Bulan demi bulan berganti, kelakuan Cassiopeia semakin agresif. Bukan hanya berkirim surat dan mendatanginya langsung. Casey rutin mengirim hadiah. Melihat itu raja menyarankan agar Dylan segera menikah.
Kiev pun menyarankan hal yang sama. Dylan berpikir untuk mengambil selir dibandingkan istri untuk sementara waktu, sambil mempelajari bidang pemerintahan.
Zaman itu selir bagi keluarga kerajaan adalah hal yang lazim. Anak-anak selir akan mengikuti kelas sosial ayahnya tetapi tidak mewarisi suksesi tahta. Dormanum sendiri tidak membatasi gender untuk memimpin kerajaan.
Dylan memerintahkan Kiev menyelidiki gadis-gadis potensial yang latar belakangnya cocok untuk mendukung pekerjaannya.
Dylan melihat proposal pernikahan yang masuk untuknya selama 3 bulan belakangan ini. Nama Cassiopeia Lindberg berada dalam daftar itu. Dylan memisahkan proposal itu dari daftar.
Setelah dua bulan mengumpulkan informasi Kiev membawa data empat orang gadis. Daftar pertama ada Laura Rudolf putri tunggal dari seorang pandai besi. Keluarganya bukan sekedar pandai besi biasa, mereka melebarkan sayap hingga ke negeri tetangga, memiliki kemampuan dan keahlian dalam pelelangan. Setiap dua tahun sekali mereka rutin menciptakan model-model senjata, mereka menjalin hubungan bisnis yang baik. Keluarga Rudolf tidak memiliki catatan kriminal. Mereka benar-benar bersih.
Dylan melihat data kedua, Yisabel Primenova anak angkat pemimpin Asosiasi Buruh. Yisabel diasuh oleh Shawn Primenova, Kepala Asosiasi Buruh sejak umur 3 tahun. Asal usul Yisabel tidak diketahui secara pasti, yang jelas Asosiasi Buruh mempunyai andil besar terhadap posisi raja saat ini. Jumlah anggotanya hampir setengah penduduk kerajaan.
Selanjutnya data ketiga nama Zoya Lenine, cucu pendiri Akademi sihir di kerajaan Lamund. Zoya diketahui memiliki bakat sihir yang luar biasa, keluarganya juga mengolah tempat penjualan ramuan keluar negeri.
Terakhir ada Liliana Arnaugh. Sambil menutup mata Dylan bisa menyebut satu persatu kemampuan Lilian.
Kirimkan surat pada keluarga mereka perintah Dylan. Kelima keluarga tersebut telah menerima surat. Cassiopeia memeluk ibunya haru, akhirnya usahanya selama berbulan-bulan membuahkan hasil.
Anastasia menyiapkan pakaian dari bahan-bahan terbaik dengan berbagai mode. Meskipun saat ini mereka hanya berstatus selir tetapi tinggal lebih dekat dengan putra mahkota adalah satu kemajuan besar.
Keesokan paginya kelima kereta telah berjejer. Mereka datang bersama pelayan menuju istana. Kiev menunjukan masing-masing kamar yang akan ditempati oleh selir. Bangunan itu disebut istana selir. Secara berurutan, kamar Lauran berada di urutan pertama, diikuti oleh Zoya, Liliana, Yisabel dan Cassiopeia.
Pagi itu pun dilangsungkan upacara penyambutan dan penetapan selir secara bersamaan hanya dihadiri oleh anggota kerajaan dan para menteri. Mereka berlima resmi menjadi selir dan malam nanti, Dylan akan mengunjungi mereka secara bergilir.
Laura adalah selir yang paling mudah akrab dengan selir lain, Yisabel begitu pendiam, dan Zoya tampak bijaksana, Lilian tentu saja sempurna.
"Keempat orang itu datang dari keluarga yang memiliki kelebihan," ujar Casey. Wajahnya tampak murung.
"Jangan pikirkan mereka nona, berdandan yang cantik. Aku yakin pengetahuan mereka tentang etika dan administrasi pemerintahan tak sebaik anda," ujar Rea.
Rea diam-diam mengumpulkan informasi selir lain, dilihat dari sudut pandang manapun Casey terlihat tak memiliki kemampuan lebih. Rea berusaha menenangkan Casey tapi tidak bisa menjamin sampai kapan Casey akan bertahan.
Semua selir berkumpul di ruang utama. Casey mengamati Laura yang heboh bercerita tentang kelebihan senjata perang terbaru bersama. Gadis berambut pirang itu terlihat penuh semangat. Sedangkan Zoya penyihir dengan rambut merah gelap, wajahnya terlalu tenang untuk ukuran orang normal. Sedangkan Yisabel, sibuk membaca buku.
Liliana balas menatap Casey. Tatapan penuh kasihan.
"Apa kau mengejekku?," tanya Casey.
"Memangnya apa yang aku katakan?," balas Lilian.
Semua mata tertuju pada mereka berdua.
"Apa kau juga Putri Raja?," tanya Zoya penasaran karena Casey baru saja menantang Lilian.
"Memangnya apa hebatnya menjadi putri Raja," jawab Casey kesal.
Semua orang saling berpandangan bingung. Menurut mereka Casey tak perlu kesal karena sebelum mereka tiba, Yang Mulia sendiri telah menjelaskan dalam suratnya bahwa saat ini posisi mereka adalah selir tidak ada yang tahu kedepannya seperti apa.
Kiev melaporkan kejadian di istana selir kepada Dylan. Lelaki itu tak kaget, sesuai dugaannya Casey akan bereaksi duluan.
"Apa anda telah menentukan kunjungan anda pada malam ini?," tanya Kiev.
"Aku akan mengunjungi sesuai urutan kamar. Lagipula ini hanya kunjungan biasa," ujar Dylan santai.
Saat malam tiba Dylan menuju istana selir dan meminta penjaga tidak perlu mengumumkan kedatangannya.
"Pangeran anda sudah tiba? Terima kasih telah memilih keluarga Rudolf sebagai selir. Ini suatu kehormatan bagi kami. Ayah saya menitipkan ini untuk anda," ujar Laura menyerahkan sebuah kota merah.
Dylan membukanya dan menemukan mata panah yang diukir dan diberi permata di sudutnya. Benda itu terlihat mewah.
Dylan menyunggingkan senyum sembari mengucapkan terima kasih.
Mereka mengobrol sebentar tentang perjalanan bisnis dan pelelangan dalam waktu dekat. Sekilas Dylan menilai Lauran adalah teman ngobrol yang menyenangkan.
Dylan melanjutkan kunjungan ke kamar Zoya. Wanita itu membuat ruang tidurnya tampak mewah dengan sihir miliknya.
"Apakah ini aman?," tanya Dylan saat Zoya menyuguhkan teh Camomile.
"Tentu yang mulia. Akademi sihir Lamund boleh berbangga menjadi selir putra mahkota," kata Zoya.
Mereka mengobrol tentang perkamen sihir dan kegunaanya. Zoya bahkan menawarkan Dylan untuk menggunakan pelindung sihir terutama saat bepergian. Dylan menganggap itu adalah ide bagus dan akan mencobanya nanti.