Sabelle datang ke tempat pertemuan dengan tiga pertanyaan yang telah ditulis malam sebelumnya. Ia memilih meja yang tidak langsung menghadap jalan. Peter sudah menunggu, tetapi tidak berdiri terlalu dekat ketika menyambutnya. Mereka memesan minuman, lalu membiarkan pelayan menyelesaikan pekerjaannya sebelum membicarakan hal yang membuat keduanya tidak menyentuh cangkir selama beberapa menit pertama.
'Aku mendengar kendaraan mengerem kemarin,' kata Sabelle. 'Tidak ada kecelakaan baru. Aku baik-baik saja untuk berbicara sekarang. Tapi bunyinya membuatku mengingat hari ketika mobilku menabrak pohon.'
Peter mengangguk tanpa mengatakan ia mengetahui persis bagaimana rasanya. Sabelle memperhatikan tangannya bergerak sedikit di atas meja, kemudian berhenti. Ia tidak ingin menebak jawaban dari gerakan tersebut. Terlalu banyak percakapan mereka dahulu berlangsung dengan setengah kalimat yang diisi oleh ketakutan masing-masing. Kali ini ia membawa pertanyaan supaya tidak kehilangan apa yang memang ingin diketahuinya.
Ia mengatakan melihat Peter sebelum benturan. Itu bukan pengetahuan baru yang muncul dari berita atau seseorang yang mengaku saksi. Ia mengingatnya sejak bangun di rumah sakit, meskipun tidak pernah membicarakan seluruhnya. Waktu itu putranya juga membutuhkan perhatian, sementara dirinya ingin percaya bantuan Damien telah menutup semua hal yang perlu diketahui tentang kejadian tersebut.
'Aku tidak mengatakan kau menyebabkan kecelakaanku,' lanjutnya. 'Ada kendaraan yang menyerempet dari kanan. Aku sudah lelah dan perhatianku terpecah. Tapi aku ingin tahu apakah kau memang masih ada di kota hari itu.'
'Aku masih di sini,' jawab Peter. 'Aku belum berangkat ke New York pada waktu itu.'
Sabelle membiarkan jawaban tersebut berada di antara mereka. Pada pertemuan pertama setelah bertemu kembali, Peter telah menjelaskan bahwa rencana penerbangan pada malam ia menandatangani pekerjaan berubah. Mendengar kepastian mengenai hari kecelakaan tetap terasa berbeda. Dahulu Anne menyebut keberangkatan seolah sudah terjadi, dan Sabelle membawa kebohongan tersebut melewati hari-hari berikutnya tanpa kesempatan memeriksa.
Peter mengatakan catatan perjalanan yang pernah diminta melalui pengelola pekerjaannya telah ditemukan. Bukan rekaman lengkap setiap gerakan atau bukti yang dapat menjelaskan semua percakapan. Yang tersedia adalah catatan pengaturan keberangkatan serta perubahan jadwal. Ia dapat menunjukkan bagian yang berkaitan bila Sabelle ingin melihat, tetapi tidak akan meletakkan kertas di meja sebagai cara menghentikan pertanyaannya.
'Aku ingin melihatnya nanti,' kata Sabelle. 'Sekarang aku ingin kau menjawab dulu.'
Ia menanyakan apakah selama penundaan itu Peter pernah berusaha mengetahui bagaimana mereka menjalani hari. Lelaki itu menjawab bahwa ia tidak datang ke rumah atau menghubungi keluarga untuk memastikan keadaan. Pertanyaan tersebut tidak tercantum pada kertas, tetapi bagi Sabelle penting membedakan tertahannya sebuah perjalanan dari keinginan pulang. Suaminya masih berada dekat secara jarak, sementara dirinya terus dipaksa menerima cerita bahwa mereka telah dipisahkan keberangkatan.
'Jadi kau mempunyai waktu di sini, bukan hanya kesempatan sesudah sampai di sana.'
'Ya. Aku tidak menggunakan waktu itu untuk kembali kepada kalian.'
Sabelle mengangguk perlahan. Itu jawaban yang menyakitkan, tetapi setidaknya tidak mengubah penundaan penerbangan menjadi masa ketika Peter diam-diam telah berusaha menjadi suami yang hadir.
Peter menggeser tangannya dari tas. Ia mengakui bahwa dokumen dapat membantu waktu perjalanan, tetapi tidak dapat berbicara menggantikannya. Ketika Sabelle menanyakan apakah ia melihat kendaraan yang menabraknya, Peter meminta agar mereka membahas urutan satu demi satu. Ia tidak ingin mengaku mengetahui sesuatu yang terjadi di luar pandangannya hanya karena kini diminta memberi penjelasan.
Sabelle memandang kertas pertanyaannya. Yang pertama tentang keberadaan Peter di kota sudah terjawab. Yang kedua bukan tentang siapa pengemudi kendaraan lain. Ia tidak mempunyai ciri yang cukup jelas untuk mengejar seseorang setelah tiga tahun. Pertanyaan itu tentang ingatan yang muncul ketika kesadarannya mulai hilang: pintu kendaraan, seseorang mendekat, serta wajah yang begitu dikenal sehingga rasa takutnya sempat berubah menjadi kelegaan.
'Aku juga mengingatmu lebih dekat,' ujarnya. 'Bukan hanya sebelum benturan. Aku tidak tahu bagian mana yang benar-benar kulihat dan bagian mana yang tercampur ketika kepalaku terluka.'
Peter menunduk, lalu kembali menatapnya. Ia menanyakan apakah Sabelle ingin meneruskan percakapan saat itu atau mengambil jeda. Pertanyaan tersebut tidak terdengar seperti upaya mengganti topik, tetapi Sabelle tetap menjelaskan bahwa jeda tidak boleh dipakai untuk meninggalkan jawaban. Ia telah menunggu terlalu lama dengan dugaan yang tidak pernah diperiksa.
'Aku mau mendengar,' katanya. 'Kalau perlu berhenti, aku akan bilang sendiri.'
Mereka meminta minuman hangat ditambah tanpa memesan makanan untuk memperpanjang waktu dengan kesibukan yang tidak diperlukan. Pelayan pergi, dan suara ruangan kembali menjadi latar. Peter mengatakan ada bagian dari hari itu yang seharusnya disampaikannya lebih dahulu, bukan menunggu Sabelle kembali mengalami ketakutan karena bunyi kendaraan di jalan.
Sabelle merasakan kemarahan datang sebelum mengetahui isinya. Selama ini Peter dapat berbicara tentang terlambat, malu, serta pilihan meninggalkan keluarga dalam kalimat yang tampak lengkap. Kini ada satu bagian lagi yang belum disebut. Ia menanyakan apakah hal tersebut berkaitan dengan Damien. Peter mengatakan ia tidak bermaksud menyalahkan lelaki itu atau mengubah bantuan yang memang telah diberikannya.
'Damien mengatakan dia menemukan aku sudah di luar kendaraan,' kata Sabelle. 'Dia memanggil ambulans. Itu yang kuketahui darinya sejak dulu.'
'Aku tidak punya alasan mengatakan dia berbohong tentang itu.'
Sabelle meletakkan kertasnya di meja, tidak lagi memegangnya terlalu erat. Ia mengingat Damien datang dengan bunga, berbicara kepada Shalter, dan membantu keluarganya pulang pada hari berbeda. Tidak adil menarik semua kebaikan itu ke dalam dugaan hanya karena ada lubang dalam ingatannya sendiri. Apa pun yang akan diceritakan Peter harus berdiri sebagai keterangannya, bukan tuduhan baru kepada orang yang selama ini hadir.
Peter mengatakan ia perlu menjelaskan apa yang dilihat serta dilakukannya sendiri, kemudian bagian yang tidak diketahuinya. Sabelle mengangguk. Pertanyaan ketiganya masih terlipat di bawah jemari: bila Peter memang dekat hari itu, mengapa sesudahnya ia tetap menghilang? Ia belum mengucapkannya karena jawaban yang kedua belum selesai. Namun ia tahu pertanyaan tersebut tidak akan ikut hilang hanya karena ada kabar yang mungkin terdengar lebih baik tentang suaminya.