"Lalu katakan apa yang sebenarnya telah terjadi!" Tetua klan berkata dengan nada marah.
Semua orang dalam aula menatap kedua orang ini dengan pandangan serius. Di sana
berdiri Nael dan Feign yang masih dalam kondisi mengenaskan berdiri di hadapan para tetua klan.
Baju putih milik Nael membuat penampilan sakitnya terlihat jelas. Matanya menatap depan dengan pandangan bingung dan marah.
Kenapa dia harus berdiri di aula klan dengan tatapan menuduh menghujaminya? Apa yang terjadi hingga dia berdiri linglung menatap ke arah kerumunan yang mungkin sedang memarahi dirinya?
Crux segera maju ke depan dengan postur penuh dengan kepercayaan diri. Matanya yang berwarna abu-abu menatap dua orang yang sedang diadili dengan pandangan mata puas dan penuh perhitungan.
Kaki kudanya segera melangkah dengan tegas membuat beberapa Centaurus segera membuka jalan bagi dirinya sendiri untuk maju, "Lapor tetua mereka telah ditemukan di salah satu kediaman Feign, kemungkinan besar ini tidak hanya sehari pria aneh ini datang ke kediaman Centaurus. Sungguh disayangkan pula mengingat fakta, manusia ini datang tanpa pemberitahuan"
Nael merasa bodoh sejenak. Jika dia tidak lupa, dirinya barusan terbangun dari tidur panjangnya dan harus menghadapi semua ini dengan tiba-tiba! Kepalanya yang awalnya baik-baik saja pun terasa sangat menyakitkan saat ini.
Kenapa nasibnya seburuk ini?! Bukankah dia hanya pasien yang terbangun dari tidur panjangnya bukan? Lalu apa yang dia lakukan dengan berdiri bodoh di aula untuk mengadili dirinya sendiri?
Nael merasa sangat lelah seketika badannya beluk sepenuhnya sembuh sebenarnya, dan ada rasa sakit yang datang berkedut-kedut pada bekas luka anak panah di lengan kirinya.
Untuk beberapa saat Nael merasa dia seakan-akan ingin pingsan kembali!
"Berita apa yang kamu sampaikan dengan begitu lancang pada orang banyak Crux?? Mengkesampingkan kesalahan yang baru saja aku perbuat, apakah ada dasar kemanusia—"
Ucapan Feign terputus seketika, Crux segera menyelanya dengan pandangan mengejek, "Tapi kamu membiarkan gerbang terbuka tanpa izin tetua bukanlah hal yang baik! Tidakkah kamu menghormati pemimpin klan ini" Tanyanya dengan tatapan menantang.
Feign tidak bisa berkata-kata selama beberapa saat. Seakan memang dia telah melakukan hal itu, dan tidak ada lagi ruang penolakan.
Ketua klan menoleh ke arah Feign dengan pandangan berat, "Apakah kamu benar-benar tidak menghormati diriku sebagai ketua klan yang sah?!"
Menghadapi pandangan penuh selidik yang diarahkan padanya membuat dia membeku seketika. Aura ketua klan jelas saja bukan aura biasa, jika mau pun ketua klan bisa membuatnya bertekuk lutut dalam sekali perintah
"Aku tidak bilang bukan berarti tidak menghormati" Jawabnya dengan nada lebih keras.
Semua orang menatap perdebatan itu dengan mata penasaran.
Curx memiliki status tinggi di mata para Centaurus saat ini, siapa yang tidak suka orang yang bekerja keras dan penuh dengan perhitungan? Sementara di sisi lain ada Feign, salah satu anak dari tujuh tetua klan yang mereka hormati.
Yang satu telah menjabat sebagai ketua pimpinan keamanan, dan yang satunya lagi termasuk ahli pengobatan yang baik selama ini.
Melihat mereka berdua ribut dan saling membalas saja sudah termasuk aneh dan tidak mungkin. Karena keduanya saja bersinggungan bisa dibilang sangat jarang!
Siapa yang menyangka akan ada adegan di mana mereka berdua ribut dan terlibat dalam perselisihan?
"Lalu perilaku apa yang pantas untukmu karena melakukan kejahatan ini?" Curx membalas dengan nada sarkas yang kental dalam suaranya.
"Kejahatan??" Feign berteriak dengan nada tidak terima. Kenapa ini tiba-tiba menjadi kejahatannya? Apakah orang-orang ini buta dan mengabaikan pertolongan orang lain?
Kesalahan besar apa yang membuat dirinya dicap jadi penjahat tanpa ragu-ragu? Feign kali ini benar-benar membenci orang ini!
"Yah benar. Ini bisa dianggap sebagai kejahatan tingkat tinggi! Bukankah begitu tetua?" Crux memberi pandangan misterius kepada tetua utama.
"Ya benar. Apa yang kamu lakukan barusan bisa dianggap sebagai pelanggaran tingkat tinggi. Perlu hukuman serius jika kamu tidak berinisiatif untuk meminta maaf" Tetua klan berkata dengan senyum datar di wajahnya. Tentu saja tetua tahu apa yang dimaksud oleh Crux barusan.
"Aku tidak merasa melakukan sesuatu hingga pantas dicap sebagai penjahat. Menjadi pahlawan yang dihormati semua orang bukan berarti kamu berhak menunduh orang sembarangan dan mengatakan sesuatu yang jelas-jelas bisa disalahpahami orang banyak!"
Feign menatap ke arah ketua klan tanpa rasa takut sekalipun. Dia tahu bahwa ketua klan sangat tidak suka apa bila perkatan yang dia ucapkan disangah begitu saja.
Perkataannya tadi mungkin saja membuat tetua klan marah besar padanya nanti. Dan itu akan berimbas pada orangtuanya. Karena ayah ibunya pasti akan datang dan memaksa dirinya untuk meminta maaf!
Dan Feign tidak suka itu. Siapa meraka hingga dia harus selalu tunduk pada kuasanya? Hukum centaurus tidak mengatakan tentang penguasa yang mesti dihormati meski mereka adalah penguasa besar.
Penguasa tidak akan dengan mudah menghukum orang tanpa tahu kebenaranya dahulu.
Dan dia seharusnya tidak dihukum karena profesinya yang mengharuskannya menghadapi banyak makhluk tanpa pandang bulu.
Dan Nael termasuk pasiennya, Feign punya kewajiban untuk menyelamatkan temannya itu! Meski dirinya berbuat kesalahan, ada satu nyawa yang berakhir parah jika dia tidak menyelamatkannya!
Suasana tampak hening seketika, hingga ada suara pintu terbuka dengan keras.
Dua orang Centaurus pria dan wanita paruh baya segera datang membuka pintu.
Feign menarik nafas dengan sesak. Sudah di duga siapa mereka. Dirinya tentu saja tidak kaget melihat dua orang yang sangat menyukai wajah ini datang dengan raut marah.
Rambutnya tampak putih, dengan kerutan yang khas di bawah matanya. Matanya mungkin tampak sayu namun masih ada tekad kejam dan berpendirian ketika Feign melihatnya.
Usianya terlihat seperti usia 50 hingga 60 tahun dari dunia manusia. Namun itu tidak mengurangi bekas kecantikan muda mereka yang menggelora. Feign mengakui, gennya yang tampan jelas saja berasal dari siapa.
Centaurus wanita berdiri di sebelahnya dengan rambut panjang di gulung hingga pundaknya. Ada tanda tato berupa anak kecil yang sedang menembakan panahnya. Ada beberapa helai rambut yang berantakan di keningnya, yang malah membuat dirinya tampak lebih anggun.
Feign tentu saja tahu siapa mereka, mereka adalah orangtuanya, orang yang dianggap sebagai salah satu dari tetua klan ini.
"Apa yang kamu lakukan di sini Feign! Barusan beberapa Centaurus datang dan mengatakan kamu ditangkap dan diadili di aula klan! Apa yang terjadi di sini" Ayahnya berkata sembari melihat sekeliling dengan pandangan tajam.
Crux segera maju, dia berkata dengan sinis, "Putramu melakukan kesalahan, tidakkah kamu mengira itu? Semua kejahatan yang dia lakukan bukan hanya merugikan satu atu dua orang saja. Melakukan satu klan"
Ayah Feign mengerutkan kening, dia menatap ke arah Feign dengan pandangan marah.
"Kali ini apa yang kamu lakukan lagi!" Tanya sang ayah dengan nada marah.
"Apa?! Aku tidak melakukan apa-apa" Balas Feign dengan sengit.
"Lalu kalau kamu tidak melakukan itu, lalu apa yang kamu lakukan hingga ditahan di aula pengadilan?! Apalagi yang ingin kamu lakukan?!"
Feign memerah mendengarnya, ini bukan pertama kalinya dia merasa diperlakukan seperti ini. Seakan kebaikannya menolong makhluk lain tidak ada artinya bagi mereka. Dan semua itu dianggap sebagai kejahatan besar.
"Aku hanya menolong temanku saja! Apakah ada yang salah denganku?! Dia terluka dan aku punya kewajiban untuk menolong makhluk yang terluka! Lalu ada apa dengan kebaikan yang dianggap kejahatan ini" Nadanya melirih. Dia melihat ke depan dengan pandangan kecewa dalam matanya.
Tidak ada orang yang tidak kecewa diperlakukan seperti itu. Apalagi dituduh oleh orangtuanya sendiri. Feign merasa pahit seketika, kenapa dia tidak bisa melakukan sesuatu dengan landasan kebaikan hatinya?
"Kamu melakukannya di saat klan kita saja sedang dalam posisi tidak menguntungkan! Bahaya bisa datang kapan saja dan kamu melakukan itu dengan mudah tanpa rasa dosa?"
Crux membalas segera. "Apakah nyawa seluruh klan tidak sebanding dengan satu nyawa manusia? Apakah kamu tidak berpikir seperti itu?"
"Apa-apaan ini! Aku datang dengan kondisi terluka karena itu aku mencari salah satu temanku di sini, lalu kenapa semua kesalahan kamu timpakan semuanya padanya?" Teriak Nael tidak terima.
"Demi Hades aku benar-benar terluka sebelumnya, aku seorang pasien yang butuh pertolongan lanjut. Dan kamu dengan begitu mudahnya mengatakan penolongku sebagai penjahat yang mesti diadili secepatnya? Di mana kah hati nurainimu berasal"
***
"Aku minta maaf membuatmu terlibat dalam hal-hal seperti ini!" Ucap Nael meminta maaf. Dia merasa sangat bersalah telah membuat Feign berada dalam masalah terutama yang berhubungan dengan klannya hanya karena dirinya yang dituduh menerobos masuk ke dalam klan tanpa izin!
Nael bahkan ikut sedih setelah melihat wajah Feign yang tidak bersemangat hidup! Bahkan ada pancaran kecewa dan kesedihan yang menumpuk menjadi satu.
Dia tahu benar rasanya kecewa karena tidak diinginkan dan merasa tidak berguna dalam beberapa aspek yang dianggap mudah.
Mungkin kecewa, dan sakit hati yang berkumpul menjadi satu. Semuanya penuh dengan keraguan akan dirinya sendiri yang dicap tidak berguna.
Mungkin itulah yang dialami temannya saat ini. Feign jelas saja merupakan orang yang pintar, sayangnya dia harus hidup di lingkungan toxic yang justru membuatnya tidak dapat maju dengan mudah.
Mengingat orangtua Feign sendiri bukanlah orangtua lunak yang dengan mudah memaafkan anaknya yang berbuat kesalahan. Mereka sangat keras dengannya sejak kecil.
Feign padahal punya beberapa harapan dalam hatinya, berharap apa yang mereka lakukan mungkin demi dirinya. Namu peristiwa beberapa saat lalu seakan menampar apa yang dia harapkan.
"Tidak apa-apa. Hanya sedikit tidak percaya saja. Aku akan menerima semuanya dalam beberapa hari, dan setelah itu aku berharap menjalani kehidupan seperti biasanya" Jawabnya dengan lemah.
Dia akan sangat bahagia jika bisa menjalani kehidupan yang dia inginkan sejak dulu. Santai dan tidak banyak tekanan namun penuh dengan rasa kebahagiaan akan memiliki sebuah rumah yang dia inginkan.
Tidak perlu hidup dengan jabatan tinggi, atau privillege yang istimiwa. Feign hanya butuh sebuah lingkungan dengan tetangga yang ramah dan punya rumah dengan kondisi yang hangat dan tentram. Lalu dia akan menikmati secangkir teh di pagi hari dan seteguk kopi di malam hari.
Feign bisa melihat matahari terbit ataupun ketika senja datang silih berganti. Teropong Astronomi di balkon dan beberapa buku dengan rak setinggi langit-langit yang akan menemani dirinya untuk melihat bintang dikejauhan.
"Aku akan pergi mencari jalan keluar dari hutan mistis ini, apakah kamu mau pergi bersamaku nantinya? Kementerian akan menerimamu bekerja di sana" Ujarnya.
Lalu dia buru-buru berkata, "Tinggal di kementerian tidak seburuk itu! Ada beberapa hal menyenangkan yang bisa kamu dapatkan di sana"
Nael paling tahu Feign bukanlah sosok yang tidak mudah beradaptasi. Feign sosok yang baik dan ceria. Lingkungan kementerian sejatinya cocok untuk dirinya yang bisa berbaur dengan mudah.
Dia mengingat pertemuan berpuluh-puluh tahun yang lalu. Nael yang tersesat dan tidak sengaja membuat masalah dengan klan asli hutan mistis hampir saja mati untuk yang kedua kalinya apabila Feign tidak datang untuk menyelamatkan dirinya!
Mungkin setelah itu banyak pertemuan yang tidak dia duga justru membuat dirinya bisa berteman dengan Feign hingga saat ini.
Feign yang selalu penasaran akan dunia luar. Feign yang penasaran untuk segala jenis alat menarik yang dia punya. Baginya Feign memiliki rasa penasaran yang tinggi pada benda-benda menarik di sekitarnya.
"Apakah aku benar-benar bisa tinggal di sana?"