Andi dengan tatapan kesal nya.
" Dia adalah milik aku Nayra, jangan tatap dia dengan tatapan seperti itu.!" Ketus Linda.
Lastri yang merasa takjub pada ekspresi dan juga tingkat emosional Nayra, langsung menghela nafas panjang.
Ia tahu, jika Nayra dan Tama adalah orang yang tak mudah terpancing dan terpengaruh apapun. Mereka berdua begitu pandai menjaga dan mengendalikan diri dari segala serangan yang diterima oleh mereka berdua.
"Semakin lama, tingkah Nayra dan Tama semakin mirip mas Pujo. Aku bisa melihat ketenangan yang begitu tenang Dimata Nayra, sampai aku tak bisa menebak apa yang akan ia lakukan nanti nya. Dan itu sangat berbahaya. Nayra dan Tama bisa menjadi bom waktu yang menghancurkan keluarga Adiwinata."
Batin Lastri, yang merasa ketar-ketir melihat ekspresi tenang Arkatama dan juga Nayra Sekar.
" Kalo begitu, kamu juga akan nenek nikahkan dengan laki-laki yang pantas untuk kamu Nayra." Ucap Lastri.
Membuat semua orang langsung menatap kearah nya, dengan tatapan yang tak percaya.
Hanya ada satu orang Yang menatap Lastri dengan tatapan datar dan terlihat tak kaget dengan ucapan nya, Nayra Sekar.
Gadis kecil itu benar-benar menatap kearah mata legam Lastri dengan tatapan datar. Seolah siap menerima dan mendengar apapun yang akan dilakukan oleh Sang nyonga besar Adiwinata.
Bersambung.....