Aku merasakan tubuhku tergucang beberapa kali, lalu aku mengerjapkan mataku menyesuaikan dengan cahaya yang masuk. Aku melihat di sebelahku ada Ayah yang tengah menatapku, membuatku memandangnya bingung.
"Mimpi apa sih, sampe nangis gini?" tanya Ayah menatapku cemas, Ayah mengusap air mataku dengan telapak tangannya.
Aku menatap Ayah masih dengan tangis, napasku masih memburu. Ayah mengusap rambutku perlahan mencoba untuk menenangkan aku, aku bersyukur saat aku membuka mata ayah adalah orang pertama yang aku lihat.
"Rahasia," ucapku dengan sedikit kekehan lalu mengusap air mataku yang turun di pipiku.
"Kamu ini," balas Ayah sebal dengan tingkahku.
Ayah berdiri dari duduknya, aku baru melihat jika tirai ditutup memberikan pemisah antara ranjangku dan Adrian.
"Mandi dulu ya," ucap Ayah