Bian yang sama terkejutnya mendekat ke arahku dan menyapa mama Adrian, aku melihat dandanan Bian sangat tidak cocok untuk berada di pasar.
"Ngapain, Lun?" tanya Bian menatapku.
Aku tersenyum kecil, "ya ke pasar lah, memangnya ngapain lagi?" tanyaku masih dengan tawa kecil.
Bian mengangguk, "terus kamu ngapain, bukan untuk belanja ke pasar 'kan?" tanyaku dengan kekehan.
Bian ikut tertawa, "lagi ngawasin target," ucap Bian.
Aku terkejut, "loh kenapa kamu ngobrol? Nanti lepas," ucapku mengingatkannya.
"Enggak kok, itu ada di depan. Ya sudah aku ke sana dulu ya," ucap Bian berpamitan denganku.
"Hati - hati," ucapku ramah.
Bian menatap mama Adrian, "Tante saya permisi dulu," ucap Bian ramah lalu pergi melanjutkan pekerjaanya.
Setelah Bian pergi Adrian kembali dari memarkirkan mobilnya,