Kini Xynerva tengah berjalan sambil mengangkat sedikit gaunnya yang mengembang, diikuti Mary yang setia ikut melangkah di belakangnya.
Acara ulang tahun sang putri kedua akan dimulai, beberapa tamu tampak sudah masuk ke tempat acara. Putri kedua kerajaan Zephyra yang merupakan kakak kandung Xynerva itu bernama Hera Hosheritya, jika Mary adalah pelayan tercantik, maka Hera adalah putri tercantik di kerajaan Zephyra. Bukan hanya tercantik, Hera bahkan memiliki banyak bakat, seperti menari, memainkan alat musik, dan bisa berbicara dengan tiga bahasa. Putri Hera adalah kebanggaan raja, ratu dan rakyatnya, pantas jika acara ulang tahun sang putri kedua tampak ramai, mereka semua menghormatinya, berbanding terbalik dengan sang adik, Xynerva.
Kedatangan putri ketiga alias Xynerva dan pelayannya di acara ulang tahun putri kedua yang sudah disiarkan oleh sang penjaga membuat semua pasang mata yang ada di tempat itu menoleh, seketika bisik-bisik langsung terdengar.
"Astaga, dia memang bermuka tebal."
"Siapa dia? Gaunnya tampak norak."
"Apakah dia putri ketiga? Rumor tak pernah salah."
"Ada apa dengan warna gaunnya?"
"Wah siapa pelayan itu? Cantik sekali."
"Apakah itu putri ketiga yang buruk rupa? Hahaha."
Saat Xynerva dengan jelas mendengar beberapa bisikan dari tamu undangan, wajahnya otomatis tertunduk menatap sepatunya yang juga berwarna pink senada dengan gaun. Saking senangnya mendengar pangeran Charles akan datang, Xynerva sampai lupa keadaan dirinya yang dipandang buruk oleh semua orang. Melirik ke arah tempat duduk raja dan ratu alias orang tua kandungnya, cukup terkejut walau sudah terbiasa melihat wajah yang tampak malu melihat dirinya menampakkan diri di depan rakyat atau bahkan keluarga kerajaan lain.
Apa yang salah? Xynerva pikir dirinya juga pantas menginjakkan kaki disini, di acara kakak kandungnya sendiri. Kenapa semua orang terlihat seperti tidak menginginkan dirinya hadir? Sampai-sampai Xynerva bisa melihat kakak perempuannya itu mendelik sinis kearahnya.
Putri kedua yang sudah berdandan cantik dan bahagia seketika berwajah masam melihat Xynerva adik buruk rupanya itu menampakkan diri di pesta ulang tahunnya, Hera seketika melihat ke arah ayah dan ibunya yang menatapnya dengan pandangan meminta maaf, Hera mendengus dan melangkah mendekati sang adik, menyambut dengan tujuan agar citranya terlihat baik di hadapan semua orang, ya memang sudah harusnya seperti itu pikirnya.
"Adikku, kau tampak cantik dengan gaunmu. Terimakasih sudah menyempatkan datang ke acara pesta ulang tahunku." Ucap Hera setelah tiba di depan Xynerva yang masih menundukkan kepalanya.
"Ah kak, maaf membuatmu malu." Jawab Xynerva yang terkejut melihat kakaknya sudah berdiri di depannya, posisi Hera yang membelakangi tamu itu di sempatkan untuk mendelik ke arah adiknya.
Ucapan yang manis kontras dengan ekspresi wajahnya yang tampak jijik melihat wajah sang adik yang banyak di tumbuhi jerawat, dengan sedikit menyentuh pundak Xynerva, Hera menuntunnya ke tengah-tengah lautan manusia yang tengah menatap mereka berdua. Bisikan-bisikan akhirnya terdengar kembali.
"Oh putri Hera yang baik hati, kau panutanku!"
"Putri Hera terlalu baik dan murah hati, jika aku yang memiliki adik seperti Xynerva aku pasti akan malu."
"Kau melihat gadis pelayan yang mengikut di belakang? Aku pikir dia lebih pantas menjadi adik putri Hera, wajahnya sedikit mirip."
"Ah kenapa dengan wajahnya itu?"
"Yaampun."
Xynerva menundukkan wajahnya lebih dalam tapi sebuah suara panggilan untuk kakaknya dengan tiba-tiba datang membelai daun telinganya, membuat otaknya menyuruh agar dirinya mendongkak melihat sang pemilik suara. Hatinya langsung menghangat melihat wajah tampan yang menjadi alasan Xynerva semangat datang ke acara ini, jantungnya berdegup kencang, dengan spontan Xynerva melangkah mendekati pangeran Charles yang tampak gagah dengan pakaian khas kerajaan.
"P-pangeran, lama tidak bertemu." Sapa Xynerva terbata menyapa pangeran Charles.
Pangeran Charles yang disapa tiba-tiba akhirnya mengalihkan pandangannya dari Putri Hera ke gadis di sampingnya yang mengenakan gaun pink cerah, warnanya itu sedikit membuat matanya sakit.
Tanpa menjawab sapaan dari Xynerva, pangeran Charles langsung saja mendekat ke arah putri Hera dan mengucapkan selamat serta memberikannya kado sebuah kalung ruby berwarna emerald, sama seperti warna bola mata Hera. Pangeran Charles mengatakan akan pulang cepat karena ada beberapa pekerjaan mendadak di kerajaannya, menjadikannya memberikan dan mengucapkan selamat lebih dahulu dari yang lain.
Hera yang diperlakukan seperti itu lantas tersenyum manis, menambah kadar kecantikannya. Dengan lembut Hera berkata.
"Pangeran, terimakasih sudah menyempatkan waktumu."
"Ah ya, tidak masalah putri." Jawab pangeran, tapi sekelebat pandangan matanya menangkap seorang pelayan yang berdiri di belakang gadis bergaun pink yang terlihat tengah menatapnya intens.
Pangeran Charles lantas mendekati gadis pelayan itu yang tak lain adalah Mary.
Mary yang merasa didekati oleh pangeran Charles dengan segera menundukkan tubuhnya tanda hormat, setelah selesai Mary dengan berani menatap kedua mata pangeran tanpa ragu dengan senyum manis yang sudah terpasang di wajah cantiknya.
Pangeran Charles tiba-tiba terpesona, kecantikan natural dari gadis ini membuat dadanya berdebar kencang.
Hal lain dirasakan oleh Xynerva yang melihat kejadian itu dari awal, pikir Xynerva tidak boleh membenci Mary hanya gara-gara ini, Mary patut disukai karena memang wajahnya cantik, tidak sepertinya.
Tapi Xynerva membulatkan tekad, dirinya akan membuat perhatian pangeran Charles hanya untuknya. Dengan keberanian yang entah dari mana datangnya, Xynerva menghalangi pangeran Charles yang terlihat akan berjalan lebih dekat ke arah Mary, pelayannya.
"Kau siapa?" Tanya pangeran Charles dengan pandangan marah, beraninya gadis ini menghalangi jalan seorang pangeran sepetinya, gadis buruk rupa ini.
"P-pangeran, aku putri Xynerva yang akan dijodohkan denganmu." Ucap putri Xynerva, kedua tangannya terlihat akan memegang tangan pangeran di hapadannya.
"Pergilah dari hadapanku." Usir pangeran Charles dengan tangan yang berusaha menghindar dari pegangan yang akan dilakukan oleh Xynerva.
Beberapa tamu tampak mencemooh tindakan tidak tahu malu Putri buruk rupa kerajaan Zephyra, menggoda pangeran Charles yang tampak sempura dengan wajahnya itu, beberapa putri yang berwajah cantik bahkan tidak berani.
"Dasar tidak tahu malu."
Itulah salah satu kata dari banyaknya kata yang keluar dari mulut-mulut tamu yang menghadiri pesta ulang tahun putri kedua.