Kotak masul e-mail selalu kosong selain berisi promosi aplikasi. Perempuan itu mendesah. Sekarang, dia menganggur sejak re-sign dari tempat kerja yang seperti neraka itu. Persaingan dalam dunia kerja benar-benar sulit ditembus jika tidak mempunyai orang dalam bahkan jika sudah memiliki kualifikasi yang bagus pun belum tentu akan lolos ke tahap selanjutnya. Selama ini, dia tidak pernah berganti-ganti pekerjaan karena tahu bahwa betapa sulitnya mencari kerja alih-alih keluar. Sayangnya, tempat kerjanya dulu tidak bisa dipertahankan lagi. Jadi, dia memilih keluar dengan berat hati.
Masalah pacar adalah masalah utama selain pekerjaan. Dia putus dari pacarnya tiga bulan sebelum dia memilih re-sign. Jomlo di usia 26 tahun langsung membuat kepanikkan di keluarga besarnya. Mantan pacar yang digadang-gadang menjadi calon suami harus musnah dalam sekejap meskipun sudah mengantongi restu dari kedua belah pihak.
Dia tidak sedih. Dia justru berterima kasih karena sudah dicerahkan bahwa mantannya bukanlah orang yang tepat untuknya.
Sayangnya, tidak bagi keluarga besar.
Hanya dia masih jomlo sedangkan semua sepupu yang sepantaran dengannya sudah menikah bahkan ada yang sudah memiliki tiga anak. Hal itulah yang membuat dia semakin digencar untuk menikah sampai-sampai terbentuk audisi pencarian jodoh untuknya.
Ya, termasuk saat ini. Inilah calon yang dipilih oleh keluarga besarnya. Orang itu, saat ini ada di hadapannya sambil tersenyum.
“Tidak ada syarat untuk ini. Dari pihak saya, tidak mengajukan syarat apa-apa. Namun, jika kamu ingin, kamu bisa bicara sekarang.”
Dia benar-benar muak dengan segalanya. Dia tidak ingin menikah dengan orang itu, tetapi keluarganya sangat setuju. Tidak ada pilihan lain.
“Terserah. Kalau keluargaku setuju, aku ikut.”
Karena kata orang, restu keluarga itu ada benarnya juga.