Mataku terbuka saat kudengar beberapa kali pintu kamar di ketuk, pusing adalah hal pertama yang aku rasakan saat mataku terbuka. Mataku menangkap sinar matahari yang mulai turun dari balik gorden, beberapa kali aku mengedipkannya berusaha untuk menyesuaikan cahaya yang masuk.
"Bangun Luna," panggil Ayah dari balik pintu, kepalaku terasa pusing ditambah ketukan pintu yang tidak berhenti.
"Iya," sahutku dengan suara serak khas orang yang baru saja bangun tidur, aku mengatur napaskj lebih dahulu sambil berussha menghilangkan rasa kantukku.
Aku terdiam beberapa saat, kudengar langkah kaki Ayah mulai menjauhi kamarku. Tubuhku kupaksa bergerak, karena jika aku masih berada di kasur sudah pasti aku akan tidur lagi.
Matahari pasti sudah terbenam karena tidak ada cahaya dari luar yang menembus