Aksara memuat novel & drama bertema dewasa (romansa, kekerasan). Dengan lanjut, kamu menyatakan berusia 17 tahun atau lebih.

oleh Oldyn Baba
"Ethereal " "Heiii gadis bodoh apa yang kau lakukan!!!!?Perhatikan jalan mu!" Carmen harus ngerem mendadak ketika di lampu merah persimpangan jalan karena terburuh-buruh, sungguh sial Carmen telah menabrak salah satu mobil mewah yang pernah ada di kota itu, suara tabrakan itu cukup menarik perhatian, para pengemudi menatap Carmen dengan iba, gadis malang yang ceroboh. Dengan gemetar Carmen merogoh saku jaketnya dan melemparkan kartu namanya kedalam mobil itu "silahkan telfon aku untuk ganti ruginya, aku sedang terburu-buru!" Lampu merah berganti menjadi hijau dan semua kendaraan bergerak dengan serentak menuju berbagai arah, begitupun Carmen dan mobil mewah itu. Sesampai di tempat les Carmen merasa cukup tenang untuk memulai kelasnya, gadis kecil bermata biru itu telah menantinya dengan riang, sejak kelas hari pertama gadis kecil itu telah jatuh hati pada Carmen, guru muda yang sangat pandai dan menawan dalam kesederhanaan. "Ayo kita belajar!, hari ini kita akan mewarnai kartun favoritmu, lalu aku akan berdongeng, kamu boleh memilih apapun judulnya" Dengan semangat Ami mewarnai karena bagian favoritnya adalah dongeng tentang unicorn.Waktu belajar sangatlah serius, keheningan sungguh terasa di villa kecil dengan 4 orang penghuni ini, villa yang sederhana namun begitu rapih tertata, dalam benak Carmen di masa depan akan sangat menyenangkan memiliki villa sederhana seperti ini. "Ms.Carmen aku sudah selesai, ayo ceritakan dongeng sekarang, aku ingin cerita tentang unicorn dan pelangi" "Baiklah gadis kecil, Pada jaman dahulu..." "Ms.Ayo ceritakan lagi, kali ini tentang putri duyung" "Oke, tapi ini yang terakhir ya, aku harus pulang, ada beberapa hal yang harus aku selesaikan di rumah dan besok kita akan bertemu lagi" "Baiklah Ms.Carmen" Kelas telah selesai namun selama dua jam itu Carmen tidak mendapatkan panggilan sama sekali dari nomor baru, perasaannya sedikit legah tapi cukup menegangkan karena yang Carmen tahu mobil itu sangat mahal bahkan harganya mencapai miliaran rupiah, tabungan Carmen akan habis sia-sia karena insiden lampu merah tadi sore, dengan lemas Carmen pulang ke mini apartmentnya. Disatu sisi mobil mewah itu berhenti tepat didepan sebuah hotel mewah dengan desain klasik yang sungguh menawan, lelaki berparas rupawan itu turun dari mobil mewahnya dengan wajah cemberut, membuat gadis muda yang katanya adalah kekasihnya bertanya-tanya apa yang terjadi pada lelaki pujaannya "Apa yang terjadi? Tidak biasanya wajahmu cemberut begitu, tersenyumlah semua kamera tertuju padamu!" "Jangan memaksaku untuk tersenyum walau hanya sesaat, setelah acara ini selesai aku ingin langsung pulang ke Villa" "Ayolah aku butuh ini apa kata orang, acara ini sangatlah penting untukku, aku mau besok semua tentang kita akan menjadi viral di berbagai media" Wanita rupawan nan menawan ini sangat menarik untuk dipandang, wajahnya indah bagai rembulan. Dia sangat cocok bersanding dengan Tuan muda yang saat ini berdiri disampingnya dengan raut wajah serius.Mereka masuk ke gedung nan megah itu sambil bergandengan tangan, Rosa begelayut manja pada lengan Tuan muda sambil menebar pesona pada hadirin yang hadir, Tuan muda menjadi tamu terhormat karena acara ini untuk penggalangan dana bagi anak-anak di pelosok negeri yang kekurangan gizi dan pendidikan, Rosa mengambil kesempatan ini untuk menaikkan pamornya sebagai artis muda yang rendah hati. "Hadirin yang saya hormati mari kita sambut Tuan muda Hanson dengan tepukan tangan yang meriah, pada kesempatan ini Tuan Hanson akan perpidato, kepada Tuan Hanson waktu dan tempat kami persilahkan" Tepukan tangan tamu udangan dan donatur begitu riuh, Rosa menggandeng tangan Tuan Hanson dan ikut naik ke podium bagai parasit yang menempel tak mau lepas. Acara yang melelahkan itu selesai Tuan Hanson mengkode asistennya untuk menyiapkan mobil karena dia sangat muak dengan media maupun Rosa yang dari tadi terus mengikutinya. "Tuan Hanson mengapa hari ini Anda tidak bersemangat untuk acara penggalangan dana ini?" "Tuan apakah anda tidak berniat untuk hadir di acara amal ini?" "Tuan apakah Rosa Rain sudah sah menjadi kekasih Anda?" "Tuan Hanson apakah Anda tidak sehat untuk menghadiri acara amal ini?" Berbagai pertanyaan datang bertubi-tubi dari beberapa wartawan yang dari tadi mengamati Tuan Hanson Johannes yang tidak bersemangat untuk acara amal kali ini. Rosa begitu antusias menjawab pertanyaan wartawan. "Ya kami sudah resmi pacaran, makanya hari ini Hanson Johannes Tuan muda dari perusahaan A memintaku secara langsung untuk hadir bersama di acara ini, dan saya pikir Hanson sedang tidak enak badan makanya dia tidak bersemangat, jangan khawatir saya sebagai kekasihnya akan merawatnya" Rosa adalah wanita muda yang sangat narsis, dia akan mengarang apapun untuk menarik perhatian media, dan dia pikir hasil wawancara malam ini akan menjadi berita hangat besok pagi, dan tentu saja banyak saingannya akan mundur untuk mendapatkan Hanson Johannes.ic_default
Karena kamu suka Romansa, mungkin kamu suka ini juga:
Romansa