Nayra yang merasa akan ada masalah besar, langsung menoleh dan memperhatikan Linda dengan tatapan yang begitu tajam.
" Aku harap ini bukan karena Kamu Linda, karena jika ini semua karena keegoisan mu, aku benar-benar akan memberikan pelajaran yang tak pernah Kamu lupakan seumur hidup mu."
Batinnya dengan tatapan yang begitu bersungguh-sungguh menatap kearah Linda.
Yang kini terlihat menyeringai saat melihat keadaan yang terjadi di rumah sang nenek tercinta.
" Selamat datang semua, silahkan duduk." Ucap Lastri dengan tersenyum lebar.
Ia langsung duduk dengan anggun nya, dan tanpa merasa bersalah, ia justru memainkan kipas lipat nya dan langsung mengibas kan nya kebagian wajah nya.
" Ah, seperti nya kalian lebih suka berdiri seperti itu." Senyum nya dengan menutup mulut menggunakan kipas yang ia pegang.
Tama yang benar benar muak dengan tingkah sang ibu, langsung berjalan dan berdiri didepan Lastri dengan mata yang begitu merah.
" Bu, tolong jangan buat masalah semakin serius. Tolong jangan buat Tama menjadi anak yang tak menaruh hormat pada ibu kandung nya sendiri." Lirih nya, dengan mata yang menatap tajam kearah Lastri.
Dengan berdehem pelan, Lastri langsung mengalihkan tatapannya pada semua orang Yang berdiri dengan menatap kearah nya, tak hanya Tama yang menatap tajam ke arah nya.
Karena Andi dan juga Narendra, Juga menatap kearah nya dengan tatapan yang menyeramkan.
" Ini situasi Yang benar-benar menyeramkan, tapi apapun yang terjadi. Pernikahan Andi dan Linda harus tetap berlangsung, sementara Nayra harus menikah dengan pemuda itu, dia adalah orang luar yang pasti tak akan banyak tingkah. Sementara Andi? Dia terlalu mudah aku kendalikan, Linda akan bahagia dengan Andi setelah mereka menikah nanti."
" Aku tidak suka jika ucapan dan perintah ku di Protes Tama, sebagai anak Kamu harus menuruti keinginan ibu, dan sebagai seorang menantu. Apa kamu rela melihat ayah mertua mu terlihat menyedihkan seperti itu?" Ucap nya dengan tersenyum menyeringai menatap wajah sang anak.
Tama yang mendengar ucapan Lastri, langsung memejamkan kedua matanya.
Ia benar-benar tak bisa melakukan apapun untuk sekarang, karena ayah mertua nya kini berada dalam posisi yang menyedihkan.
Jika ia salah langkah, bisa-bisa yang menjadi korban adalah ayah mertua nya.
Ayah mertua yang cukup tua itu, kini berada dalam dekapan pria bertubuh besar dengan tangan yang berada di bagian leher.
Seolah siap melakukan kekerasan pada pria tua yang kini dalam pitingan nya.
" Kalian tak punya pilihan apapun, selain mengikuti apapun yang aku inginkan! Bukan kah begitu, Tama.?" Ucap nya pada semua orang, namun lirikan matanya tertuju pada sang anak bungsu.
Nayra yang merasa tak ada pilihan lain, langsung memeluk sang ibu dengan menahan tangisnya. Saat melihat Kakek satu-satunya yang ia miliki, dan begitu menyayangi nya. Kini terlihat kesakitan karena ulah anak buah nenek nya sendiri.
" Tuhan, aku tidak bisa berbohong. Aku benar-benar menaruh dendam pada keluarga ini, tolonga maaf aku Tuhan, tapi dendam ini benar-benar sudah sampai kedalam darah dan daging ku."
Batin nya, saat menyaksikan apa hal menyakiti hati kecil nya.
" Kamu!!" Tunjuk nya pada Narendra.
" Harus mau menikah dengan perempuan itu, Dan segera pindah keluar desa secepat nya, jika Kamu masih ingin bertemu dengan nenek mu itu.!" Ucap nya dengan menatap kearah Narendra.
Yang Kini terlihat tak percaya mendengar ucapan nya, Narendra yang tak mengerti apapun. Kini menatap kearah Nayra dengan tatapan yang tak bisa dijelaskan.
"Dan jika Kamu menolak! Aku akan pastikan, jika kamu tak akan pernah bertemu dengan nenek mu lagi." Ancam nya pada Narendra.
Suasana semakin tegang, Mereka hanya menatap kearah Lastri dengan d**a yang terlihat naik turun karena menahan emosi.
Hanya ada dua orang yang terlihat datar menatap kearah Lastri, mereka adalah Nayra dan juga Narendra.
" Apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku tidak bisa menolak nya. Ini semua berurusan dengan nenek."
Bingung Narendra.
" Dan kamu Andi, persiapan diri mu. Karena kamu juga akan menikah dengan Linda, cucu kesayangan ku. Jangan pernah Kamu sakiti dan perlakuan Linda dengan kasar! Karena jika kamu berani melakukan nya. Kedua orang tua mu yang akan menjadi korban nya.!" Tegas Lastri pada Andi.
Merasa tak ada pilihan lain, Andi menatap kearah Nayra dengan tatapan yang menyedihkan.
Seolah mengungkapkan apa yang ingin disampaikan nya, melalui tatapan mata nya. Karena ia tahu, jika ia dan Nayra akan di pisahkan dengan keadaan dan juga keluarga Nayra sendiri.
Sempat terlintas di benak nya, bagimana bisa seorang nenek melakukan hal Yang begitu menyakitkan untuk cucu perempuan nya?
Meskipun Lastri memiliki dua cucu perempuan, Tapi kenapa perlakuan dan kasih sayang nya berbeda seratus delapan puluh derajat pada Nayra.
" Aku ingin Nayra dan laki-laki itu menikah hari ini, karena Minggu depan adalah hari pernikahan Linda dan juga Andi, dan saat pesta pernikahan itu berlangsung. Aku tidak ingin melihat Nayra dan yang lain masih ada didesa Mulyosari ini" tegas nya dengan suara yang begitu angkuh.
Dirga yang mendengar ucapan sang ibu, langsung memanggil seorang kyai dan Juga petugas KUA. Agar bisa menikah kan Nayra Dan juga Narendra secepat nya.
Bahkan lebih cepat dari yang mereka bayangkan. Dengan tersenyum sumringah. Ia mempersilakan beberapa orang untuk ikut bergabung masuk kedalam.
Nayra dan Narendra yang melihat kedatangan beberapa orang masuk kedalam rumah, langsung saling tatap dengan tatapan yang tak bisa dijelaskan.
Nayra tak bisa membaca apa yang sedang disampaikan oleh Narendra, sementara Narendra Terus menatap Nayra dengan tatapan yang begitu dalam.
" Aku ingin kalian menikah kan Nayra dengan laki-laki ini." Santai nya berucap sembari menunjuk kearah Nayra dan Juga Narendra.
Dirga yang melihat sang adik dan Juga adik iparnya masih berdiri dengan ekspresi yang terlihat menahan kemarahan, langsung menghampiri dengan berbisik tajam.
" Turuti atau kalian akan melihat kakek tua itu mendapatkan pukulan dari beberapa orang berbadan besar itu." Bisik nya dengan penuh ancaman.
Nining yang mendengar bisikan sang kakak ipar, langsung memejamkan kedua matanya dengan tangan yang bergetar hebat.
Ia tak pernah menyangka, jika ia dan juga sang suami. Beserta anak kandung nya. Akan diperlakukan tanpa perasaan seperti ini.
Bahkan ia tak menyangka, jika Lastri yang berstatus sebagai besan dari ayahnya. bisa dan sampai hati melakukan hal yang begitu tak manusiawi pada pria tua yang begitu lemah tanpa bisa melakukan perlawanan.
Para petugas KUA dan juga kyai yang dipanggil oleh Dirga, hanya saling pandang dengan ekspresi yang terlihat canggung dan juga tak enak.
Mereka jelas mengetahui jika ada hal buruk dan paksaan didalam pernikahan yang akan dilangsungkan.
Namun sekali lagi, mengingat sebesar apa pengaruh keluarga besar Adiwinata. Mereka takut dan tak ada yang berani melawan.
Meskipun ini termasuk pelanggaran hukum, Dan bisa di pidana kan. Mereka terpaksa melakukan dan menuruti keinginan dari sang nyonya besar Adiwinata.
Keadaan yang begitu menyedihkan dan menyesakan untuk semua orang, marah. Dan benci juga dendam bersatu dalam diri. Melihat tindakan bengis yang dilakukan oleh keluarga Adiwinata pada mereka semua.
Sumpah serapah Meraka panjat kan pada keluarga yang begitu angkuh dan penuh kesombongan itu, berharap akan ada kejadian yang menghancurkan keluarga Adiwinata sampai ke akar-akarnya, bahkan tak sedikit pun tersisa sampai mereka merasa kan apa yang saat ini mereka rasakan, karena ulah kelurga besar Adiwinata.
Bersambung...