Jantungku benar - benar lepas kendali saat Adrian berkata seperti itu, senyum di wajahku tidak bisa kusembunyikan dan tanganku sedikit gemetar saat Adrian mengenggamnya. Mungkin, jika pernyataan cinta saja yang di ucapkan Adrian aku bisa memahaminya, tapi ini lebih serius dari pernyataan cinta itu sendiri.
Mulutku keluh, matakku juga menatap dalam mata Adrian yang juga melakukan hal yang sama denganku. Adrian masih menatapku dalam menunggu jawaban dariku, sedangkan aku sendiri saat ini masih terkejut dengan pernyataan Adrian yang tiba - tiba tadi.
"Gimana, kamu mau 'kan?" tanya Adrian sekali lagi namun dengan nada yang lebih berhati - hati.
"A - apa?" ucapku terbata karena masih terkejut.
"Kalau masalah kuliah udah selesai, aku mau ngajak kamu lebih serius. Aku mau lamar kamu, lalu kit