"Apa yang terjadi di sini?? Kenapa penuh dengan monster mengerikan" Elena berteriak takut. Matanya menatap jauh beberapa meter dari tempatnya berdiri.
Di sana ada seekor Laba-laba besar dengan mulut terbuka mengeluarkan cairan aneh menjijikan. Elena bersumpah akan muntah di detik selanjutnya apabila laba-laba itu berani bergerak maju untuk memakannya!
Demi apa bau mulut laba-laba ini sangat menyengat! Dia ingin muntah seketika melihat cara laba-laba itu berjalan memamerkan deretan kakinya yang berjumlah sembilan! Ada deretan warna hijau yang dia sendiri tidak tahu apa itu!
Namun hal itulah yang membuat dirinya semakin jijik dan enggan untuk berdiri.
Dia ketakutan! Elena merasa entah apa yang berada di mulut laba-laba itu yang rasanya lebih bau daripada tempat pembuangan saluran akhir underworld!
Dirinya pernah ke sana beberapa puluh tahun yang lalu dan rasanya sangat buruk, siapa yang menyangka akan ada yang lebih buruk daripada itu?
Detik berikutnya Elena segera muntah. Bau itu membuatnya tidak tahan dan memuntahkan cairan bening berlimpah di mulutnya.
Rasa asam dan amis menghampiri dirinya seketika. Dia sangat membenci ini! Kenapa mereka harus bertemu dengan banyak hal menjijikan selama seminggu ini. Laba-laba mungkin yang terparah selama mereka berdiri disepanjang semak-semak, lalu berjalan sembunyi-sembunyi di setiap sudut hutan mistis.
Hidup mereka selama seminggu ini bisa dikatakan mengerikan.
Tidak mudah untuk bertahan di saat mereka sendiri merupakan sekelompok pemuda tanpa insting serta pengalaman sama sekali.
Sesuatu seperti hutan mistis jelas saja tidak pernah berada di objek penelitiannya sama sekali. Itu bukanlah tempat yang membuat pegawai kementerian tertarik untuk berlibur!
Tentu saja siapa yang tertarik untuk hidup dengan banyak pohon hijau menutupi seluruh hutan ditambah banyak hewan mengerikan di dalamnya yang siap memangsa mereka kapan saja.
Mungkin melihat ular besar dengan tanduk dikepalanya sudah terasa familiar baginya. Dia sudah tidak terlalu takut untuk melihat beberapa makhuk lain di sini. Beberapa terlihat seram dan menakutkan namun beberapa mereka tampak baik dan menyenangkan.
Menyenangkan namun juga membuat dia sesak beberapa kali. Energi hutan mistis terkenal kejam dan tepat. Beberapa orang yang tidak bisa beradaptasi dengan mudah bukanlah sosok yang cocok untuk tinggal di sini. Banyak energi jahat yang mengelilingi seluruh sudut hutan.
Tak terkecuali penghuni di dalamnya. Tidak semuanya baik dan membuat orang biasa seperti mereka akan merasakan sengatan di hati, pusing berkelanjutan dan delusi yang disebabkan oleh energi negatif itu.
Beberapa makhluk hutan mistis ini punya energi yang bisa mempengaruhi hidup mereka. Beberapa bahkan membuatnya tidak tahan walau hanya sekedar bertatap-tatapan.
Jika tidak tahan, maka hidup mereka bisa saja dipertaruhkan dengan mudah.
Karena lingkungan ini bukanlah lingkungan yang bisa ditinggali oleh orang biasa, kebanyakan semua orang telah menyadari fakta tersebut, jadi jika bertemu orang yang lebih mengerikan semua akan berlari dan tidak berani menoleh kebelakang.
Butuh sosok seperti Aenos. lah yang bisa melakukan itu. Bertahan di saat aura gelap memangsa mereka perlahan-lahan. Umumnya mereka punya sebuah lapisan antibodi yang telah terbentuk berkat pelatihan mengerikan mereka. Itu membuat Aenos punya sebuah pelindung yang melindungi mereka dari aura negatif orang.
Juga karena pekerjaan aenos yang berhubungan dengan orang mati, itu membuat mereka sudah terbiasa terlebih dahulu. Dan Tartaros jelas saja sebuah tempat dengan energi negatif paling banyak di seluruh Underworld!
Sayangnya Aenos mereka semuanya pergi! Dan semua orang masih saja memarahi apa yang dia katakan saat itu. Bahkan semua orang masih menyalahkannya atas insiden tersebut.
Mengusir dua orang dan membuat mereka tidak pernah kembali! Ini sudah seminggu sejak adegan itu terjadi, namun mereka bahkan selama berjala menyusuri seluruh hutan belum pernah menemukan tanda-tanda Arcturus ataupun Nael sekalipun.
Nael pergi dengan keadaan terluka, Delian bilang mungkin orang itu tidak akan terlalu jauh berjalan dan mungkin dalam kondisi pingsan. Siapa yang mengira selama perjalanan justru tidak melihat orang itu?
Justru yang mereka lihat ialah sekelompok hewan mengerikan yang siap memangsa mereka? Elena ingin menangis saat mengingat dirinya hampir dimakan oleh sekelompok lintah!
Elena mencoba bergerak secara perlahan. Dia segera menyentuh kalung berbandul serigala di lehernya dengan erat. Dalam hati dia menangis ketakutan. Tidak ada wanita yang tidak merasa ngeri ketika melihat cara laba-laba itu untuk memakan hasil buruan mereka dengan mulut terbuka lebar.
Itu jelas saja mimpi buruk bagi mereka selama ini. Tidak ada yang baik di sini bahkan saat berusaha untuk keluar mereka terus saja menemui jalan buntu selama beberapa waktu ini
Sangat susah bahkan untuk mencari Arcturus ataupun Nael di tempat seluas ini!
"Mundur! Jangan bersuara dan berjalan secara perlahan" Ucap Justin memberi aba-aba. Semua orang bersiap seketika, dengan serius mereka melihat laba-laba itu dengan seksama.
Laba-laba terbesar yang pernah mereka lihat, bahkan besarnya tidak sama dengan yang mereka lihat di kementerian. Jelas saja produk dari hutan mistis bukanlah produk biasa!
Di depan sana ada sekelompok laba-laba, mereka kini sibuk dengan makanan mereka. Entah apa yang di makan tapi jelas saja itu bukan sesuatu yang mesti dilihat.
"Haruskah kita pergi segera??" Tanya Julian segera. Laba-laba ini hewan yang mengerikan, akan lebih baik jika mereka segera pergi dari sini sebelum berakhir menjadi mangsanya.
"Ya! Bergerak perlahan lalu lari, pastikan untuk tidak menimbulkan suara sekecil apapun!" Ucap Justin sembari terus melihat ke arah laba-laba dengan pandangan intens.
Mereka semua berjalan perlahan-lahan menuju belakang dengan suara pelan, bahkan Delian sendiri tidak berani mengeluarkan suara sedikitpun!
Laba-laba merupakan hewan yang tidak memeiliki kecerdasan tinggi, hidup mereka didasarkan pada instin untuk mencari makanan. Namun itu hanya berlaku untuk laba-laba yang mendiami hutan mistis saja.
Setelah berjalan selama beberapa menit menuju belakang tanpa suara meraka akhirnya sampai di tempat dengan kondisi yang lebih baik daripada tempat tadi! Selama tinggal di hutan mistis membuat mereka sadar semakin buruk tempatnya maka semakin buruk pula makhluk yang mendiami tempat itu.
"Ke mana kita akan pergi!" Ucap Noya dengan suara yang amat pelan.
"Aku mendapatkan sebuah peta di perpustakaan kementerian. Kita akan pergi sesuai apa yang dikatakan oleh peta" Elena mengeluarkan sebuah peta di tasnya dengan mudah.
Peta ini tampak tidak jelas awalnya namun semakin dia melihat, semakin membuat Elena tertarik dengan tempat itu. Sebuah tempat misterius yang pasti menyimpan sejarah juga.
"Peta apa ini" Justin merebut peta Elena dengan cepat, matanya memindai keseluruhan peta dengan seksama.
Namun kenapa tujuan ini bukan menuju pintu barat untuk keluar? Kenapa menunjukkan sebuah tempat yang mereka sendiri tidak ketahui?
"Darimana kamu mendapatkan ini? Peta apa ini, bukankah ini sudah jelas menunjukkan tempat yang tidak kita ketahui?" Justin mengerutkan kening dengan tidak suka.
Tidak cukupkah membuat mereka harus berpisah dengan tim lainnya? Dan kini perempuan ini berniat memasukkan mereka ke tempat yang tidak pernah diketahui?
"Ini peta yang mengerikan? Aku melihatnya sendiri dan mengetahui ada yang bisa kita lakukan jika sampai sana!" Teriak Elena dengan nada tidak terima.
"Lalu sebutkan apa yang bisa kita lakakan jika sampai sana!" Jawab Justin dengan nada sarkas.
Noya hanya diam saja, dia tidak pernah berniat untuk menghentikan amarah Justin sama sekali. Perempuan ini memang pantas dimarahi karena sikapmya yang menyebalkan!
"Ada menara tertinggi di sana! Kita bisa pergi dan melihat menara itu, selanjutnya kita bisa tahu di mana letak gerbang itu berada! Aku yakin sebenarnya telah masuk lebih dalam ke dalam hutan, dan kita tidak tahu jalan pulang sama sekali" Ucao Elena menekankan semua kata dengan penuh penekanan.
"Lalu berhenti untuk membuat kita berada di bahaya yang lebih mengerikan!" Julian berkata dengan tiba-tiba.
Dia tahu banyak ada sebuah rahasia gelap di setiap sudut hutan mistis ini. Dan tidak semua tempat aman untuk dilihat. Beberapa mengandung sebuah segel kuno yang mungkin saja untuk tidak membiarkan makhluk seperti mereka berkeluyuran begitu saja!
"Aku ingin menyelamatkan kalian saja! Kenapa jadi aku yang justru membahayakan kalian" Elena berkata dengan nada tidak suka.
Semua orang masih menyalahkannya bukan?
Kenapa semua orang menatapnya dengan tatapan menghakimi? Salahkah dia melakukan itu kemarin?
Elena membenci semua orang munafik ini.