Sabelle pulang sesuai waktu yang dikabarkan. Emily menanyakan apakah ingin makan lagi, bukan apa yang dikatakan Damien. Putrinya mengatakan sudah makan dan ingin melihat Shalter sebelum beristirahat. Anak itu belum tidur, sedang mencari benda kecil yang menurutnya baru saja diletakkan pada meja. Mereka menemukannya di bawah buku, lalu menghabiskan beberapa menit menyiapkan barang esok.
Tidak ada pengumuman tentang cinta yang baru didengarnya. Shalter tidak perlu ikut menjaga harapan orang dewasa dengan menanyakan kapan Mien datang lagi. Sabelle menemaninya sampai tenang, kemudian keluar membawa gelas kosong. Di dapur Emily masih merapikan sesuatu. Ia menunggu putrinya membuka percakapan sendiri sebelum duduk dan mendengarkan.
'Damien mengatakan dia mencintaiku,' ujar Sabelle.
Emily berhenti sesaat, kemudian menanyakan bagaimana putrinya merasa. Jawaban Sabelle tidak satu kata. Ia senang, takut, tersentuh, dan belum mampu menjanjikan hal yang mungkin diharapkan. Ibunya tidak mengatakan kesempatan seperti itu jangan dilewatkan. Ia mendengarkan sampai putrinya selesai menjelaskan perbedaan antara ingin mengenal kedekatan tersebut dan siap memasuki hubungan baru.
'Aku masih menikah,' katanya. 'Prosesnya berjalan, tapi belum selesai. Aku ingin jelas tentang itu, untuk diriku sendiri juga.'
Emily mengatakan kejelasan dapat disampaikan tanpa harus menganggap perasaan Damien salah karena datang pada waktu yang belum mudah. Sabelle setuju. Yang diperlukan sekarang adalah jawaban mengenai batas, bukan pura-pura tidak pernah mendengar pengakuan. Ia ingin waktu memikirkan hidupnya tanpa menyuruh lelaki itu membekukan hidupnya sendiri sampai ia mempunyai kepastian.
Keesokan hari ia menulis beberapa kalimat, menghapus bagian yang terdengar seperti janji menunggu sebentar lalu semuanya pasti baik. Ia tidak tahu berapa lama proses resmi memerlukan waktu. Lebih penting lagi, selesainya dokumen tidak otomatis menjawab seluruh perasaan. Ia ingin dapat mengatakan ingin mengenal kemungkinan bersama Damien tanpa menjadikan kemungkinan tersebut kewajiban yang harus segera diwujudkan.
Mereka berbicara melalui telepon pada waktu yang disepakati. Sabelle berterima kasih atas keterbukaan semalam dan mengatakan ia tidak menolak perasaannya. Namun ia belum memberikan status hubungan sebagai pasangan. Ia ingin menuntaskan proses perkawinan, memahami apa yang diinginkan, dan menjaga supaya Shalter tidak harus menerima pengumuman baru ketika masih memikirkan perpisahan orang tuanya.
'Aku membutuhkan waktu,' katanya. 'Aku tidak ingin menyebutnya waktu yang pasti berakhir dengan jawaban ya. Aku ingin kau mengetahui apa yang sebenarnya bisa kuberikan sekarang.'
Damien diam sebentar sebelum mengatakan ia menghargai kejelasan itu. Ia tidak menjawab dengan janji akan menunggu selamanya, karena kata sebesar itu dapat menjadi beban lain. Ia akan memikirkan kebutuhannya sendiri dan memberi tahu bila perlu perubahan jarak. Mereka tetap dapat berhubungan sebagai teman dengan kesepakatan yang jelas, bukan bertindak seolah sudah menjadi pasangan sambil menyangkal namanya.
Mereka membicarakan beberapa hal sederhana. Tidak ada hadiah romantis melalui anak. Tidak ada penggunaan kunjungan basket sebagai cara memastikan Sabelle selalu tersedia. Bila ingin bertemu untuk percakapan pribadi, harus diusulkan sebagaimana undangan sebelumnya, dengan hak menolak. Kedekatan yang sudah ada tidak menjadi izin masuk ke seluruh bagian hidup hanya karena cinta kini telah diucapkan.
'Aku masih ingin mengenalmu lebih jauh,' Sabelle mengatakan akhirnya. 'Bukan hanya sebagai orang yang menolong kami. Tapi aku ingin melakukannya pada waktu dan keadaan yang bisa kupilih dengan jernih.'
'Aku mendengar itu, Sabelle. Kita tidak perlu memberi pengumuman lain kepada siapa pun sekarang.'
Sesudah panggilan, Sabelle memeriksa pesan dari pendamping mengenai dokumen tambahan. Ada bagian yang dapat dilengkapi dari salinan Frank dan ada kebutuhan konfirmasi yang harus ditanyakan langsung. Ia mengurusnya sebelum kembali pada pekerjaan toko. Pengakuan Damien tidak menghapus langkah yang sudah dipilih bersama dirinya sendiri. Ia tetap ingin kejelasan perkawinan, terlepas dari apakah hubungan lain kelak benar-benar dimulai.
Pada sore yang sama, Peter menghubungi mengenai jadwal Shalter. Percakapan berlangsung sebagaimana kebutuhan pengasuhan. Sabelle tidak mengumumkan pengakuan Damien untuk membuat Peter memahami bahwa dirinya dapat dicintai orang lain. Ia juga tidak menyembunyikan sesuatu yang berkaitan dengan keselamatan atau pengaturan anak. Belum ada pasangan baru atau perubahan rumah yang perlu dibicarakan. Yang ada adalah perasaan pribadi yang masih dipahaminya.
Shalter pulang dengan kabar mengenai kegiatan kelas yang ingin diceritakan panjang. Sabelle menaruh telepon dan mendengarkan sampai putranya selesai, tidak membiarkan pikiran tentang dua lelaki mengambil seluruh perhatian. Ada bagian cerita yang terulang, ada kata yang perlu ditanyakan, lalu anak tertawa ketika ibunya salah memahami siapa yang membawa barang. Kebersamaan itu tidak membutuhkan keputusan romantis untuk terasa penuh.
Sebelum menutup buku kerja malam itu, ia juga menyelesaikan pengumuman kebutuhan bantuan terbatas di toko. Tugas persiapan, jam, serta bayaran ditulis sesuai perhitungan yang telah ditinjau, dengan cara menghubungi yang tidak memakai nomor pribadi keluarga. Ia meminta Teressa membaca bagian yang mungkin membingungkan, memperbaiki satu kalimat, kemudian memasangnya melalui jalur pencarian tenaga yang dipilih. Belum ada orang diterima. Namun keinginan mempunyai bantuan kini sudah menjadi langkah yang dapat ditanggapi orang lain. Sabelle menyimpan salinan agar kelak pembicaraan dengan pelamar sesuai dengan yang benar-benar ditawarkan, bukan berkembang menjadi tugas tanpa batas hanya karena tokonya sibuk.
Malamnya ia mengirim balasan singkat kepada Teressa, mengatakan percakapan berlangsung baik tetapi tidak ada hubungan baru yang diumumkan. Temannya menerima tanpa menggoda agar ia berani sedikit lagi. Sabelle merasa lega mempunyai orang yang tidak menganggap ketenangan berarti semua sudah diputuskan. Ia dapat berjalan pelan tanpa dianggap mundur ke tempat yang sama.
Ketika hendak tidur, ia melihat pesan Damien mengenai pekerjaan yang selesai lebih lama daripada rencana. Bukan tuntutan perhatian, hanya kabar biasa yang dapat dijawab esok bila sudah lelah. Sabelle membalas singkat bahwa hari mereka juga panjang, lalu meletakkan telepon. Ia tersenyum kecil tanpa merasa senyum itu harus segera diberi status. Ada perasaan yang boleh tumbuh, ada batas yang perlu dijaga, dan ada proses yang akan diteruskannya dengan kedua kaki tetap berada pada hidupnya sendiri.