Jantungku berdegup dengan keras, kemarin aku sudah memindahkan beberapa pakaianku ke rumah Adrian. Kupikir, ayah hanya bercanda saat bilang aku akan tinggal di rumah Adrian. Tapi, ternyata itu adalah benar.
Jujur saja, aku merasa tidak enak karena harus merepotkan orang lain. Beberapa kali aku meyakinkan Ayah untuk tinggal di rumah dan memanggil Bibi yang berkerja di tempat tante Erly. Apa boleh buat, ayah terus menolak.
"Yah, Luna gak enak ngerepotin orang."
Seakan tidak memperdulikan ucapanku, Ayah berjalan berlalu melewatiku memasukan beberapa barang ke dalam tas.
"Ayah, dengerin Luna. Kalo sama Bibi, Luna bisa kok jaga diri."
Aku berbicara sambil menatap Ayah yang tidak melihat ke arah aku sama sekali, ia sibuk dengan menyusun pakaiannya.
"Yah," panggilku lagi.
"Luna, Korea itu