Mike Anderson adalah seorang pengusaha berusia 33 tahun, ia sudah menikah semenjak 3 tahun yang lalu. Meski belum di karunia seorang anak, ia tetap bahagia hidup bersama istrinya Bella Lindsey yang juga berusia 33 tahun.
Meski terkadang ada pertengkaran-pertengkaran kecil tetapi mereka tetap hidup harmonis. Meski sibuk, Mike yang adalah seorang CEO sekaligus pemilik perusahaan di bidang export dan import dengan nama Express selalu menyempatkan diri untuk libur sebulan sekali dan berjalan-jalan keliling dunia untuk menemani sang istri. Sudah banyak tempat yang mereka kunjungi. Tapi kebahagiaan itu tidak berlangsung lama.
Setelah pulang dari liburan mereka di Paris, mereka mengalami kecelakaan besar. Taksi yang mereka tumpangi ditabrak oleh truk besar. Supir truk dan supir taksi meninggal ditempat. Sedangkan Mike dan istrinya yang kritis dilarikan ke rumah sakit terdekat. Mike koma selama 1 minggu, dan saat terbangun yang ia tahu adalah istrinya yang sudah meninggal. Mike sangat terpukul. Dunianya terasa hancur. Sakit di tubuhnya tidak bisa dibandingkan dengan sakit pada hatinya.
Terlebih saat ia tahu jantung istrinya tidak berada di tempatnya. Ya Bella adalah salah satu dari beberapa orang yang sudah mendaftarkan diri sebagai pen donor jantung, ginjal dan hati jika ia telah meninggal. Sayangnya organ dalam Bella rusak dan tidak dapat diselamatkan, sedangkan jantungnya adalah satu-satunya yang masih dapat diselamatkan.
Mike tentu saja tidak tau mengenai itu. Bella pernah mengatakan sesuatu seperti itu kepadanya dan Mike tidak memikirkan nya karena menurut Mike, itu adalah hal yang tidak mungkin terjadi. Bella tidak memiliki riwayat sakit berat, dan Mike berfikir jika Bella hanya ingin melakukan hal yang baik.
Saat sadar, Mike berteriak. Ia mengamuk. Tapi tidak banyak yang bisa ia lakukan. Tubuhnya masih tidak bisa ia gerakan leluasa, ia merasa seluruh tubuhnya seperti remuk. Mike hanya menangis. Di sebelah nya Robert Osbert, sahabat Mike sekaligus salah satu orang kepercayaan Mike, dan juga wakil CEO Express selalu setia di sisi Mike, berusaha menenangkan Mike. Di saat yang bersamaan, Rob juga harus mengurus perusahaan, karena dilihat dari kondisi Mike, Mike terlihat akan memerlukan waktu yang lama untuk pulih.
Mike perlu menerima kabar tersebut setelah beberapa hari. Ia menerima bahwa tidak banyak yang dapat ia lakukan karena bagaimana pun itu keinginan mulia mendiang istrinya. Namun jujur saja, ia tidak dapat menerima bahwa istrinya meninggalkannya. Istri yang sangat ia cintai dan ia sayangi. Hati Mike masih sakit. Terkadang ia menangis dalam tidurnya karena memimpikan sang istri. Mike tidak dapat tidur dengan nyenyak tanpa bantuan obat. Bahkan Rob harus mendatangkan seorang psikiater untuk Mike.
Alex Voyage yang merupakan salah satu sekretaris pribadi Mike pun menjaga Mike bergilir dengan Rob. Jangan tanya orang tua Mike. Orang Tua Mike telah tiada sejak lama, ia jatuh cinta kepada Bella karena mereka juga memiliki latar belakang yang sama di mana mereka sama-sama tidak memiliki orang tua. Bedanya Bella adalah anak dari panti asuhan. Sedangkan Mike memiliki keluarga yang sangat kaya raya. Bella pun awalnya adalah pegawai di perusahaan Mike. Ia menyukai cara berfikir Bella yang pintar, selain itu sifat mandiri, baik hati dan juga tegar, membuat Mike merasa kagum kepadanya.
Setelah tepat 10 hari, kondisi luka Mike semakin pulih, kaki kanannya masih setia menggunakan gips begitu juga tangan kanannya. Penyangga lehernya sudah dilepas namun tulang rusuknya yang retak masih sakit. Bahu kanannya patah, membuatnya perlu melakukan operasi sekali lagi saat kondisi Mike sudah lebih baik. Cedera di kepalanya dan luka-luka lainnya sudah mulai mengering. Meski kondisi fisiknya dapat dikatakan meningkat tapi tidak dengan mental Mike. Mike menjadi semakin dingin dan sangat jarang berbicara, ditambah wajah Mike yang memang sudah terkesan dingin membuat siapa pun yang melihatnya akan memiliki perasaan tidak nyaman.
Tubuhnya yang dahulu terlihat sangat fit menjadi kurus. Hal tersebut membuat sahabat-sahabat Mike khawatir. Ia seperti mayat hidup, Mike makan saat diminta tapi tidak banyak, harus ada yang mengingatkan Mike dan merawatnya langsung.
Suatu hari seseorang yang menerima donor sang istri ingin menemui Mike dan berterimakasih.
Mike tentu saja ingin menemui nya, tapi di satu sisi ia takut, ia belum siap. Melihat orang tersebut berarti mengakui bahwa istrinya memang sudah meninggalkannya. Menghiraukan rasa takutnya, Mike memutuskan menemui nya. Karena Mike yang belum bisa meninggalkan tempat tidur, orang tersebut yang masuk ke kamar Mike. Mike memperhatikan orang tersebut dengan saksama, seorang pemuda yang tinggi, mungkin 7 cm di bawah Mike yang memiliki tinggi 190cm. 22? 21? Mike menebak usianya. Pemuda itu terlihat masih muda dan juga kurus, kulitnya berwarna putih pucat, wajahnya tampan dan manis, dengan mata besar berwarna coklat gelap seperti warna rambutnya, hidungnya tinggi degan garis wajah yang tegas dan lembut di saat yang bersamaan. Mata besarnya menatap Mike dengan pandangan yang sulit diartikan, belum sempat Mike mengatakan sesuatu pemuda tersebut meraih tangan Mike dan menggenggam erat lalu menangis mengucapkan terima kasih berkali-kali.
Mike tanpa sadar meneteskan air mata ikut menangis, ia tidak mengatakan apa-apa. Ia jujur tidak rela jantung sang istri diambil dan di donor kan, bukan bermaksud jahat, tapi bagi Mike, ia ingin istrinya pergi dengan keadaan utuh. Jangan berbicara tentang surga dan neraka, karena Mike adalah seorang Ateis, yang tidak percaya dengan Tuhan. Lama menangis, akhirnya pemuda tersebut mulai berbicara, meski dengan kesulitan.
Memperkenalkan dirinya bernama Sean Wang. Sean mengatakan bagaimana ia sangat bersyukur diberi kesempatan untuk hidup. Dan bagaimana ia akan menggunakan kesempatan keduanya dan hidup lebih baik. Sean juga bercerita jika ia sudah sejak kecil memiliki kelainan jantung, ini bukan operasi jantung pertamanya, namun ini adalah pertama kali ia mendapatkan donor yang cocok dengannya. Mike tidak berbicara dan hanya diam, sedangkan Rob yang setia duduk di sofa mendengarkan Sean sembari tetap memperhatikannya. Ia sadar jelas bahwa Sean adalah seorang berdarah campuran. Dan sejak ia bertemu dengan Sean Wang, ia juga merasa Sean adalah orang yang baik, sopan dan tau berterima kasih.
Sebenarnya Sean sudah ingin menemui Mike saat dirinya sudah bisa bangkit dari kasur, meski masih setia menggunakan tongkat pembantu. tapi Sean takut Mike membenci nya. Sean bolak-balik di luar kamar Mike selama 3 hari, kadang memperhatikan Mike dari kaca kecil yang berada di pintu. sampai akhirnya Robert memergoki nya.
Mike hanya diam, namun matanya masih menatap lekat d**a Sean yang tertutupi pakaian. Robert tetap diam di sudut ruangan, air matanya menetes melihat kondisi sahabatnya yang seperti ini, bagaimana pun mereka telah bersahabat sejak sekolah dasar. Sadar pandangan Mike pada dadanya, ia tersenyum getir. Sean sangat tau apa yang terjadi setelah bertanya pada dokter yang menanganinya. Tentu saja sebagai seorang suami hal seperti ini sangat berat. Jika Sean ada di posisi Mike, ia juga pasti akan stress, sedih, kecewa, marah dan bahkan depresi. Istrinya meninggal saat bersamanya, ia koma lalu saat bangun yang ia tahu adalah istrinya yang meninggal tanpa jantung lagi, karena telah di donor kan.
Sean mendekati tangan kiri Mike yang memang tanpa gips, perlahan mengangkat dan meletakkannya pada dadanya. Tangan Mike bergetar seperti takut jika ia menyentuhnya, maka detak itu akan hilang.
“apa kau ingin melihatnya?” Sean bertanya
Mike terdiam sejenak, lalu matanya menatap Sean dan mengangguk dengan bulir air mata yang masih di sana. Sean perlahan membuka kancing bajunya menunjukan perban yang ditempel perekat putih khas pasien rumah sakit di sana. Mike membawa tangannya secara perlahan. Jarinya ia bawa pelan dari atas perban sampai bawah perban. Tak kuasa mengingat semua kenangan istrinya yang masuk ke ingatannya, serta fakta sang istri tercinta telah meninggal, Mike menangis keras, terdengar sangat pilu dan penuh penderitaan. Bahkan siapa pun yang mendengar akan merasa iba.
Sean merasa tubuhnya bergerak sendiri memeluk pelan Mike yang menangis. Perlahan Mike memeluk Sean erat dengan kepala yang menempel pada d**a Sean. Ia seperti mendengarkan debaran jantung sang istri yang begitu menenangkan.Sean juga menangis, ia mengucapkan kata maaf beberapa kali, tangannya juga bergerak mengelus kepala Mike tanpa ia sadari.
Dan tanpa mereka sadari juga, takdir baru menanti mereka.