Aku tidak tahu sudah berapa lama aku berendam dalam air hangat itu, membiarkan para pelayan menggosok tubuhku dengan sesuatu yang wangi dan menenangkan. Tubuhku terasa enteng, seperti melayang—seperti bukan tubuhku sendiri.
Begitu aku selesai mandi, mereka membungkusku dengan handuk tebal, mengeringkan rambutku dengan hati-hati. Lalu, sebuah gaun baru disodorkan padaku: berwarna biru muda lembut, bermotifkan bunga-bunga kecil yang nyaris seperti lukisan. Gaun itu ringan, bertali tipis di bahu dan bagian punggungku terbuka, memperlihatkan kulitku yang masih terasa hangat akibat mandi.
Aku membiarkan mereka menggerai rambutku, lalu mengikat setengahnya ke belakang dengan pita kecil berwarna sama dengan gaunku. Semua terasa begitu aneh... seperti aku sedang dipersiapkan untuk sesuatu, padah