Sabelle dan Peter datang pada pertemuan yang telah diatur dengan berkas masing-masing. Pembicaraan kali ini mempunyai pendamping serta tujuan yang dituliskan sebelum dimulai. Mereka tidak sedang mencoba menyelesaikan seluruh perpisahan di sela penyerahan anak. Shalter menjalani kegiatannya bersama pengasuh keluarga yang telah disepakati, tanpa diminta menunggu di luar pintu dan menebak apakah suara yang meninggi berarti dirinya harus memilih.
Pada awal pertemuan, hal yang belum selesai disebutkan dengan jelas. Proses perkawinan masih berjalan; duduk bersama tidak membuat status berubah pada hari itu. Mereka akan membahas kebutuhan anak, komunikasi, serta beberapa hal yang perlu diperiksa lebih lanjut. Ada bagian yang dapat disepakati sekarang dan ada yang memerlukan dokumen tambahan. Tidak semua perbedaan harus ditutup dengan salah satu mengatakan iya karena sudah lelah.
Sabelle mengeluarkan catatan kebutuhan Shalter. Ia memisahkan pengeluaran teratur dari kebutuhan tambahan yang waktunya tidak selalu dapat diperkirakan. Pembayaran yang telah dikirim Peter dicatat sebagai pembayaran yang memang sudah diterima, bukan dihapus untuk membuat beban terlihat lebih besar. Sebaliknya, bantuan Emily dan Frank selama tahun-tahun sebelumnya tetap ditunjukkan sesuai bukti yang tersedia.
Peter memeriksa satu catatan dan menanyakan apakah dua angka merujuk pada keperluan yang sama. Sabelle melihat kembali bukti, kemudian mengakui ada bagian yang tercatat dua kali saat merapikan salinan. Mereka memperbaikinya. Pengakuan kecil tersebut tidak membuat seluruh kebutuhan lain menjadi meragukan. Justru pembicaraan dapat diteruskan tanpa menuntut salah satu pihak tampak tidak pernah keliru.
'Yang ini aku belum mempunyai bukti lengkap,' Sabelle menunjukkan baris berbeda. 'Aku ingin tetap menandai bahwa pernah ada kebutuhan, tapi jangan dianggap angka final sebelum diperiksa.'
Pendamping membantu mencatat apa yang sudah jelas serta apa yang belum. Peter menyetujui dukungan teratur yang dibahas, termasuk waktu serta cara mengonfirmasi penerimaan. Untuk kebutuhan masa lalu yang sudah terverifikasi, mereka membicarakan penyelesaian tersendiri agar tidak dicampur sebagai hadiah. Bagian yang belum lengkap tetap dibawa pada tindak lanjut, bukan diam-diam dihapus atau langsung ditagih tanpa pemeriksaan.
Kemudian mereka membahas waktu bersama anak. Sabelle menyebut pengalaman perubahan jadwal terakhir: pemberitahuan lebih awal membantu, tetapi anak tetap mempunyai kegiatan yang tidak boleh selalu dikalahkan pekerjaan orang dewasa. Peter menerima kebutuhan pemberitahuan dan cara memilih waktu pengganti. Mereka juga mencatat siapa yang dihubungi jika terjadi keadaan mendadak, supaya Shalter tidak menjadi orang yang harus menelepon berulang kali mencari kepastian.
Peter menanyakan bagaimana kebutuhan bepergian untuk pekerjaan dibicarakan. Sabelle meminta informasi yang cukup untuk merencanakan hari anak, tanpa menuntut seluruh kegiatan pribadi mantan kehidupan bersama dibuka kepadanya. Mereka memisahkan jadwal yang memengaruhi pengasuhan dari rincian yang tidak diperlukan. Pembicaraan tidak selalu lancar, tetapi mempunyai pokok yang dapat dikembalikan ketika mulai melebar pada sakit hati.
'Aku tidak ingin pembayaran menjadi syarat dia boleh bertemu,' kata Sabelle. 'Aku juga tidak ingin pertemuan dianggap alasan kewajiban lain selesai.'
'Aku setuju kedua hal itu dibahas terpisah,' jawab Peter.
Hasil sementara ditulis untuk dibaca kembali, bukan langsung dianggap final karena mereka mengangguk saat mendengar. Keduanya memperoleh kesempatan menanyakan bagian yang belum dipahami. Tidak ada syarat bahwa Sabelle harus menunda proses perpisahan demi menerima kebutuhan anak, dan tidak ada janji bahwa setiap perubahan jadwal akan dibiarkan tanpa pembicaraan. Mereka mempunyai tanggung jawab yang tetap ada ketika perasaan sedang buruk.
Pada pembacaan berikutnya, Peter menemukan kalimat yang dapat diartikan semua kegiatan anak harus menunggu persetujuan pekerjaan ayahnya. Ia meminta diperjelas sesuai pembicaraan sebenarnya. Sabelle setuju dan menunjukkan bagian tentang kebutuhan pemberitahuan yang juga belum cukup terang. Perbaikan diteruskan melalui pendamping sebelum salinan disepakati untuk pengaturan yang dapat dijalankan sekarang. Kebutuhan lain tetap tercatat untuk proses selanjutnya. Sabelle menyimpan salinan yang sama dengan yang diterima Peter, lalu menandai tanggal peninjauan. Tidak ada keuntungan bagi anak bila mereka masing-masing memegang pemahaman berbeda dan baru memperdebatkannya pada hari ketika ia sudah menunggu dijemput.
Sebelum pertemuan selesai, mereka meninjau cara menjelaskan keadaan kepada Shalter. Sudah ada langkah nyata yang sedang berjalan, sehingga menunggu sampai anak menemukan sendiri justru akan menambah ketakutan. Mereka menyiapkan penjelasan sederhana: hubungan perkawinan sedang diakhiri melalui proses resmi, tempat tinggal anak saat ini tetap, dan ayah serta ibunya tetap bertanggung jawab menjaganya. Mereka tidak akan meminta jawaban mengenai siapa yang paling disayangi.
Penjelasan itu disampaikan beberapa hari kemudian, pada waktu yang memberi ruang bagi pertanyaan. Shalter duduk dekat Sabelle, sementara Peter berada di kursi yang tidak membuatnya terasa dikepung. Mommy berbicara lebih dahulu. Daddy melanjutkan bagian tentang kehadirannya sebagai ayah. Tidak ada cerita bahwa mereka hanya pergi sebentar lalu pasti kembali tinggal bersama jika anak cukup sabar.
'Jadi Daddy tidak tinggal sama kita lagi nanti?' tanya Shalter.
'Kami tidak sedang merencanakan tinggal bersama sebagai suami istri,' jawab Sabelle. 'Kami sedang mengurus perpisahan secara resmi. Kamu tidak membuat keputusan ini terjadi.'
'Kalau aku mau Daddy datang?'
'Kamu boleh ingin bertemu aku,' kata Peter. 'Kita mengatur waktunya bersama Mommy. Kamu tidak perlu membuat kami kembali menjadi pasangan supaya tetap punya ayah.'
Shalter menangis setelah beberapa pertanyaan, lalu meminta tidak berbicara lagi. Mereka menerima. Sabelle menawarkan pelukan dan anak itu mendekat, sementara Peter tetap duduk tanpa menuntut giliran menghibur. Tidak ada orang mengatakan jangan menangis karena semuanya sudah diatur dengan baik. Keteraturan orang dewasa tidak membuat kehilangan harapan anak menjadi sesuatu yang kecil.
Malam itu Shalter kembali bertanya apakah rencana bermain berikut dibatalkan. Sabelle memastikan belum ada perubahan, lalu menunjukkan kapan ia dapat mengetahui jadwalnya. Ia juga mengatakan pertanyaan baru boleh datang besok atau lain waktu. Percakapan tersebut bukan ujian yang hanya dapat dijawab sekali. Berkas di tangan orang dewasa mulai lebih teratur, tetapi perasaan putranya memerlukan waktu yang berbeda, dan kali ini mereka berusaha tidak meninggalkannya menjalani waktu itu sendirian.