"Jadi Nael tersayang bisakah kamu mengatakan ada urusan apa kamu datang ke hutan mistis!! Aku tidak masalah sebenarnya kamu ke mana saja itu urusanmu" Feign menghela nafas lirih.
Dia lalu melanjutkan,
"Sayangnya kamu datang ke sini di waktu yang tidak tepat!!" Selorohnya dengan sebal.
Hutan mistis sedang tidak baik-baik saja, konflik internal masih terus memanas beberapa bulan terakhir ini. Feign selalu mendengar berita yang dibawa pengintai klan tentang kondisi berantakan di hutan mistis.
Klan mereka umumnya punya beberapa pengintai yang ditaruh di beberapa titik hutan mistis. Fungsinya ialah agar mereka bisa tahu kondisi di luar gerbang suci mereka.
Dan hasilnya sungguh mencengangkan, Feign hampir bergidik ngeri mendengarkan beberapa orang pengintai mengatakan betapa berantakannya dunia luar saat ini.
Banyak makhluk Hutan mistis yang mati secara mendadak, mendengar banyak orang mengatakan sekelompok klan yang diserang secara misterius. Pencurian serta penjarahan yang hampir membuat seluruh orang ketakutan mendengarnya.
Dan dari yang dia dengar, pasukan dengan topeng perak lah yang membuat kekacauan di sepenjuru hutan mistis! Deskripsi mereka tentang sekelompok orang berjubah menggunakan topeng perak serta menungangi kuda terhebat sepanjang masa telah menjadi cerita-cerita yang beredar tentang mereka.
Tentu saja itu bukan cerita yang baik. Mereka kejam dan mengerikan.
Beberapa mata-mata yang dikirim klan beberapa bulan lalu datang dengan kondisi lengan yang putus. Entah apa yang terjadi dengan orang itu hingga mengalami peristiwa mengerikan.
Mata-mata itu datang dalam kondisi mengenaskan. Luka pada lengan yang jelas saja sudah putus, dan badannya yang berdarah-darah. Dia datang dengan tatapan sayu yang tampak tertekan dan ketakutan dalam waktu yang bersamaan.
Setelah itu mata-mata itu menceritakan apa yang sedang terjadi di luar sana. Dia mengatakan orang-orang itu mengincar sesuatu yang berharga, sesuatu yang disimpan beberapa suku atau klan rahasia.
Orang-orang bertopeng itu dikatakan telah menaklukkan beberapa suku itu dan merampas semua harta yang dianggap berharga atau kuno. Tatapan tajam, serta pedang di kedua tangan merekalah yang hampir menghabisi semua orang yang mereka temui.
Dan Feign yang mendengar itu mengerutkan kening dengan rasa heran dan takut. Kenapa orang-orang selalu ingin memuaskan rasa haus darah mereka, kenapa orang itu tidak memilih mencuri dengan jalan damai tanpa menimbulkan korban?
Seharusnya itu mereka lakukan jika sekelompok bertopeng itu cerdas, namun buktinya apa yang dia dengar di hari-hari selanjutnya justru membuatnya berpikir orang-orang ini ialah sekumpulan orang tidak waras!
Tidak punya otak, tidak punya hati, dan sangat bodoh dan i***t. Mungkin membunuh ialah kesenengan pertama mereka. Dia pikir mereka hanya ingin membunuh saja, dan Feign mengangap orang-orang itu tidak punya pekerjaan, hidupnya mungkin terlalu membosankan hingga memilih untuk melakukan pekerjaan kotor semacam itu.
Itulah mengapa gerbang ilusi yang menjaga klan mereka ditutup serta ditambahi lapisan pelindung yang diperkuat. Padahal 'mantan' klannya itu dianggap klan hebat diantara pata klan lainnya.
Tapi apa yang dilakukannya? Bersembunyi di balik dinding sihir klan. Tipikal centaurus sekali, tidak ingin ikut campur dengan segala sesuatu yang tidak berhubungan dengan klan mereka. Bersikap bodoh amat ialah keahlian paling hebat dari para centaurus itu.
Feign bahkan tidak menolak jika disamakan dengan mereka. Pada dasarnya dia memang beberap poin mirip dengan para centaurus itu.
Mengingat klan hanya bisa membuat teringat b******n sialan bernama Crux! Si menyebalkan yang banyak berbicara dan membuatnya kesal! Feign bahkan ingin mengutuknya agar kehilangan jabatannya dalam waktu dekat!
Seharusnya jika tetua klan pintar mereka tidak akan terus mempercayai Crux. Orang itu seperti pedang bermata dua! Kadang menguntungkan namun juga bisa saja menusuknya dari belakang!
Orang yang berpikiran panjang tidak akan terus membuat Crux berada disisinya terus-terusan. Itu sama saja menjaga bahaya dari dalam, Crux bukan orang yang mudah. Apapun bisa dilakukannya jika dia ingin. Bahkan jika harus mengadu domba beberapa tetua sekaligus, Feign yakin orang ini pasti mampu!
Jika tidak mengapa terus menerus memprovokasi dirinya?
Orang sejenis itu tidak akan pernah merasa cukup jika dunia tidak berpihak padanya! Feign merasa memilih untuk keluar dari klan itu ialah pilihan terbaik selama hidupnya! Masalah di mana dia tinggal, teman yang berdiri beberapa langkah darinya pasti bisa membantunya!
Nael memang pantas untuk disebut penyelamatnya!
"Aku sudah mengatakan padamu, bahwa mereka kini mungkin sudah tertangkap oleh pria bertopeng sialan itu! Beraninya mereka mengusirku dan membuatku yang jelas Pemimpin utama misi ini harus pergi hanya karena keegoisan mereka untuk makan!" Nael berkata dengan nada dendam. Dia paling membenci orang-orang munafik itu.
Mungkin saja bukan mereka sudah tertangkap? Nael seratus persen dirinya yakin, saat mereka berada di pinggiran sungai, dirinya bisa merasakan aura asing yang berniat datang ke tempat itu.
Dirinya sudah memperingati mereka untuk lanjut, lalu datanglah wanita menyebalkan bernama Elena yang terus membuat dirinya seakan orang jahat yang menyiksa timnya hanya untuk tidak makan!
Jika dipikir lagi, kenapa dirinya melakukan itu jika saja firasatnya tidak benar? Dia telah berusaha sekuat tenaga untuk mengatakan betapa berbahaya nya hutan mistis ini, meski hanya untuk sekedar berhenti sejenak makan tidakkah berfikir sekelompok orang itu berhenti kapan saja saat memburu orang?
Tentu saja tidak!
"Hahaha kenapa kamu berfikir seperti itu" Ungkap Feign sembari menahan tawa.
"Aku mengungkapkan yang sebenarnya! Firasatku selalu benar sejak dulu, dan mereka yang terdiri dari tim itu tidak percaya pada apa yang aku katakan. Mereka justru mengatakan aku kejam membiarkan sekelompok orang kelaparan!" Nael masih dendam jika mengingat ini.
Intonasi Elena dalam mengatakan kata-kata itu bahkan masih terngiang-ngiang di kepalanya hingga saat ini.
"Another Crux huh" Feign menyeringai mendengarnya.
Orang-orang seperti Crux pasti tidak hanya satu di dunia! Mungkin justru ada lebih banyak?
"Kuharap wanita yang mengatakan itu di depan mataku berjodoh dengan sialan Crux! Mereka pantas bersama dan biarkan menjadi pasangan sejati" Nael mengumpat pelan.
Butuh waktu seminggu untuk dirinya bangun dari koma setelah mendapatkan luka panah itu. Dan orang-orang tidak berpengalaman dengan medan hutan mistis, apa yang bisa mereka lakukan di daerah yang mengerikan ini?
Mungkin situasinya tidak seberbahaya itu mengingat para makhluk hutan mistis saja sedang bersembunyi dari sekelompok pria bertopeng itu. Tapi tidak ada yang tahu prediksi apa yang terjadi.
Hutan ini luas, jelas saja pintu keluar tidak akan mereka lalui dengan mudah. Butuh kesulitan yang tinggi untuk mencapai pintu itu di saat orang-orang itu saja bisa saja menjaga pintu keluar dengan mudah.
Nael sendiri yakin, tim nya pasti tidak akan jauh-jauh!
"Yah sayangnya hutan mistis masih dalam suasana suram. Aku pastikan mereka masih berada di hutan ini!"