Sabelle membuka kembali kotak lama ketika mencari salinan yang diperlukan untuk urusan berkas. Sebagian isinya sudah pernah diperiksa bersama Emily, termasuk catatan yang dahulu membuatnya teringat bagaimana ia mendukung musik Peter. Kali ini ia tidak sedang mencari bukti bahwa usahanya sebagai istri patut diakui. Ia ingin menyelesaikan kebutuhan tertentu, lalu menyimpan sisanya tanpa membiarkan seluruh sore tenggelam di dalam masa lalu.
Dokumen yang dicari ditemukan di antara map berbeda. Ia memeriksa, membuat salinan yang diperlukan, kemudian memisahkan bagian pribadi yang tidak perlu diserahkan. Ketika hendak menutup kotak, satu kertas jatuh pada sisi meja. Ada bekas coretan mengenai musik serta catatan kecil dari masa ketika mereka masih berbicara tentang harapan dengan lebih mudah daripada tentang jadwal anak.
Sabelle duduk. Ia ingat dirinya pernah senang mendengar Peter mencoba bagian yang belum selesai. Ada malam ketika ia mendengarkan berulang meskipun tidak dapat memberikan istilah teknis untuk menjelaskan mengapa satu nada terasa tepat. Ia dapat mengatakan bagian mana membuatnya ingin mendengar lagi. Peter pernah menerima pendapatnya, tertawa ketika ia tidak menyukai sesuatu, lalu mencoba dengan cara berbeda.
Kenangan itu tidak seluruhnya berubah menjadi kebohongan karena hubungan mereka berakhir. Sabelle pernah mencintai lelaki tersebut, bukan hanya gambaran yang dibuatnya sendiri dari jauh. Ada waktu yang sungguh hangat, ada anak yang lahir dan bertumbuh dalam hidup mereka, serta ada harapan yang pernah diucapkan dengan sungguh. Ia tidak perlu menolak semua itu untuk membenarkan luka yang datang kemudian.
Namun ia juga mengingat bagaimana musik perlahan menjadi ruang yang tidak boleh dipertanyakan. Ketika kebutuhan keluarga mengganggu waktu bekerja, ia lebih mudah dianggap tidak memahami daripada didengarkan. Ia mencoba mengecilkan permintaannya supaya pertengkaran cepat selesai. Lama-kelamaan ia sendiri sulit membedakan mendukung impian pasangan dengan menghapus kebutuhan agar pasangan tidak merasa terhalang.
Ia meletakkan kertas di meja dan membaca catatan yang dibuatnya untuk pertemuan terakhir. Menghargai perubahan Peter sebagai ayah. Mengakhiri perkawinan. Menjaga tanggung jawab kepada Shalter. Kata-kata itu tidak menuntutnya berhenti menyukai suara Peter atau merasa malu pernah mencintainya. Ia hanya perlu berhenti menganggap cinta dahulu sebagai kewajiban terus menunggu sesuatu yang tidak lagi ingin dijalani.
Emily datang setelah memberi kabar akan mengantar sesuatu. Ia mendapati kotak terbuka dan menanyakan apakah putrinya ingin ditemani. Sabelle mengangguk, menunjukkan kertas musik tanpa menyerahkannya sebagai bahan penilaian. Ia mengatakan ada bagian dirinya yang takut keputusan berpisah akan membuat seluruh tahun sebelumnya tampak sia-sia. Ibunya mendengar, lalu menanyakan apakah yang dianggap berarti harus selalu berlangsung selamanya.
'Tidak,' jawab Sabelle setelah berpikir. 'Tapi aku sering merasa begitu tentang pernikahan kami. Kalau selesai, seolah aku harus mengatakan semuanya salah sejak awal.'
'Kau tidak harus memberikan satu nama untuk semua hari.'
Emily menunjuk map salinan dan menanyakan apakah ada bagian yang perlu dibawa esok. Sabelle memeriksa daftar, lalu memastikan jumlah halaman. Bantuan itu membuat percakapan kembali pada kebutuhan yang dapat diselesaikan, tanpa menganggap perasaannya tidak penting. Setelah salinan lengkap, ia menulis asal dokumen agar tidak tertukar dengan catatan pribadi yang masih terbuka. Satu tugas selesai, sementara kenangan tetap dapat dipikirkan tanpa mengambil seluruh waktu mereka.
Sabelle menyentuh tepi kertas. Ia tidak ingin menyimpan kotak sebagai tempat menunggu Peter pulang. Namun ia juga tidak perlu membakar semuanya di depan keluarga untuk menunjukkan keputusan cukup kuat. Sebagian dokumen akan tetap diperlukan. Sebagian kenangan boleh disimpan dengan batas. Shalter kelak juga berhak mengetahui bahwa dirinya berasal dari kehidupan yang pernah mempunyai kasih sayang, bukan hanya dari pertengkaran yang diingat orang dewasa.
Mereka memilah isi kotak sesuai kebutuhan. Dokumen penting berada pada map yang dapat ditemukan, catatan pribadi pada tempat terpisah, dan barang yang tidak lagi perlu disimpan dikumpulkan untuk diputuskan sendiri oleh Sabelle. Emily tidak mengambil kertas untuk disembunyikan karena mengira putrinya terlalu mudah goyah. Ia bertanya sebelum memindahkan, lalu mengikuti keputusan yang diberikan.
Shalter pulang ketika kotak sudah ditutup. Ia melihat satu kertas yang masih berada di meja dan menanyakan apakah itu lagu Daddy. Sabelle menjawab ada catatan musik lama. Anak itu ingin tahu apakah Mommy pernah membantu membuat lagu. Ia mengatakan dirinya pernah mendengarkan dan memberi pendapat, tetapi tidak mengambil pengakuan atas seluruh pekerjaan Peter. Ada perbedaan antara menemani proses dan menulis sesuatu sendiri.
'Mommy suka Daddy nyanyi?'
'Aku pernah suka mendengarnya, dan sekarang juga bisa menghargai ketika dia bernyanyi dengan baik. Kamu tidak perlu berhenti menyukai lagunya karena hubungan kami berubah.'
Shalter mengangguk, lalu menanyakan apakah catatan itu boleh disimpan. Sabelle mengatakan akan menyimpannya sendiri bersama benda pribadi lain. Jika suatu hari ada bagian yang dapat ditunjukkan kepada anak, mereka akan membicarakannya. Ia tidak memberikan seluruh kotak untuk dijaga Shalter sebagai tugas merawat kenangan orang tua.
Pada malam hari, panggilan Peter berlangsung tanpa cerita tentang kertas tersebut. Sabelle tidak merasa perlu mengirim foto untuk membuktikan dirinya masih mengingat hal baik. Ia menyampaikan hanya konfirmasi waktu pertemuan yang sudah disepakati dan kebutuhan dokumen yang berkaitan. Peter menjawab, kemudian percakapan berakhir. Tidak ada isyarat samar yang dapat dibaca sebagai perubahan keputusan.
Setelah itu ia memutar satu rekaman dengan pilihan sendiri, ketika Shalter sudah mempunyai kegiatan tenang dan tidak membutuhkan perhatian langsung. Ia mendengarkan sebentar, lalu menghentikan sebelum selesai karena ingin membaca berkas untuk esok. Tindakan itu tidak terasa seperti menolak atau kembali mencintai. Ia hanya sedang menentukan apa yang ingin dilakukan dengan waktunya.
Kotak lama berada di tempat yang tidak menghalangi barang sehari-hari. Sabelle memandangnya sebelum memadamkan lampu, merasa sedih tetapi tidak lagi harus mencari keputusan di antara setiap coretan. Ia telah membawa kenangan keluar, melihat yang hangat serta yang melukai, kemudian menyimpannya kembali. Besok masih ada kehidupan yang perlu dijalani, dan ia ingin datang ke sana sebagai seseorang yang boleh menghargai masa lalu tanpa menyerahkan seluruh masa depan kepadanya.