Suara pintu besi terbuka kembali, kali ini diiringi langkah-langkah berat dan tergesa. Salah satu dari pemburu berjubah masuk, wajahnya tersembunyi di balik topeng kelinci yang kini ternoda darah di bagian dagunya.
Ia berbisik pada salah satu tetua, suaranya terdengar cukup pelan namun cukup jelas untuk ditangkap telinga Aerith yang tajam karena kepanikan.
"James Cosser sudah ditangkap. Sekarang dalam perjalanan ke tempat pembersihan."
Tetua itu menoleh perlahan, lalu mengangguk tanpa emosi. Suaranya dingin dan dalam.
"Bawa dia ke kolam penyucian. Biarkan darahnya membuka jalan bagi anaknya."
Jantung Aerith seketika mencelos.
Tangisnya pecah begitu saja, tubuhnya merosot di dinding kandang besi.
"Ayahku... APA YANG KALIAN LAKUKAN KE AYAHKU?!"
Teriaknya serak dan penuh kepanikan. Je