*BAB 5: Pertemuan yang Tidak Terduga*
Lisa merasa seperti terkejut melihat Dika di studio seni. Dia tidak tahu apa yang Dika lakukan di sana, tapi dia tidak bisa menghindari perasaan marah dan sakit.
"Aku tidak percaya kamu ada di sini," kata Lisa, suaranya sedikit bergetar.
Dika tersenyum. "Aku juga suka menggambar, Lisa. Aku tidak tahu bahwa kamu ada di sini," kata Dika.
Lisa merasa seperti tidak tahu harus bagaimana. Dia tidak tahu apakah dia harus berbicara dengan Dika atau tidak.
Rina memegang tangan Lisa. "Aku ada di sini untukmu, Lisa. Aku akan mendukungmu apa pun yang terjadi," kata Rina.
Lisa merasa seperti mendapatkan dukungan yang besar dari Rina. Dia tahu bahwa dia bisa menghadapi situasi ini dengan bantuan Rina.
"Aku tidak tahu apa yang kamu lakukan di sini, Dika," kata Lisa. "Tapi aku tidak ingin berbicara denganmu tentang hal ini sekarang."
Dika mengangguk. "Aku mengerti, Lisa. Aku hanya ingin berbicara denganmu tentang apa yang terjadi," kata Dika.
Lisa merasa seperti tidak percaya. "Apa yang kamu ingin bicarakan? Kamu sudah memiliki pacar lain, Dika. Apa yang kamu ingin katakan padaku?" tanya Lisa.
Dika terlihat sedih. "Aku tahu aku salah, Lisa. Aku ingin meminta maaf padamu," kata Dika.
Lisa merasa seperti tidak tahu harus bagaimana. Dia tidak tahu apakah dia harus memaafkan Dika atau tidak.
Rina memegang tangan Lisa lebih erat. "Aku ada di sini untukmu, Lisa. Aku akan mendukungmu apa pun yang terjadi," kata Rina.
Lisa merasa seperti mendapatkan dukungan yang besar dari Rina. Dia tahu bahwa dia bisa menghadapi situasi ini dengan bantuan Rina.
"Aku tidak tahu apakah aku bisa memaafkanmu, Dika," kata Lisa. "Tapi aku ingin tahu apa yang kamu ingin katakan."
Dika mengangguk. "Aku hanya ingin mengatakan bahwa aku menyesali apa yang terjadi, Lisa. Aku tidak ingin menyakitimu," kata Dika.
Lisa merasa seperti tidak tahu harus bagaimana. Dia tidak tahu apakah dia harus memaafkan Dika atau tidak.
Bagaimana Lisa akan menghadapi Dika? Apakah dia akan memaafkan Dika atau masih marah? Upaya cinta Lisa akan berlanjut...
Lisa merasa seperti terjebak dalam situasi ini. Dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan.
Rina memegang tangan Lisa lebih erat. "Aku ada di sini untukmu, Lisa. Aku akan mendukungmu apa pun yang terjadi," kata Rina.
Lisa merasa seperti mendapatkan dukungan yang besar dari Rina. Dia tahu bahwa dia bisa menghadapi situasi ini dengan bantuan Rina.
"Aku akan memikirkan tentang apa yang kamu katakan, Dika," kata Lisa. "Tapi aku tidak tahu apakah aku bisa memaafkanmu."
Dika mengangguk. "Aku mengerti, Lisa. Aku hanya ingin meminta maaf padamu," kata Dika.
Lisa merasa seperti tidak tahu harus bagaimana. Dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan selanjutnya.
* Keputusan yang Sulit*
Lisa merasa seperti terjebak dalam situasi ini. Dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan selanjutnya.
Rina memegang tangan Lisa lebih erat. "Aku ada di sini untukmu, Lisa. Aku akan mendukungmu apa pun yang terjadi," kata Rina.
Lisa merasa seperti mendapatkan dukungan yang besar dari Rina. Dia tahu bahwa dia bisa menghadapi situasi ini dengan bantuan Rina.
"Aku akan memikirkan tentang apa yang Dika katakan," kata Lisa. "Tapi aku tidak tahu apakah aku bisa memaafkan dia."
Rina mengangguk. "Aku mengerti, Lisa. Aku juga tidak tahu apa yang harus kamu lakukan," kata Rina.
Lisa merasa seperti tidak tahu harus bagaimana. Dia tidak tahu apakah dia harus memaafkan Dika atau tidak.
Setelah beberapa saat berpikir, Lisa akhirnya membuat keputusan. "Aku ingin berbicara dengan Dika lagi," kata Lisa.
Rina terlihat terkejut. "Apa? Lisa, aku tidak tahu apakah itu ide yang bagus," kata Rina.
Lisa mengangguk. "Aku tahu, Rina. Tapi aku ingin tahu apa yang Dika ingin katakan. Aku ingin tahu apakah dia benar-benar menyesali apa yang terjadi," kata Lisa.
Rina mengangguk. "Aku mengerti, Lisa. Aku akan mendukungmu apa pun yang terjadi," kata Rina.
Lisa merasa seperti mendapatkan dukungan yang besar dari Rina. Dia tahu bahwa dia bisa menghadapi situasi ini dengan bantuan Rina.
Lisa meminta Dika untuk bertemu dengannya lagi. Dika setuju dan mereka berdua membuat rencana untuk bertemu besok.
Lisa merasa seperti tidak tahu harus bagaimana. Dia tidak tahu apa yang akan terjadi besok.
Tapi dia tahu bahwa dia harus menghadapi situasi ini dengan kepala dingin. Dia harus membuat keputusan yang tepat untuk dirinya sendiri.
Bagaimana Lisa akan menghadapi pertemuan dengan Dika besok? Apakah dia akan memaafkan Dika atau masih marah? Upaya cinta Lisa akan berlanjut...
Lisa merasa seperti tidak sabar menunggu besok. Dia ingin tahu apa yang akan terjadi.
Rina memegang tangan Lisa. "Aku ada di sini untukmu, Lisa. Aku akan mendukungmu apa pun yang terjadi," kata Rina.
Lisa merasa seperti mendapatkan dukungan yang besar dari Rina. Dia tahu bahwa dia bisa menghadapi situasi ini dengan bantuan Rina.
*Pertemuan yang Menentukan*
Hari berikutnya, Lisa dan Dika bertemu di sebuah kafe yang tenang. Lisa merasa sedikit gugup, tapi dia tahu bahwa dia harus menghadapi situasi ini dengan kepala dingin.
Dika sudah menunggu di kafe, dan dia tersenyum ketika melihat Lisa. "Hai, Lisa. Terima kasih sudah mau bertemu denganku lagi," kata Dika.
Lisa mengangguk. "Aku ingin tahu apa yang kamu ingin katakan, Dika. Aku ingin tahu apakah kamu benar-benar menyesali apa yang terjadi," kata Lisa.
Dika mengangguk. "Aku benar-benar menyesali apa yang terjadi, Lisa. Aku tidak ingin menyakitimu. Aku tahu aku salah, dan aku ingin meminta maaf padamu," kata Dika.
Lisa merasa seperti tidak tahu harus bagaimana. Dia tidak tahu apakah dia harus memaafkan Dika atau tidak.
"Aku ingin tahu apa yang kamu pikir tentang kita, Dika," kata Lisa. "Apakah kamu masih ingin bersama denganku?"
Dika mengangguk. "Aku masih ingin bersama denganmu, Lisa. Aku tahu aku salah, tapi aku ingin mencoba untuk memperbaiki kesalahan itu," kata Dika.
Lisa merasa seperti tidak tahu harus bagaimana. Dia tidak tahu apakah dia harus memaafkan Dika atau tidak.
Rina, yang menunggu di luar kafe, menerima pesan dari Lisa. "Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan, Rina. Aku merasa seperti terjebak dalam situasi ini," kata Lisa dalam pesan itu.
Rina membalas pesan itu. "Aku ada di sini untukmu, Lisa. Aku akan mendukungmu apa pun yang terjadi. Kamu harus membuat keputusan yang tepat untuk dirimu sendiri," kata Rina.
Lisa merasa seperti mendapatkan dukungan yang besar dari Rina. Dia tahu bahwa dia bisa menghadapi situasi ini dengan bantuan Rina.
Setelah beberapa saat berpikir, Lisa akhirnya membuat keputusan. "Aku ingin mencoba untuk memaafkanmu, Dika. Tapi aku perlu waktu untuk memikirkan tentang kita," kata Lisa.
Dika mengangguk. "Aku mengerti, Lisa. Aku tidak akan menyerah. Aku akan mencoba untuk memperbaiki kesalahan itu," kata Dika.
Lisa merasa seperti tidak tahu harus bagaimana. Dia tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.
Tapi dia tahu bahwa dia harus menghadapi situasi ini dengan kepala dingin. Dia harus membuat keputusan yang tepat untuk dirinya sendiri.
Bagaimana Lisa akan menghadapi situasi ini selanjutnya? Apakah dia akan memaafkan Dika sepenuhnya atau masih membutuhkan waktu? Upaya cinta Lisa akan berlanjut...