Tangan Kirigan yang satu mulai bergerak perlahan di sepanjang punggungku, jemarinya mengusap kulitku dengan gerakan lambat yang seolah sengaja dirancang untuk membangkitkan sensasi. Setiap sentuhan terasa lebih dalam dari yang aku bayangkan, ada ketegangan di udara yang membuatku sulit bernapas. Mataku menutup sejenak, merasakan hembusan napasnya yang hangat di leherku, dan saat itu dia mulai mainkan tali gaun tidurku yang melorot di belakang. Satu gerakan lembut, menuntunku semakin dekat dengannya, dan aku tak bisa menahan diri.
Tangan Kirigan yang lain meraih jemariku, memainkannya dengan lembut, sentuhan itu hampir tidak terasa tapi begitu intim. Aku bisa merasakan getaran halus di dalam diriku, tubuhku semakin menghangat. Hati kecilku berdebar cepat, setiap sentuhan seolah membawa kam