Di dalam mobil hitam yang melaju tanpa suara di bawah langit malam, Kirigan duduk diam di kursi belakang, jari-jarinya mengetuk perlahan pada lututnya. Di sampingnya, Viktor fokus menatap ke depan, tangan di kemudi, menjaga kecepatan tetap stabil. Di balik jas elegan yang membalut tubuhnya, hawa dingin tetap memancar dari Kirigan—matanya kelabu kosong, rahangnya mengeras sejak perintah terakhir keluar dari bibirnya.
Ponselnya bergetar tiba-tiba di dalam saku.
Kirigan menjawab tanpa ragu, hanya suara napasnya yang terdengar beberapa detik sebelum suara dari seberang menyusup seperti pisau ke dalam kepalanya.
“Boss... mereka sudah mulai ritual. James Cosser... Damien... dan Sasha Romano... mereka semua sudah dibunuh.”
Hening. Dunia seakan berhenti.
Kirigan menutup matanya sejenak, rahan