Aku diam, berusaha untuk tidak terpancing emosi karena mendengar ucapan Gita yang seperti tanpa di saring itu. Mama Adrian juga kulihat terdengar risih saat Gita menyebutkan kata pernikahan, meskipun bagi Gita terdengar gampang saat mendengarkan ucapan itu.
"Saya bukan ingin membahas itu sekarang," ucap mama Adrian yang kurasa berusaha menahan emosinya juga sama sepertiku.
"Terus kenapa Tante? Bukannya Tante mau ketemu buat bicarain hal ini?" tanya Gita yang merasa bingung namun tidak sama sekali menghilangkan kepercayaan dirinya.
"Saya mau nanya sama kamu, apa benar Adrian sudah nidurin kamu?" tanya mama Adrian tegas, bahkan Adrian sedari tadi hanya diam.
Aku merasa karena ia merasa bersalah dan merasa menyesal, makanya sedari tadi Adrian hanya diam tanpa mengucapkan sepatah katapun.