Tubuhku membeku sesaat ketika Bian menatapku dengan penuh selidik, ternyata dugaanku salah. Bian telah melihat isi dari map itu, bagaimana pun juga aku pada akhrinya memang harus menjelaskan kepada Bian.
Sebelumnya aku memang ingin merahasiakan sampai saat yang tepat, tapi malah ketahuan duluan oleh Bian. Wajah Bian menunjukkan kebingungan yang terlihat jelas, aku sendiri bingung harus dari mana aku memulai.
Semua harus dijelaskan agar tidak terjadi kesalahpahaman, tetapi rasanya berat bagiku menceritakan kembali apa yang beberapa tahun ini aku hadapi. Siapa musuh yang ada dalam diriku sendiri hingba membuat aku harus pergi jauh dan mengorbankan banyak hal.
Aku mengusap kepalaku, pikiranku terasa rumit sendiri. Di satu sisi aku belum siap menceritakan semuanya namun di sisi lain Bian me