"Dan, aku mau permen yang jual di depan sekolahku dulu." Katie merengek meminta kepada Dannis.
Lelaki itu mendecak. Ia benar-benar harus menahan kekesalannya karena semenjak wanita itu hamil, dia terus meminta yang aneh-aneh.
Bahkan sampai menyuruhnya membuat wine secara langsung di depan matanya.
"Permen yang jual di mini market saja ya?" tanya Dannis dengan sabar.
Katie siap-siap meluncurkan air matanya. "Aku mau yang di depan sekolahku dulu!"
Dannis menghembuskan napas gusar. "Apa bedanya permen di market dan di depan sekolahnya dulu?"
"Tapi sudah jam sepuluh malam," bujuk Dannis.
Mereka yang akan tidur itu, tiba-tiba Katie menganjurkan permintaan untuk membeli permen.
"Tidak mau tahu! Pokoknya mau!" rengek Katie manja.
"Yang, jangan gitu dong. Pasti penjualnya juga sudah