Author POV
sesampainya dikamar, Lisa dituntun sedikit paksaan agar rebahan dikasur.
tidak sabar Aldo, langsung mencium bibir Lisa tanpa aba-aba..
sepersekian menit berciuman. akhirnya terlepas, Lisa menarik napas dalam dalam.
memperhatikan tingkah Aldo yang sudah beranjak menjadi menciumi perutnya.
"Lisa, mas mau sapa anak mas dulu boleh?" tanya Aldo mulai melembut
Aldo mulai membuka kancing baju tidur Lisa dari atas perlahan dan semakin memperlihatkan kedua d**a nya yang terbungkus rapih padat berisi.
"sayang, ayah mau ketemu. baik-baik ya didalam sini, jangan buat ibu sakit dan menangis" Aldo mulai memperhatikan dan mengelus perut Lisa yang sudah menonjol, 1 bulan usianya
"mas?" Lisa memanja kan suara nya
fokus Aldo kembali pada Lisa, diraihnya kembali bibir Lisa, ciuman itu terasa tidak lagi cukup.
tangkupan tangan Aldo sangat pas untuk d**a Lisa yang sintal.
aktifitas pemanasan yang dilakukan sudah dirasa cukup, membuat dua sejoli kembali bertatapan tidak puas.
Aldo melepas kaitan penutup d**a Lisa yang sebetulnya sudah tidak lagi tertutup, disusul dengan Aldo yang melepas celana training nya sendiri.
Lisa melihat Aldo berusaha melepas celana nya pun ikut terduduk melihat kejantanan Aldo disana.
berdiri tegak! laksana tentara yang siap perang.
Lisa ikut melepas celana nya sendiri dengan interupsi dari otak yang mengalir keseluruh tubuh.
Aldo memperhatikan pusat dari Lisa, wajar saja Bagas menggenjotnya terus. inilah yang terlihat, walaupun Lisa tidak bisa dibilang tinggi.
Lisa memiliki perawakan kurus dan serba montok disertai kulit putih dengan jari jari nan jenjang.
rambut yang bilamana digerai akan menunjukan gelombang indah yang rapih.
Lisa, mulai malu dilihat Aldo secara intens. ditutup rapat-rapat paha nya dan menyilangkan tangan nya didada.
didekati nya, wajah beradu nafas sembari kembali dilepaskan tangan yang menyilang didepan d**a.
"aku menyukai semua yang ada padamu Lisa".
dan mulai memperintens kembali jarak mereka, hingga bibir mereka bertautan.
Lisa merasa sungguh bersyukur masih ada yang menerima kondisi nya yang sudah tidak lagi perawan apalagi diposisi ini Lisa sedang hamil juga.
Aldo, teman kecilnya yang difikir sudah tidak akan lagi berjumpa karena perpisahan yang mengharuskan nya menjauh.
jleb!
menunggu sedetik. untuk memposisi kan kenyamanan.
Aldo menarik keluar dan mendorong nya lagi dengan gerakan sedikit cepat.
dipegang nya erat lengan Aldo.
dan Aldo pun berhenti tanpa ingin melepas tautannya.
"mas, pelan-pelan" mengingat janin yang dikandungnya masih dalam kategori rentan.
Aldo menundukkan badannya yang tinggi mengecup puncak kepala Lisa
"maaf sayang, aku akan pelan"
cukup lama mereka bertautan. keduanya pun sudah meluapkan gairah nya, saling menyembur kan benih.
dicabutnya pusaka yang mulai terasa lemas.
Aldo menciumi puncak kepala istrinya, menciumi bibirnya, dan perutnya.
"sayang, maaf ya kalau ayah sedikit kasar" ucap Aldo pada perut Lisa.
tring!
"coba cek mas siapa yang kirim pesan tengah malam" kata Lisa yang sudah membaringkan dirinya pada posisi nyaman.
lelah, ya Lisa lelah atas pergelutan ranjangnya.
Aldo segera mengambil handphone Lisa, Aldo dan Lisa sudah bersepakat untuk saling bicara jika ada yang mengganjal.
(sayang, masa probation ku ternyata cuma 3 bulan. ga sabar mau ketemu kamu)
pesan singkat yang dikirim tersebut, membuat Aldo kesal. di-block nya nomor tersebut tanpa sepengetahuan Lisa.
menyimpan handphone nya kembali disisi ranjang, memeluk Lisa yang sudah menyelimuti dirinya karena dingin terpaan AC.
"Lisa" ucap Aldo
"hmm kenapa mas?" tanya lisa yang matanya sudah tertutup rapat, tapi telinga dan fungsi otak nya masih sadar
"kamu sudah sejak kapan melakukannya dengan Bagas?" kata Aldo
mendengar kata Bagas, Lisa jadi tidak enak terhadap Aldo. karena dirinya hamil, sehingga Aldo lah yang bertanggung jawab atas bayi yang bukan darah daging nya.
"mas tidak akan marah?" kata Lisa membalikkan badannya menghadap Aldo
"untuk apa? sekarang kamu milik mas, anak ini juga anak mas" kata Aldo sembari mengelus perutnya
"sejak 2 SMA, awalnya tidak sampai menyenggol v****a ku mas.. dia hanya mengulum d**a ku, tapi memang dasar setan.. aku terbawa dan dijebolnya" lirih ku
"berarti kalian sudah berhubungan badan 9tahun?" katanya lagi tidak percaya
"iya mas, maaf karena istrimu ini sangat buruk" sendu Lisa
"bukan itu, tapi v****a mu masih menjepit tidak longgar sama sekali" jawab Aldo yang malah fokus dengan hal lainnya
"masa sih mas?"
"iya betul deh, aku masih bisa dapat kepuasan dari kamu dimalam pertama kita sayang. terimakasih ya" ucap aldo
"ohiya habis ngelahirin anak pertamaku. aku mau langsung tambah lagi 1 boleh ya.. aku suka ngeliat perut kamu buncit begini" tambah Aldo