Dalam minggu-minggu setelah jumpa pers, nama Peter muncul di tempat yang tidak pernah dimintanya. Potongan jawaban beredar lebih jauh daripada rekaman lengkap. Sebagian orang menyebut pengakuannya terlambat tetapi perlu. Sebagian lain mengatakan ia hanya menyelamatkan pekerjaan. Peter membaca beberapa sebelum penghubung mengingatkan bahwa percakapan mengenai pekerjaan menunggu, dan komentar tidak akan membereskan satu pun kewajiban yang ada di meja.
Sebuah rencana kampanye ditangguhkan sambil pihak yang bersangkutan memeriksa materi lama. Tawaran lain yang masih dibicarakan akhirnya diberikan kepada penyanyi berbeda. Tidak semua keputusan dijelaskan sebagai hukuman atas keluarganya, dan Peter tidak mengubahnya menjadi cerita pengorbanan seorang ayah. Ia mencatat pekerjaan yang hilang, pembicaraan yang belum selesai, serta pengeluaran yang harus disesuaikan tanpa menyentuh kebutuhan anak yang telah disepakati.
Tuan Porter berbicara melalui panggilan mengenai jadwal rekaman yang tetap berjalan. Nada bicaranya tidak sehangat ketika pertama menawarkan keberangkatan dahulu. Ada pekerjaan memperbaiki kepercayaan yang tidak selesai hanya karena Peter mampu menyampaikan permintaan maaf dengan tenang. Namun tidak ada perintah baru untuk menarik pengakuan atau membuat keluarga kembali menjadi rahasia.
'Saya perlu tahu jadwal mana yang benar-benar bisa kaujalankan,' kata Porter. 'Bukan jawaban iya untuk semuanya, lalu orang lain baru tahu ada benturan saat pekerjaan dimulai.'
Peter memeriksa kalender sebelum menjawab. Ia menawarkan waktu yang tersedia dan meminta pilihan lain untuk satu sesi yang bertabrakan dengan rencana bersama Shalter. Kali ini ia menyampaikan benturan sebelum menyanggupi. Porter tidak langsung menyetujui semua permintaan. Setelah pembicaraan ulang, satu sesi dapat dipindahkan dan satu lagi harus dikerjakan oleh orang lain.
Di toko bunga, Sabelle menghadapi akibat berbeda. Seorang penelepon bertanya apakah dapat memesan sambil meminta wawancara singkat tentang Peter. Sabelle memisahkan kedua kebutuhan itu dengan jelas. Ia bersedia membicarakan jumlah, warna, serta waktu pengambilan bunga. Ia tidak bersedia menjawab pertanyaan keluarga sebagai bagian dari pelayanan. Ketika penelepon tetap mendesak, ia mengakhiri percakapan tanpa menerima pesanan.
Ada orang yang datang membeli bunga sungguhan. Ada pula yang berdiri terlalu lama dengan telepon mengarah pada meja. Sabelle meminta agar pelanggan lain tidak direkam dan menolak ketika seseorang ingin mengunggah dirinya dengan keterangan tentang kehidupan rumah tangga. Ia tidak dapat memastikan semua orang patuh setelah keluar, tetapi dapat menjaga apa yang diizinkan di dalam tokonya.
Nyonya Hawkins datang pada suatu pagi dengan kebutuhan yang jauh lebih sederhana. Ia menginginkan rangkaian kecil untuk meja makan, tidak terlalu tinggi supaya orang tetap dapat saling melihat. Sabelle mengeluarkan dua pilihan vas. Percakapan mereka berlangsung mengenai warna, air, dan bunga yang mungkin bertahan lebih lama di tempat yang tidak terkena panas langsung.
'Yang ini,' kata pelanggan lamanya, menunjuk pilihan yang lebih pendek. 'Aku datang membeli bunga, Sayang. Tidak perlu menyiapkan jawaban lain untukku.'
Sabelle merasakan bahunya turun sedikit. Ia menyelesaikan rangkaian itu, memastikan pembayaran, lalu mencatat kebutuhan berikutnya sebagaimana biasa. Perhatian yang meningkat tidak otomatis membuat toko berkembang. Ada jam pelayanan yang terbuang dan pesanan yang perlu dijadwalkan ulang. Pekerjaan sehari-hari tetap memerlukan tangan, perhitungan, serta pelanggan yang percaya pada hasilnya, bukan hanya mengenali wajah pemiliknya.
Di sekolah, Shalter tidak tiba-tiba bebas dari pertanyaan. Ada anak yang mendengar pembicaraan di rumah, kemudian bertanya apakah ia benar anak penyanyi yang terlihat pada layar. Shalter mengingat pembicaraannya dengan Mommy. Ia boleh mengatakan tidak ingin membahas keluarga. Ketika pertanyaan berulang, ia meminta jeda kepada guru tanpa harus menunggu sampai marah atau menangis.
Sabelle menerima kabar itu melalui jalur yang disepakati dengan sekolah. Tidak ada pengumuman kepada semua orang tua untuk mengonfirmasi rincian hidup anaknya. Ia menanyakan bagaimana Shalter kembali mengikuti kegiatan dan apa yang masih diperlukan. Sore harinya ia mendengarkan cerita putranya sendiri sebelum menambahkan informasi dari guru, supaya percakapan tidak terasa seperti pemeriksaan tentang semua hal yang dilakukan anak ketika berjauhan.
'Aku bilang tidak mau cerita,' kata Shalter. 'Terus aku pindah duduk sebentar.'
'Sesudah itu?'
'Aku ikut tugas lagi. Tapi masih kesal.'
Sabelle mengatakan rasa kesal tidak membuat langkahnya salah. Anak itu tidak harus pulang dengan kabar bahwa semuanya baik agar orang dewasa berhenti khawatir. Mereka membicarakan apa yang dapat dicoba besok, kemudian beralih pada tugas yang memang harus diselesaikan. Berita keluarga boleh memengaruhi hari Shalter, tetapi tidak perlu mengambil seluruh ruang di dalamnya.
Pada panggilan berikutnya Peter tidak menanyakan apakah teman-teman anaknya memuji pengakuannya. Ia bertanya tentang kegiatan yang sedang dikerjakan, mendengarkan keluhan mengenai bagian yang sulit, lalu memberi kesempatan Shalter menentukan kapan ingin berhenti. Ketika anak itu menyebut pertanyaan orang lain, Peter mengakui bahwa keadaan tersebut berkaitan dengan pilihannya dahulu. Ia tidak meminta Shalter membela Daddy.
Shalter sempat diam sebelum kembali bercerita tentang bola yang memantul ke arah salah saat latihan. Peter mendengarkan sampai anak itu tertawa pada kesalahannya sendiri. Setelah sambungan berakhir, ia menahan keinginan meminta Sabelle menilai apakah percakapan tadi sudah cukup baik. Istrinya bukan penonton yang harus memberi nilai setiap kali ia melakukan tugas sebagai ayah. Yang dapat dikerjakannya adalah mengingat kebutuhan anak dan datang lagi pada waktu berikutnya.
Sesudah panggilan, Peter mengirim konfirmasi jadwal berikut kepada Sabelle. Tidak ada tautan tentang orang yang kini mendukungnya. Ia hanya menyampaikan perubahan pekerjaan yang perlu diketahui karena menyangkut waktu penjemputan, lalu menunggu persetujuan sebelum menganggap rencana beres. Sabelle memeriksa kesesuaiannya dengan kegiatan anak dan menjawab bagian yang memang memerlukan jawaban.
Beberapa minggu berlalu dengan cara seperti itu: ada yang membaik, ada yang masih melelahkan, dan tidak ada satu hari yang dapat dipakai sebagai tanda semua luka selesai. Ketika Sabelle menutup toko pada suatu sore, suara kendaraan yang mendadak mengerem di jalan membuat tangannya berhenti pada kunci. Bunyi itu singkat. Namun tubuhnya sudah lebih dahulu mengingat benturan yang jauh lebih lama daripada berita tentang Peter.