Adrian terus menatapku yang masih diam dan belum memberikan jawaban, perasaanku tiba - tiba merasa tidak enak dan tidak nyaman. Aku tahu jika keputusan aku ini tentu akan membawa masalah baru, jika saja aku bisa memilih aku juga tidak ingin hal seperti ini terjadi.
"Sebenarnya...," ucapku lambat mencoba memilih kata yang cocok di kepalaku, puluhan kata ada di bibirku namun tidak ada satupun yang bisa keluar dari mulutku.
Aku tidak ingin membuat Adrian tersinggung dan juga tidak ingin membuat suasana semakin terasa rumit, semua bisa menjadi lebih sulit jika aku tidak memulainya dari sekarang.
"Loh Adrian udah datang," ucap suara ayah yang dapat aku kenali dengan jelas.
Aku sedikit terkejut saat melihat Ayah yang tiba - tiba datang dan duduk di kursi dekat dengan Adrian. Adrian kini ten