Kendaraan di depan toko sudah kembali bergerak ketika Sabelle menyadari dirinya masih menggenggam kunci terlalu erat. Tidak ada benturan. Seorang pengemudi hanya mengerem karena kendaraan lain berhenti mendadak. Orang di trotoar melanjutkan langkah, seseorang menyeberang setelah melihat jalan, dan sore tetap berlangsung tanpa mengetahui bahwa Sabelle sedang mendengar sesuatu yang jauh lebih lama di dalam kepalanya.
Ia mundur dari pintu, kembali ke kursi di dekat meja kerja, lalu meletakkan kunci. Ada sisa air di dalam gelasnya. Ia meminumnya perlahan sebelum menghubungi Emily, mengatakan perlu duduk sebentar dan akan pulang sedikit lebih lambat. Ibunya tidak meminta alasan panjang melalui telepon. Shalter masih bersamanya, dan tidak ada kebutuhan anak yang akan terbengkalai bila Sabelle mengambil waktu sebelum berkendara.
'Mau Ibu datang?'
'Belum perlu. Aku akan menelepon lagi sebelum berangkat. Kalau masih begini, aku tidak menyetir sendiri.'
Setelah sambungan ditutup, Sabelle memandang rak bunga yang sudah dirapikan. Bau air serta daun membantu mengembalikannya pada ruangan sekarang. Ia tahu di mana dirinya berada. Ia juga tahu bunyi tadi tidak melukai siapa pun. Namun pengetahuan itu tidak langsung menghentikan ingatan tentang tangan pada kemudi, pandangan yang beralih, dan sesuatu dari sisi kanan yang datang sebelum sempat dipahaminya.
Hari kecelakaan dahulu dimulai dengan kelelahan yang tidak ingin diakuinya. Shalter berada di rumah sakit setelah ditemukan tidak sadar di bak mandi. Emily menawarkan menjaga anak supaya Sabelle dapat pulang beristirahat. Seharusnya perjalanan itu menjadi jeda. Ia justru membawa ketakutan tentang putranya, kurang tidur, dan pikiran tentang lelaki yang masih ingin ditemuinya meskipun pencarian berulang kali membuatnya pulang terluka.
Lalu ia melihat Peter.
Selama bertahun-tahun Sabelle menyimpan bagian tersebut dengan cara berbeda dari bagian lainnya. Ia dapat mengatakan kendaraan menyerempet dari kanan. Ia dapat mengingat dirinya membanting arah ke kiri, kemudian pohon serta benturan di kepala. Tetapi menyebut bahwa dirinya lebih dahulu melihat suaminya terasa seperti mengakui bahwa seluruh hidupnya saat itu masih dapat ditarik hanya oleh satu wajah.
Ia tidak ingin mengubah perasaannya menjadi kepastian tentang semua yang terjadi di jalan. Peter yang terlihat sebelum benturan bukan bukti bahwa lelaki itu menyebabkan kendaraan lain menyenggolnya. Tidak ada alasan yang diketahuinya untuk menuduh seseorang merencanakan kejadian tersebut. Yang ia tahu hanya perhatian terpecah, tubuh yang sudah sangat letih, lalu suara yang tidak selesai ketika kesadarannya mulai terlepas.
Di antara pecahan ingatan itu ada wajah dekat pintu kendaraan. Wajah yang membuatnya merasa telah menemukan orang yang dicari, justru ketika ia tidak dapat lagi berdiri atau bertanya. Sesudahnya yang jelas adalah rumah sakit, dua jahitan, serta kabar bahwa Damien menemukan dan membantunya memperoleh pertolongan. Bagian di antara keduanya tidak pernah tersusun dengan utuh dalam kepalanya.
Telepon berbunyi. Emily menanyakan keadaan tanpa menyuruhnya segera pulang. Sabelle mengatakan bunyi rem membawanya kembali pada kecelakaan lama. Untuk pertama kali sore itu ia mengucapkan bagian tentang melihat Peter sebelum benturan. Tidak sebagai tuduhan, tidak pula sebagai jawaban, melainkan sesuatu yang masih membuatnya bertanya meskipun kehidupan terus berjalan sesudah hari tersebut.
'Aku ingat kau sedang sangat lelah,' kata Emily. 'Aku juga ingat ada yang tidak selesai kauceritakan waktu itu. Tapi aku tidak ada di jalan. Aku tidak bisa mengatakan siapa yang ada di sana sebelum pertolongan datang.'
Jawaban itu membuat Sabelle menutup mata sejenak. Ia tidak membutuhkan ibunya mengisi kekosongan dengan sesuatu yang menenangkan. Emily dapat menemaninya tanpa menentukan apakah ingatan samar itu benar atau keliru. Mereka menyepakati Sabelle menunggu sedikit lebih lama. Bila tidak ingin menyetir, Frank akan datang setelah urusannya selesai, dan kendaraan dapat diambil lain waktu.
Sabelle memikirkan Damien. Lelaki itu tidak pernah mengaku telah melihat semua kejadian dari awal. Dahulu ia mengatakan menemukan Sabelle sudah berada di luar kendaraan, lalu memanggil ambulans. Selama ini rasa terima kasih membuat cerita tersebut terasa lengkap. Sekarang ia menyadari masih ada pertanyaan yang tidak pernah diajukannya, bukan karena Damien menyembunyikan sesuatu, melainkan karena ia sendiri terlalu ingin hari itu segera berada di belakang.
Ia membuka percakapan dengan Peter, kemudian menutupnya lagi sebelum menulis panjang. Tidak tepat mengirim potongan ingatan dan menunggu jawaban di antara pekerjaan orang lain. Mereka memerlukan waktu untuk berbicara. Ia juga perlu menentukan apa yang ingin diketahui, supaya percakapan tidak kembali menjadi pertengkaran tentang semua masa lalu sekaligus.
Ketika akhirnya menulis, ia menyebut kecelakaan tiga tahun lalu dan meminta waktu pembicaraan pribadi. Ia tidak menjelaskan semuanya melalui pesan. Peter menjawab setelah beberapa saat, menawarkan dua waktu yang tersedia tanpa meminta agar mereka segera bertemu malam itu. Sabelle memilih salah satunya untuk hari berikutnya dan menetapkan tempat yang membuatnya nyaman berbicara.
Frank tiba menjelang toko benar-benar ditinggalkan. Emily tetap bersama Shalter di rumah, sehingga anak itu tidak perlu menunggu di kendaraan sambil menyaksikan ibunya diperiksa dengan pertanyaan. Sabelle memilih pulang bersama ayahnya, membiarkan mobilnya terkunci di tempat yang telah diatur. Frank menerima keputusan tersebut tanpa mengejeknya takut pada suara rem. Ia mengambil barang yang perlu dibawa, kemudian menunggu putrinya memadamkan lampu.
Dalam perjalanan, Frank membiarkan percakapan dimulai oleh Sabelle. Putrinya hanya meminta agar Shalter tidak mendengar rincian kecelakaan malam itu. Ia ingin menyampaikan hal yang diperlukan ketika sudah siap, tanpa membuat anak menyangka sakitnya dahulu menjadi penyebab semua kesulitan orang dewasa. Frank mengangguk dan mengabarkan kepada Emily bahwa mereka sedang pulang. Tidak ada pembicaraan lain yang harus diselesaikan sebelum tiba di rumah.
Malam itu Sabelle tidak memperoleh kembali seluruh ingatan. Ia juga tidak memaksa dirinya mencari dengan menonton gambar kecelakaan atau mengulang jalan sendirian. Ia menyiapkan kebutuhan esok, memastikan putranya sudah tenang, lalu menulis tiga pertanyaan untuk Peter. Kertas itu tidak mengubah masa lalu, tetapi memberi bentuk pada sesuatu yang terlalu lama hanya muncul sebagai wajah, suara benturan, dan perasaan ditinggalkan sekali lagi.