Beberapa jam sebelum mereka terusir.
"Jangan menolak lagi! Apakah menurutmu itu hal yang hebat karena melakukan itu?" Teriak ayah Feign dengan nada marah.
"Minta maaf segera pada ketua klan. Ayah mungkin tidak bisa menyelamatkanmu untuk mendapatkan detensi karena perbuatan yang kamu lakukan. Dengan begitu setidaknya kamu tidak akan pernah diusir dari klan ini" Lanjutnya berkata dengan nada sabar.
Feign menatap sedih ke arah ayahnya itu. Ini bukan pertama kalinya sang ayah melakukan hal-hal seperti itu. Dan dia tidak heran lagi. Karena ini bukanlah yang pertama.
Dia telah menghabiskan banyak waktu untuk merenung, kenapa dia berbeda? Bukankah dia masih anak dengan gen yang sama namun memiliki perlakuan yang berbeda?
"Kenapa kamu hanya melakukan hal-hal itu padaku saja?" Teriaknya dengan nada sedih.
"Feign berhenti berbicara! Jangan katakan lagi. Kami melakukannya demi kebaikanmu" Sang ibu yang sedari tadi diam ikut bersuara.
Dia menatap anaknya dengan pandangan lembut khasnya, namun Feign masih bisa melihat tatapan keras dimatanya. Ibunya mungkin memang lembut, namun Feign sendiri bisa tahu betapa mengerikannya sang ibu.
Dia bisa mengingat masa mudanya yang penuh dengan doktrin mengerikan karena wanita itu. Semuanya mungkin terlihat sempurna bagi orang luar. Punya keluarga yang bahagia dengan status tinggi di klan, punya kedua orangtua yang terlihat harmonis semuanya terasa sempurna.
Namun dia sendiri tahu ada sesuatu di balik itu.
Feign tersenyum pahit mengingatnya. Bukan keinginannya untuk punya keluarga yang toxic dan bertahan hidup di tempat seperti ini selama lebih dari 50 tahun.
"Kenapa kamu tidak pernah memikirkan kenapa. aku melakukan tindakan itu??" Teriak Feign tidak terima, "Nael terluka karena orang-orang itu dan dalam kondisi sangat parah saat datang ke sini. Dan sialan Crux mengatakan aku penjahat yang menghianati klan hanya karena menyelematkan satu nyawa? Apakah tidak ada yang berpikir apa yang terjadi padanya jika sedetik terlambat hanya karena perdebatan yang tidak ada habisnya tentang masalah perizinan?"
Ayah Feign melotot marah mendengarnya, "Kenapa kamu masih terus berpegang teguh dengan alasanmu? Kamu tahu salah tapi kenapa masih terus menyangkal dengan alasa kemanusiaan? Selama aku hidup aku belum pernah melihat orang sekeras kepala sepertimu. Mungkin alasan kecil saja itu bisa saja membahayakan orang banyak, klan itu bukan hanya dihuni 10 orang saja Feign, itu ratusan!"
Ayah Feign tidak berpikir itu salah. Kenapa dia harus disalahkan hanya karena dirinya yang menegur anaknya sendiri? Baginya Feign memang seperti anak manja, dan dia tidak ingin anaknya tumbuh menjadi sosok seperti itu. Dia punya porsi tersendiri untuk mendidik mereka.
Dirinya telah hidup dan mengalami kekejaman dunia yang sebenarnya, tidak selamanya dunia yang dianggap damai ini akan damai selamanya. Dan dia tahu itu apa yang harus dia lakukan untuk keluarganya kelak, dan membuat mereka menjadi kuat dan berpengaruh jelas-jelas saja ada dalam daftar rencananya.
Eguin telah mengalami yang namanya pasang surut kehidupan, sejak dia berada di posisi terbawah dan hanya bisa menjadi sandungan orang lain merangkak secara perlahan menuju puncak dunia. Sosoknya yang dulu menjadi cemohan tidak berguna kini berubah menjadi orang yang dihormati di klan.
Semua itu tidak diraih secara instan saja! Butuh banyak perjuangan dan keringat untuk meraihnya. Bahkan menikahi istrinya yang jelas-jelas berada di posisi tinggi jelas saja tidak mudah?
Semua yang dia lakukan sudah direncanakan selangkah demi selangkah. Semuanya penuh dengan rencana yang sudah dia susun dengan rapi. Kehidupannya yang saat ini tidak boleh dihancurkan dengan mudah.
Semua kenikmatan yang telah dia rasakan selama ini tidak boleh hancur dengan mudah hanya karena masalah sepele.
Siapa yang mengira akan punya anak nakal dengan hobi memberontak? Bahkan di saat situasi kritis seperti ini dia masih tetap kekeh mendukung temannya yang manusia itu? Eguin yang melihat itu merasa anaknya lama-lama tidak enak dipandang.
"Kenapa aku merasa ayah memiliki niat tersembunyi untuk menyuruhku mengakui kesalahanku? Aku sudah dewasa bukan? Bukankah seharusnya kesalahan ini aku tanggung sendiri? Ayah harusnya tidak perlu khawatir dan ikut campur" Feign berkata dengan nada dingin.
Tidak ada lagi tatapan hangat ceria yang biasanya tampak di wajahnya yang tampan. Kini yang tersisa hanyalah wajah dingin tanpa senyuman sama sekali
"Kenapa kamu selalu susah diberi tahu? Ayah mengatakan ini demi kebaikanmu!"
"Tidak ada kebaikan ayah! Kamu melakukan ini demi kepentinganmu sendiri!" Serobot Feign sebelum ayahnya berkata lebih lanjut.
Dia sudah cukup lelah untuk mendengar segala sesuatu yang keluar dari mulut ayahnya itu. Dia sudah cukup lelah untuk menjelaskan lebih banyak, dia cukup lelah hanya untuk selalu mendengar apa yang ibunya selalu inginkan.
"Minta maaf!!" Teriak Eguin dengan mata melotot marah. Emosinya bertambah seketika melihat ketidaktaatan anaknya itu. Tangannya menunjuk tepat di wajah Feign dengan teracung keras.
Udara disekitar tampak membeku sejenak, mengalirkan hawa-hawa tidak menyenangkan di seluruh aula yang ramai.
Feign tetap berpegang teguh dengan apa yang dia percayai.
"Tidak perlu terlalu memaksa Mr. Eguin" Crux berkata sembari tersenyum ringan.
"Beberapa orang memiliki masa di mana mereka bisa memberontak kapan saja"
Crux lalu menatap kepala klan utama dengan senyum ramah.
"Ketua klan bagaimana menurutmu? Kamu pemimpin utama klan saat ini, bukankah lebih baik kamu bisa memanfaatkan kesalahan Mr. Eguin? Dia sudah lama mengabdi dan berbuat banyak untuk klan selama beberapa tahun ini"
Friegn menatap sengit ke arah Crux. Tentu saja ada kalimat tersembunyi dalam perkataannya. Dia mengatakan seperti itu untuk membuat orang berfikir bahwa semua yang dia lakukan itu akan mudah mendapatkan pengampunan karena 'ayahnya' yang merupakan orang penting di klan.
Karena perbuatan ayahnya dalam membangun klan, seharusnya klan berfikir untuk memberi wajah pada salah satu dari tujuh tetua klan ini.
Tentu saja itu bukanlah hal yang baik untuk dikatakan di depan umum! Beberapa orang merasa sensitif dengan identitas tinggi seperti itu, karena membuat mereka berfikir itu bukanlah hal adil. Bukankah hukuman di buat untuk memberi efek jera? Lalu buat apa diciptakan hukuman mengerikan sementara itu hanya berfungsi bagi orang biasa?
Tentu saja tidak ada yang terima itu, wajah semua orang menatap jelek ke arah Nael dan Feign. Tatapan mereka semakin tidak suka melihat keduanya yang tampak tidak merasa bersalah sama sekali, terutama Feign yang masih berpegang teguh dengan apa yang dia percayai.
"Bukankah hukuman diciptakan untuk membuat orang jera? Lalu buat apa hukuman di buat jika itu saja tidak berfungsi bagi semua orang hanya karena perbedaan status saja?" Teriak sosok Centaurus senior dengan wajah tidak terima.
"Ya benar! Yang melakukan perbuatan mulia selama ini ayahnya! Bukan anaknya, kenapa sang anak harus dengan mudah menghancurkan karir cemerlang yang di buat anaknya itu?"
"Lihatlah wajah tidak bersalah itu. Mereka melakukannya tanpa berfikir apa yang terjadi jika kita orang biasa mengalami kerugian hanya karena menyelamatkan nyawa temannya?"
"Ketidakadilan jelas saja bukan motto klan kita, buat apa merelakan satu penjahat hanya karena dia anak salah satu 7 petinggi klan? Jika begitu tetua utama seharusnya tidak perlu membuat hukum yang mengikat semua centaurus!"
Seketika sepenjuru aula memberikan pandangan tidak terima ke arah Nael dan Feigm. Semua berisi dengan keluhan mereka terhadap hukum yang sedang berjalan saat ini
"Apa-apaan kamu ini" Eugin berteriak semakin marah, dia semakin kehilangan muka sejak tadi, apalagi saat para centaurus berteriak seperti itu di hadapannya.
"Minta maaf sekarang dan berjanji akan menjalani hukumanmu segera" Eugin buru-buru mendorong Feign untuk bersujud. Namun sebelum Feign terdorong Nael sudah balas mendorong ke arah ayah temanya itu dengan keras.
Seketika tubuh setengah kuda itu segera terdorong ke belakang sejauh beberapa meter. Kekuatan Aenos tentu saja tidak bisa dianggap enteng begitu saja.
Feign menatap ayahnya yang jatuh dengan pandangan kaget, dia lalu menoleh ke arah Nael dengan heran.
"Ughh apakah aku mendorong dengan keras??" Ucapnya dengan nada polos yang khas.
"Beraninya kamu!" Teruak Eugin dengan nada marah yang kental pada suaranya.
Kemarahannya dengan nada suara beberapa oktaf lebih tinggi hampir membuat semua orang dalam ruangan terlonjak kaget seketika.
"Ya benar! Lalu kenapa jika aku berani? Apakah kamu tidak terima?"
Tantang Feign keras.
Biarkan saja semuanya berantakan! Karena dari awal sebenarnya hubungan ini sudah tidak ada lagi harapan. Semuanya sudah pupus semenjak Crux terus memprovokasi ayahnya dan membuat ayahnya juga merasa semua ini salah darinya.
Feign tidak ingin lagi berhubungan dengan mereka, dan membuat dirinya terjebak lagi dalam perkumpulan toxic ini. Mungkin rasi bintang yang dia lihat kemarin adalah jawaban dari pertanyaanya kemarin, yang artinya kebebasan dalam hidup.
"Sepertinya tuan kita yang satu ini masih sangat berani melawan tetua kita" Crux berkata tiba-tiba lagi, "Lagi pula, klan tidak akan keberatan bukan memaafkan Feign dan memberi dia kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya?" Lanjut Crux dengan nada dipanjang-panjangkan.
Feign menatap Crux dengan pandangan nyalang di matanya. Crux sialan itu tidak bisa berhentikah membuat suasana semakin panas hanya karena perkataannya itu?
Ini bahkan lebih tidak menyenangkan daripada temannya yang suka menyombongkan diri itu.
Levelnya bertahan hidup dalam permainan kata benar-benar membuat Feign tercengang. Sungguh orang seperti ini bukanlah orang baik sama sekali. Kalau bisa mesti dihindari sesegera mungkin!
"Bisakah kamu diam!" Teriak Eguin dengan marah. Dia sedang tidak dalam mood untuk menghadapi orang lain. Meski dia tahu orang ini terus saja memprovokasi dirinya, tapi dia sendiri tahu. Anaknya memang salah.
Akan lebih baik jika anaknya itu segera berlutut dam meminta maaf pada tetua utama segera!
"AYAH KATAKAN SEKALI LAGI SEGERA MINTA MAAF DAN AKUI KESALAHANMU SESEGERA MUNGKIN" Eguin berkata sembari menekankan setiap kalimat dengan nada marah. Matanya melotot sembari menatap anaknya dengan tatapak yang mengatakan 'Segera minta maaf pada tetua suku segera'
Sang ibu, Frenchie segera tersenyum paksa menghadap ke arah anaknya itu. "Feign ayo segera minta maaf dan kita pulang segera ke rumah oke"
Tentu saja Feign segera melayangkan pandangan menolak. Rumah yang dimaksud jelas saja rumah ayah dan ibunya. Namun sayangnya dia sudah pindah menuju gubuk pribadinya di pinggir hutan.
Bahkan dirinya hanya sesekali mengunjungi rumah kedua orangtuanya itu. Meski ayahnya sering berkomentar tentang rumah kecilnya yang tidak layak dianggap rumah, Feign selalu merasa rumahnya segalanya.
Dia membangunnya perlahan-lahan tanpa bantuan sang ayah yang jelas saja tidak mendukung pilihan karirinya sebagai tenaga kesehatan. Meski pekerjaannya tidak banyak menghasilkan uang, dirinya tetap menyukainya hingga saat ini. Tidak banyak Centaurus yang sangat pintar di ilmu kesehatan, mereka cenderung lebih pintar di bidan astronomi atau ramalan.
"Tidak bu. Aku sudah cukup muak sebenarnya, semua hukuman yang akan aku dapatkan itu tidak akan lagi ada hubungannya dengan kalian. Jadi kamu tidak perlu bersedih ini tidak akan mempengaruhi pilihan karirmu"
Frenchie mengerutkan kening dengan tidak suka. Anaknya itu jelas saja bukan sosok membangkang seperti saat ini, meski dia kadang keras namun Feign selalu menuruti apa yang dia inginkan.
Kenapa tiba-tiba memberontak seperti ini?
Seketika dia melihat Nael, pemuda yang menjadi teman anaknya itu dengan tatapan tidak suka. Dari awal sejak mereka berteman dia sudah tidak suka melihatnya, seorang pemuda dari kementerian. Frenchie sangat membenci dengan yang namanya kementerian, organisasi dengan kedok mengatur keseluruhan dunia bawah. Itu jelas saja pembohongan besar.
Underworld bukanlah milik Hades. Hades hanyalah penjaga Tartaros.
Dan apa-apaan menjadikan dia penjaga seluruh dunia bawah?
"Berhenti" Tetua klan utama menatap keluarga yang satu ini dengan marah. Perebutan drama keluarga jelas tidak aneh, tapi kenapa harus membuat semua orang melihat mereka?
Jelas saja ini aib keluarga kenapa menyebarkannya secara luas? Tetua klan memandang Eguin dengan marah.
"Feign kamu diusir dari klan. Jangan injakan kaki lagi di sini sebelum kamu menyadari apa yang kamu lakukan itu salah"