Aku bisa merasakan tarikan napas Kirigan yang berat di kulitku, seolah dia menahan dirinya untuk tidak segera melahapku. Tali gaun tidurku jatuh sepenuhnya dari bahuku, membuat kain tipis itu melorot perlahan, menyisakan kulitku yang terekspos di bawah sorotan lembut cahaya perapian.
Tangannya menjalar di sepanjang lenganku, turun ke pinggangku, menahan keras keinginannya untuk merobek semua batas yang tersisa. Jemarinya yang kuat namun sabar itu seperti melukis di atas kulitku, membangkitkan getaran kecil di setiap sentuhan. Aku bisa merasakan betapa panas telapak tangannya saat menyentuh punggung telanjangku, menarikku semakin melekat ke dadanya.
"Aerith..." bisiknya lagi, nyaris seperti sebuah doa yang terengah di bibirnya, suaranya berat, serak, penuh dengan rasa lapar yang disembuny