Aku mematut diriku sekali lagi di depan cermin. Celana jeans, kaos, dan jaket jeans. Aku mengangguk - angguk puas, kurapikan rambutku yang terlihat sedikit berantakan lalu berjalan ke luar kamar.
Aku menutup kembali pintu kamarku, tidak ada siapapun di ruang tamu. Aku juga tidak melihat ayah, langkah kakiku kulanjutkan menuju dapur. Tumben sekali rasanya rumah terasa sepi, padahal ada ayah juga. Apa ayah pergi ke luar tanpa memberitahuku, entahlah yang jelas aku belum bisa melihat ayah.
"Mau ke mana, Luna?" tanya Ayah yang membuatku sedikit terkaget karena Ayah yang tiba - tiba datang dan berada di belakangku tanpa aku sadari.
Kubalikan tubuhku menghadap Ayah yang mungkin berada dua langkah di belakangku, aku memegang dadaku karena masih merasa terkejut, sedangkan ayah malah tertawa pua