Capek.
Capek banget.
Ning merebahkan dirinya di atas kasur empuk. Hari ini adalah hari kedua di mana Ning menjalani apa yang dikatakan oleh Tante dan Mamaknya. Ya, pencarian jodoh untuknya. Baru 4 orang yang dia temui, tetapi 4 orang itu tidak ada yang sesuai dengan. Bahkan, 2 orang yang dia temui hari ini benar-benar membuatnya sangat speechless! Tidak bisa berkata apa-apa. Ning mendadak menjadi gagu di sana.
Hari ini benar-benar sesak banget. Dia sedang tidak produktif, tetapi rasanya sangat capek. Aktivitasnya hari ini hanya bertemu dua orang itu. Namun, rasa lelahnya lebih dari saat dia menjadi volunteer yang sibuk ke sana kemari.
Sebelum pulang, dia membuat beranekaragam rencana baru dan sekarang dia tidak ingat sedikit pun apa yang ada di pikirannya tadi.
Tiba-tiba, dia bangkit. Dengan panik dia mengacak-acak tas, mencari di mana ponselnya berada. Takut banget kalau nanti ponselnya tertinggal di kafe itu.
Untunglah, ponselnya ketemu setelah dia mengeluarkan semua isi tas. Kalau tidak, dia mungkin akan membeli ponsel baru. Tidak mau ribet.
Ning sudah sangat malas. Jangankan beres-beres, untuk melangkah ke kamar mandi saja malasnya minta ampun. Apalagi untuk itu? Jadi, dia melemparkan tas dengan asal ke mana saja. Urusan nanti, tolong pikirkan nanti juga.
Walaupun dia sudah capek banget, tetapi namanya bermain ponsel apalagi sambil rebahan, tidak ada kata capeknya. Seperti biasa, dia membuka Instragram walau tanpa alasan. Buka saja, lalu lihat-lihat, siapa tahu ada yang menarik.