Mataku terbuka saat kurasakan air mata membasahi pipiku, hidungku pun juga saat ini ikut berair.
Aku menatap ke sekeliling, ternyata aku berada di sebuah ruangan. Sepertinya aku tertidur dan dipindahkan, namun mimpi tadi terasa sangat nyata.
Jantungku berdegup dengan kencang, membuatku sedikit kesulitan mengatur napasku selama sesaat.
Aku melepas jarum infus yang ada di tanganku, rasanya sakit saat aku mencoba menariknya. Untungya, karena sering kali aku di rawat aku sedikit tahu cara mencabut infus saat melihat perawat melakukanya padaku.
Kakuku kuturunkan di lantai yang dingin ini, melangkah untuk pertama kalinya berniat mengambil sandal. Tetapi, saat langkahku berjalan kakiku terasa tidak dapat aku kontrol membuatku terjatuh dan terduduk.
Rasanya, lemas di tubuhku merambah hingga s