Kirigan membimbingku keluar dari ruangannya. Langkah kami pelan, namun setiap gerakannya terasa penuh kuasa, seolah setiap ruangan yang kami lewati mematuhi kehendaknya.
Aku mengamati sekelilingku, masih tak bisa percaya pada apa yang baru saja terjadi. Rumah ini, meskipun tampak seperti sebuah istana, terasa begitu... menenangkan. Hiasan-hiasan kuno dengan ukiran kayu yang rumit menghiasi dinding, sementara lantai marmer yang mengkilap menciptakan kesan elegan yang menyelubungi seluruh ruang.
Ruangan-ruangan besar dengan langit-langit tinggi dipenuhi dengan lukisan-lukisan klasik, menambah kesan tua dan berkelas pada tempat ini. Semuanya terkesan sempurna, seperti rumah yang dimiliki keluarga-keluarga dengan kekayaan turun temurun. Tidak ada yang aneh, tidak ada yang mencurigakan—hanya