No bukan orang kaya, maksudnya orang yang memiliki uang berlebih hingga bingung untuk menghabiskannya, No hanya Mahasiswa yang sedang magang di pertambangan batu, orang tuanya memiliki lahan pertanian yang tidak begitu luas tapi untuk No dan keluarganya itu sudah bagus karna dari sanalah mereka mendapatkan uang setiap bulannya.
Tidak ada yang aneh dalam hidup No kecuali bentuk wajah dan tubuh No yang seperti wanita, bahkan Ibu No bilang jika ia melahirkan anak perempuan saat ia melahirkan No. No juga kerap di panggil Whait karna kulitnya yang putih.
"Nona bisakah kau berjalan lebih cepat?!" ucap tegas seorang yang berjalan di depan No.
"Iya maaf, aku akan berjalan lebih cepat," ucap No terpaksa.
Apa dia tidak melihat jika kaki ku lebih pendek?! Bagai mana bisa dia menyuruhku untuk berjalan cepat, apa dia pikir aku ini burung unta?!
Saat No menggerutu dalam hatinya sehingga ia tidak memperhatikan orang di depannya yang berhenti berjalan memdadak, hingga No menabrak punggung kokoh itu.
"Berjalan dengan benar Nona!"
"Baik maafkan aku," ucap No kesal mengucap jidatnya sakit.
Tadi dia bilang agar aku berjalan dengan cepat sekarang dengan benar, apa dia berubah menjadi pelupa atau menjadi kake?!
"Hi, No apa kelelahan?!" tanya Jo.
"Hallo, tidak ini hanya karna mataharinya bersinar sangat terang," ujar No pada Jo. Jo adalah kepala bagai gudang handak atau peledakan.
Untuk No Jonatan adalah pria idaman. Ia selalu menanyakan kabarnya atau hanya sekedar menyapa. Oh...apa kalian belum tau? No itu seorang Gay setidaknya itu yang No yakini. Dan No bukan pria yang suka mengejar seorang yang stright No tidak kuat dengan jenis perjuanagan seperti itu.
"Ohh...jika begitu kau salah tempat, datang saja ke mall jika begitu, aku dapat membantumu mengundurkan diri. Bagai mana?!" tanya Zip sakratis.
Zip adalah pengawas yang membimbing No selama 3 bulan yang akan datang. Jabatan Zip adalah sebagai kepala bagain penjualan ia mengawasi seluruh penjualan bahkan produksi.
"Kenapa kau sangat kejam Zip?!" protes Jo yang tidak di pedulikan oleh Zip karna pria itu memilih pergi ke ruangannya.
"Aku akan sesak napas jika terus berada di sampingnya," keluh No "pria itu terlalu banyak memerintah!"
"Nanti kau akan terbiasa" ucap Jo berniat menghibur No.
"Yang benar saja! Kau mengejek ku yah?" ucap No kesal.
Jo malah tertawa dan mengusap rambut No yang menunduk lesuh.
"Sebaiknya kau susul dia atau dia benar-benar akan mengeluarkan mu, ini sudah satu bulan bukan hanya tinggal dua bulan lagi atau kau ingin mengulangnya dari awal?!"
No menggeleng kuat, keduanya ide yang buruk tapi pilihan pertama lebih baik.