Peter menerima kabar mengenai tahapan berikut dalam proses perpisahan pada pagi ketika jadwal kerjanya tidak padat. Ia membaca sampai selesai, lalu menaruh telepon di meja. Waktu yang lebih lapang ternyata tidak membuat pikirannya lebih mudah. Tidak ada pekerjaan mendesak yang dapat dipakai untuk menunda kenyataan bahwa pembicaraan tersebut terus bergerak, sekalipun dirinya belum berhenti berharap.
Ia membuka catatan setelah pertemuan sebelumnya. Ada rincian yang sudah diperbaiki, salinan yang harus dipastikan, dan pengaturan anak yang tetap dijalankan. Semuanya nyata. Namun di antara kerapian itu ia masih menyimpan pertanyaan apakah suatu hari Sabelle akan melihat perubahan sebagai alasan mencoba sekali lagi. Ia sudah menanyakannya dalam bentuk berbeda, dan jawaban perempuan itu tidak pernah menjanjikan hal tersebut.
Peter tidak ingin menjadi orang yang terus mengetuk dengan kalimat sama sampai penolakan terdengar kurang tegas karena kelelahan. Ia meminta waktu untuk satu pembicaraan terakhir mengenai harapannya, dengan menyebutkan bahwa dirinya akan menerima bila Sabelle tidak bersedia. Ia juga mengatakan tidak meminta proses resmi dihentikan sambil menunggu percakapan. Pesan tersebut dibaca, tetapi tidak langsung memperoleh jawaban.
Sabelle melihatnya setelah memeriksa tanggapan terhadap pengumuman bantuan toko. Ada orang yang menanyakan tugas serta jam, dan ia perlu membalas dengan informasi yang sudah disiapkan. Ia menyelesaikan urusan tersebut dahulu, lalu membaca pesan Peter kembali. Ia tidak ingin memberi pertemuan karena merasa telah menerima terlalu banyak kebaikan sebagai ayah sehingga kini harus menyerahkan waktu sebagai istri.
Ia menghubungi pendamping untuk memastikan kebutuhan berkas tetap dapat berjalan sesuai rencana. Setelah itu ia mempertimbangkan apakah ada hal yang ingin dikatakannya sendiri dengan lebih jelas. Jawabannya ada. Ia ingin Peter memahami keputusan bukan jeda yang harus diisi sampai ia memperoleh kalimat paling meyakinkan. Ia bersedia membicarakan hal itu, tetapi tidak malam tersebut dan tidak pada waktu anak berada bersama mereka.
Ketika membalas, Sabelle menawarkan satu waktu setelah beberapa urusan yang sudah dijanjikan selesai. Ia menegaskan pertemuan tersebut tidak menjanjikan perubahan keputusan, tidak mengubah jadwal anak, dan tidak menunda langkah yang sedang ditempuh. Peter membaca syarat itu tanpa menghapus bagian yang tidak menyenangkan di kepalanya. Ia mengonfirmasi, kemudian mencatat waktunya terpisah dari kegiatan bersama Shalter.
Sore harinya seorang rekan menanyakan kabar dengan hati-hati. Peter menjawab sedang melalui urusan keluarga yang tidak ingin dibahas rinci. Ia menerima ajakan duduk sebentar setelah pekerjaan, bukan untuk memperoleh nasihat bagaimana merebut istrinya kembali, tetapi agar tidak terus menghadapi seluruh pikiran sendirian. Ia mengatakan ada bagian hidup yang tidak dapat diperbaiki lewat keberhasilan di panggung.
'Aku terbiasa mengira jika bekerja cukup keras, hal lain akan menunggu,' katanya. 'Ternyata orang hidup selama aku tidak melihat. Mereka tidak berhenti pada hari aku pergi. Aku yang tidak mau memahaminya.'
Rekannya tidak menjanjikan Sabelle pasti luluh. Mereka membicarakan pekerjaan yang tetap perlu dijalankan dan orang yang dapat membantu Peter mengurus kesedihan tanpa melibatkan anak. Percakapan itu tidak menyelesaikan semuanya, tetapi menahan keinginan mengirim pesan kedua hanya karena menunggu pertemuan terasa tidak nyaman. Ia pulang dengan satu hal yang dapat dikerjakan: membiarkan jawaban Sabelle tetap berlaku selama waktu tersebut.
Pada malam yang sama, panggilan Shalter berlangsung sesuai rencana. Anak itu ingin menceritakan tanggapan guru pada tugas berikutnya. Peter mendengarkan sebelum menanyakan bagian yang paling disukai. Ia tidak menyelipkan pertanyaan apakah Mommy terlihat senang setelah berbicara dengan Mien. Tidak ada hubungan antara rasa ingin tahu cemburu dengan kebutuhan putra yang sedang bercerita tentang sekolah.
Ketika Shalter menanyakan kapan dapat melihat latihan lagi, Peter menjawab belum ada rencana baru. Ia senang kunjungan sebelumnya berarti, tetapi tidak ingin setiap panggilan berubah menjadi rangkaian janji besar. Mereka dapat terus mempunyai waktu yang lebih sederhana. Anak itu mengatakan ingin mencoba permainan bola berbeda, lalu meminta Daddy tidak salah membawa perlengkapan. Peter mencatatnya dan mengulang apa yang perlu dibawa.
Sesudah sambungan selesai, ia menyiapkan barang tersebut, memastikan yang tersedia sesuai. Tindakan kecil itu lebih jelas daripada memikirkan jawaban yang mungkin membuat Sabelle mengubah hati. Peter tidak perlu kehilangan harapan dalam satu malam untuk mulai bertindak dengan benar. Ia perlu berhenti menjadikan harapan alasan meminta orang lain mengulang batas setiap kali dirinya merasa sedih.
Yang diminta Shalter ternyata beberapa penanda sederhana untuk latihan melewati jalur tanpa kehilangan bola. Peter memeriksa apakah bagian bawahnya cukup stabil dan tidak mempunyai sisi tajam. Ia mengirim gambar kepada Sabelle agar permainan yang direncanakan tidak mendadak berbeda dari yang diketahui ibunya. Balasan datang setelah beberapa waktu: boleh dibawa, tetapi mereka tetap memeriksa tempat sebelum bermain. Peter menyimpan penanda bersama tas, kemudian menutup kalender. Persiapan sudah dapat dilakukan tanpa menghubungi putranya lagi untuk memastikan dirinya masih ditunggu.
Sabelle menjalani hari berikut dengan pekerjaan serta pengaturan dokumen. Ia tidak menghitung waktu menuju pertemuan sebagai kesempatan berlatih menolak dengan cukup lembut supaya Peter tidak terluka. Lelaki itu mungkin akan terluka, dan ia tidak dapat menghapusnya tanpa mengatakan hal yang tidak diinginkan. Yang dapat dilakukannya adalah berkata jujur, memberi ruang mendengar, dan menjaga keputusan tidak berubah menjadi penghinaan.
Ia menulis pokok yang ingin disampaikan: menghargai perubahan sebagai ayah, mengakhiri hubungan perkawinan, serta mempertahankan tanggung jawab bersama kepada anak. Tidak ada perbandingan dengan Damien. Tidak ada pembuktian bahwa dirinya kini lebih diinginkan lelaki lain. Masa depannya tidak perlu dibenarkan dengan adanya pengganti. Bahkan bila tetap sendiri, ia ingin mempunyai hak mengakhiri penantian yang sudah tidak ingin dijalani.
Kertas itu disimpan sebelum Shalter datang meminta bantuan mencari bola. Sabelle bangkit dan mencarinya bersama. Di luar kamar, jadwal pertemuan terakhir tetap menunggu hari yang telah dipilih. Namun hari-hari sebelum itu bukan ruang kosong untuk diisi kecemasan Peter. Ia mempunyai kehidupan yang terus berjalan, dan justru kehidupan itulah yang ingin dipertahankannya ketika akhirnya mengatakan jawaban dengan lengkap.