"Ayo bersiap, aku tidak ingin melewatkan satu menit pun untuk berjoget nanti, malam ini akan sangat menyenangkan bagi kita berdua"
"Ya aku pun berpikir demikian, ayo berpesta sampai pagi"
"Carmen malam ini kamu harus terlihat imut dan seksi, pria dewasa suka tipe seperti itu"
"Vanessa selain cerewet kamu juga ahli ya dalam menilai pria, apa kamu sudah punya kekasih? kamu single sepertiku jadi jangan menasihati ku"
"aku banyak membaca tentang hal itu, aku pastikan akan melepaskan masa lajangku di London, dan aku akan memamerkan dia padamu dan membuat kamu iri"
"hahaha Baiklah, aku tunggu pria London mu"
"aku akan memakai dress hitam ini"
"Carmen kita mau berpesta bukan mau berduka, ayolah pilihlah dress yang cantik"
"ya sudah aku akan mengenakan dress merah ini"
"nah begitu dong!, aku akan memakai dress putih ini"
Bukankah wanita adalah makhluk yang paling ribet dan tidak praktis?
Entah kenapa pesta hari ini terasa lebih spesial dan berbeda, tidak seperti biasanya Carmen dan Vanessa senantusias ini.
"Vanessa siapa yang akan mengantar kita ke klub?"
"tentu saja supirku, dia akan menunggu sampai pestanya selesai"
"kamu yakin dia akan menunggu kita? bukankah itu sangat melelahkan, lagi pula kita akan mengabiskan sepanjang malam disana"
"Baiklah dia akan mengantar lalu menjemput, bagaimana setuju?"
"iya itu lebih baik, ayo berangkat"
Pukul sepuluh malam dua sahabat itu sampai di salah satu klub malam paling terkenal yang ada di kota seni, malam minggu adalah malam yang paling menyenangkan bagi kaum muda, hampir semua orang dari berbagai kalangan berpesta disana, dan tentu saja Carmen dan Vanessa salah satunya, kebiasaan berpesta ini membuat kedua sahabat ini tidak tertarik untuk mempunyai pasangan serius, pasalnya kedua sahabat ini mencintai kebebasan dan berjanji untuk menikmati masa muda hingga mereka bosan dan bertobat.
"Carmen ayo turun kita sudah sampai, jangan lupa tas mu"
"wah ini luar biasa, ayo ke dalam"
"permisi nona bisakah kami memeriksa tas anda?"
"Carmen berikan tas mu, sekalian punyaku"
"ini Pak, kami tidak membawa sesuatu yang tidak berbahaya "
"Baiklah nona silahkan masuk, tapi apakah anda sudah melakukan reservasi untuk malam ini?"
"ya betul atas nama Vanessa Liberman"
"Baik silahkan masuk dan nikmati pesta anda"
Dua sahabat itu berjalan menuju meja yang ada disudut restoran dengan anggun dan percaya diri, percaya atau tidak club yang didatangi kali ini jauh lebih meriah.
"Permisi kami ingim memesan minuman, berikan kami dua mocktail dan satu pizza ukuran besar, dan air mineral, terima kasih"
"Baik nona mohon tunggu sebentar, pesanan anda akan kami proses"
"ah satu lagi, hari ini ada konser atau semacamnya kah? klub ini sangat ramai dari biasanya"
"ya betul hari ini ada konser dari Rosa Rain, artis pendatang baru yang sangat terkenal, dia akan tampil satu jam lagi, anda bisa bergabung tidak ada biaya tambahan untuk pengunjung regular"
"ah benarkah, wah ini akan menjadi malam yang menakjubkan, terima kasih atas informasinya"
"Carmen malam ini adalah yang terbaik, kita harus bersenang-senang"
"ya tentu saja dan setelah itu aku tidak akan pergi ke klub manapun selama satu bulan karena kamu tidak ada disini, aku iri padamu"
"ayolah hanya satu bulan, dan aku akan menelpon mu setiap hari, aku akan mengajakmu berkeliling London lewat video call, bagaimana?
"hmm Baiklah, aku mau ke toilet sebentar"
"pergilah aku akan menunggu"
Antria di toilet wanita sangat panjang, ada kerumunan yang manarik perhatian Carmen, ya ada seorang wanita muda yang ingin menggunakan toilet itu sendirian, dia tidak ingin orang lain mengantri didalam, dia ingin mereka mengantri di luar, dua bodyguard menunggu didepan toilet dengan wajah serius.
"permisi saya ingin menggunakan toiletnya"
"maaf nona, bisa tunggu sebentar lagi, nona kami sedang berada di dalam"
"tapi masih ada toilet kosong, apakah nona mu menggunakan semua toilet?"
"maaf nona, ini permintaan bos kami, mohon maaf atas ketidaknyamanan anda"
"siapa nona kalian, ini sangat konyol dia bukan pemilik klub ini kan?"
"nona kami adalah..."
Tiba-tiba muncul seorang wanita muda yang sangat cantik namun cukup judes, dengan wajah kesal memerintahkan dua pengawalnya untuk mengikuti dia ke ruang VVIP.
"wanita cantik yang arogan, dia pikir siapa dia?"
"apakah kamu tidak tahu bahwa dia adalah Rosa Rain" gadis lain menimpali
"oh okay, tapi sikapnya tidak sopan"
"dia seorang artis muda dan terkenal jadi ku pikir dia menggunakan pamornya untuk mendapatkan apa yang dia mau"
"aku tidak peduli" timpal Carmen dengan wajah cemberut.
Dia pikir dengan kecantikan dan ketenarannya dia bisa seenaknya? Ini konyol dan gila. Kenapa orang-orang tidak protes, Carmen tidak begitu bersemangat untuk menonton konser itu lagi karena dia sudah mengetahui karakter asli dari sang artis, sikap yang tidak patut untuk ditiru, artis yang suka pencitraan.
Carmen berjalan ke bar dan memesan satu gelas koktail beralkohol tinggi dan meminumnya satu kali teguk, ah rasanya luar biasa, satu gelas, dua gelas, tiga gelas, empat gelas, ya Carmen merasa pusing dan berjalan sembarang arah lalu bertabrakan dengan seorang pria muda nan mempesona, mata mereka beradu pandang dan cup, satu ciuman mendarat dengan sukses dibibir pria itu, aduh sialan apa yang sudah aku lakukan.
Carmen berlari ke arah meja dimana Vanessa menunggunya dengan cemas.
"hei darimana saja kau, kamu pergi ke toilet atau pergi shopping di mall, kenapa lama sekali, aku khawatir kamu pun tidak menjawab panggilan ku"
"maaf aku tersesat, dan membuat masalah kecil dengan tamu yang lain"
"tunggu kau bau alkohol, kamu gila! kenapa kamu minum sendirian di bar, dasar menyebalkan"
" maaf aku hanya kesal saja dengan artis pujaanmu, dia arogan sekali, rasanya aku ingin menjewer telinganya"
"maksudmu, kamu bertemu dengan Rosa Rain di toilet?"
"iya, dia menggunakan satu ruangan dan melarang orang lain untuk masuk ke toilet yang lain, katanya demi privasinya"
"ah memang menyebalkan, tapi aku akan tetap menonton konsernya, lihat kearah jam enam, ada pria tampan yang memperhatikan mu"
"ah sial itu pria yang aku cium tadi"
"kamu mencium seorang pria? kamu tidak bercanda? bagaimana bisa Carmen?"
"aku sedikit pusing, tubuh dan otakku tidak singkron"
"Ah alasan saja kamu, sekarang kamu harus bertanggung jawab"
"bertanggung jawab? untuk apa?"
"pria itu terus memandangmu, aku pikir dia menyukai mu, malam ini akan terjadi banyak hal, pastikan kau bawa pengaman"
"apa maksudmu? aku masih perawan, aku hanya menciumnya saja, aku akan minta maaf padanya"
"jangan konyol kamu, dekati dia dan berbicaralah"