Aku diam, memegang pusing dahiku. Rasanya aku ingin pergi atau berlari saja menjauh. Susah payah aku berusaha kuat dan baik - baik saja namun tetap saja aku tidak bisa egois, aku tetap diam namun mata Adrian terus menatapku dalam.
"Luna, jawab aku," ucap Adrian memegang pundakku membuat pandanganku menjadi tertuju padanya, aku berkali - kali mengalihkan pandanganku tapi Adrian tetap memintaku untuk menatap matanya.
"Aku harus jawab bagaimana lagi Adrian?" ucapku ikut meninggi, aku juga tidak ingin ini terjadi tapi apa yang bisa aku lakukan.
"Setidaknya kamu bilang akan bertahan," ucap Adrian meraih tanganku kembali, ia masih menatapku karena belum menerima apa yang sudah aku ucapkan padanya.
"Aku gak percaya kalau kamu mengakhiri hubungan kita seperti ini, aku tidak percaya. Aku minta