Aksara memuat novel & drama bertema dewasa (romansa, kekerasan). Dengan lanjut, kamu menyatakan berusia 17 tahun atau lebih.

oleh Lentera Wibawa
Arsa Pradipta, 18 tahun, anak tukang setrum keliling dan buruh cuci di gang sempit Surabaya, hanya bisa berlatih di piano upright butut gereja tempat ibunya membersihkan lantai. Telinganya luar biasa, jarinya lapar, tapi keluarganya tak punya satu sen pun untuk konservatori. Ketika ia memenangkan audisi beasiswa penuh ke Institut Musik Wreksodiningrat — kampus klasik paling bergengsi yang murid-muridnya datang dengan Steinway pribadi — Arsa pikir dunianya terbuka. Yang ia temukan justru aritmetika kejam: beasiswa hanya menanggung uang kuliah, bukan biaya hidup, bukan piano untuk berlatih di rumah. Satu-satunya jalan adalah pinjaman grand piano warisan mendiang maestro Daliman Wreksodiningrat, dengan syarat kecil-kecil: ditarik kapan saja jika nilai turun, jika cedera membuatnya tak bisa tampil, atau jika ia mempermalukan yayasan. Di bawah didikan brutal Prof. Halimah Sastronegoro, Arsa menggenjot tangannya melewati batas demi konser tahunan penentu beasiswa — lalu jarinya mulai membeku sendiri di tengah passage cepat: gejala distonia fokal, momok diam para pianis. Novel ini tentang harga sebuah kesempurnaan yang dibayar dengan tubuh dan martabat, tentang jurang kelas yang tak bisa ditambal bakat semata.
Karena kamu suka Musik · Drama, mungkin kamu suka ini juga:
Aksara
CEO & Bos · Drama