"Sayang, bangun." Goyangan ringan di tubuh Katie membuat wanita itu yang tengah mimpi indah terputus.
"Hmm ...? Kenapa? Kan ini masih pagi," gumam Katie setengah bangun.
"Iya, ini hampir jam enam pagi. Tapi kita sudah sampai, sayang."
Seketika Katie terjaga. Ia menoleh ke sekeliling penjuru. "Ini di mana?"
"Menurutmu?" Salah satu alis Dannis terangkat.
Katie terbingung-bingung, tanpa berlama lagi, Dannis menggendong Katie ala bridal style keluar dari mobil.
"Dannis!" pekik Katie. "Turunkan aku, malu dilihat orang."
Dannis tersenyum geli. "Tidak ada salahnya membopong istri sendiri."
"Iya, tapi kan malu." Terpampang jelas rona merah di kedua pipi Katie.
"Tidak yang perlu dimalukan, sayang. Di sini cuma ada kita," ucap Dannis lembut.
Setelah menikah, Dannis menjadi lembut. Sera