"Luna, kamu udah sadar!"
Mataku mencoba menyesuaikan cahaya yang masuk saat aku mencoba membuka mataku, aku memandang ayahku heran.
"Loh, ada apa Ayah?" tanyaku bingung.
"Kamu tadi gak sadarkan diri, untung saja tidak ada masalah apa - apa 'kata dokter."
Aku menarik napasku lega, untungnya aku tidak mengalami keadaan yang buruk lagi. Aku teringat sesuatu sebelum aku tidak sadarkan diri, aku melirik ke kaca jendela kamarku yang ditutup dengan kayu.
"Apa yang terjadi," ucapku pada Ayah.
"Harusnya Ayah yang nanya seperti itu sama kamu, apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Ayah menatapku dalam, wajah ayah juga terlihat sangat serius.
"Entahlah, Luna mau ambil minum tiba - tiba kaca pecah dengan sebuah bungkusan yang di lempar. Saat Luna lihat ada kertas dan batu," ucapku jujur dengan apa