Adrian diam dan menatapku, sedangkan aku sibuk mengalihkan pandanganku dari tatapan Adrian. Aku tahu, apa yang aku lakukan ini adalah keegoisanku semata, tapi aku juga tidak bisa membuat Adrian seperti kemarin. Mencari jawaban kelanjutan hubungan kami yang entah bagaimana akhirnya, aku juga tidak berhak memutuskan sepihak karena banyak kepedulian dan perhatian yang aku dapat dari Adrian.
"Aku akan setuju kalau itu mau kamu. Lagian kita hanya terpisah karena jarak, bukan karena perasaan," ucap Adrian dengan senyumnya, aku diam menatap Adrian selama beberapa saat.
"Aku sendiri tidak tahu ini perpisahan karena jarak atau perasaan, tapi saat ini jarak adalah perpisahan pertama kita. Aku harap tidak ada perpisahan lagi setelah ini," ucapku membalas ucapan Adrian, sudah aku pikirkan ini jawaba