Aku membuka mata perlahan, cahaya matahari yang lembut masuk melalui jendela besar, menyinari ruangan dengan sinar keemasan. Seluruh tubuhku terasa lemas, namun anehnya, aku merasa... aman? Tidak ada rasa takut yang biasa mengintai setiap langkahku, hanya kebingungan yang perlahan merayapi pikiranku. Aku menatap langit-langit ruangan yang begitu mewah, dengan hiasan yang begitu indah, tetapi semuanya terasa asing.
Aku mengerjap beberapa kali, mencoba menyadarkan diriku, mencoba mengingat apa yang terjadi semalam. Tapi kenangan itu masih kabur. Bayangan darah, jeritan, dan tangan-tangan yang keluar dari kolam darah itu muncul samar-samar. Hati aku berdegup kencang, seakan mencoba mengingatkan diriku akan sesuatu yang sangat penting. Tapi, tak ada yang bisa kugenggam.
Aku merasakan sesuatu