Menyebalkan bukan pagi yang cerah ini harus berakhir dengan drama dua wanita muda dan Tuan Muda yang tegas.
"ini semua salahmu, kau menghancurkan rencana sarapan pagiku dengan Hanson, dasar wanita bodoh"
"kenapa kau terus mengata-ngataiku? apakah ada yang salah dariku?, Jika bukan karena kecelakaan itu aku pun tidak akan mengenal Tuan muda mu yang menyebalkan itu, Anda paham anak manja"
"ah rupanya kau orangnya, orang yang membuat mood Hanson buruk saat acara amal tempo hari, kehadiranmu sungguh membawa sial"
"Rosa Rain, aku tidak peduli Anda terkenal, kaya dan cantik tapi satu hal yang kamu harus tau bahwa kamu adalah pribadi yang sangat menyebalkan
" diam kau dan jangan katakan apapun lagi, dan jangan coba-coba temui Hanson lagi"
Perdebatan yang akan membuat Rosa Rain dan Carmen Juan menjadi rival sejati. Karena acara sarapan yang gagal Rosa memilih untuk lanjut ke lokasi shooting video klip barunya dan Carmen langsung menuju tempat kerja.
"Halo Vanessa ayo bertemu ditempat kerja, aku baik-baik saja aku ingin membicarakan banyak hal kepadamu, kamu pasti kaget siapa yang telah kembali dari luar negeri"
"ok, ayo bertemu" panggilan berakhir dan Carmen melaju dengan sepeda motor miliknya menuju sekolah tempat dia bekerja.
***
"Tuan Muda, kendaraan Anda sudah siap ayo berangkat"
"Baiklah, apa agenda utama untuk hari ini?"
"ah ya, hari ini ada pertemuan dengan Tuan Muda Ferdinand Adam, putra Tuan Ruben Adam dari perusahaan B di gedung Amal Mulia pukul sembilan pagi ini"
"Baiklah, terima kasih banyak Carlo Rafael, Kamu memang yang terbaik"
Hanson dan Carlo adalah dua sahabat yang sudah lama saling mengenal bahkan waktu masih dirahim ibu mereka masing-masing mereka tidak dapat dipisahkan, segala keluh kesah yang mereka hadapi akan manjadi lebih ringan saat mereka bersama, mereka lebih romantis dari pasangan kekasih dan Carlo tahu bahwa Hanson tidak pernah berpacaran hingga saat ini dimana Hanson sudah berusia 25 tahun, miris bukan. Padahal banyak wanita yang ingin menjadi kekasihnya tapi dia tolak dengan sangat lantang namun saat ini dia sudah tau siapa yang akan menjadi kekasih bahkan istrinya.
"Tuan, kita sudah sampai, silahkan turun meetingnya akan segera dimulai"
"Baiklah, terimakasih"
Tuan Hanson turun dari mobil dengan gagah lampu blitz camera bagai petir mini yang menyambar wajah Hanson, berbagai pertanyaan tak digubrisnya sama sekali, karena awak media selalu bertanya soal hubungannya dengan Rosa Rain maupun kehidupan pribadinya, menyebalkan bukan?. Didepan pintu masuk Tuan Ferdinand Adam tidak kalah tampan, menyambut Hanson dengan senyuman ramah penuh arti, kerjasama kali ini akan membangun citra perusahaan mereka dimata dunia lewat acara amal yang berlangsung saat ini.
"selamat datang Tuan Hanson, senang bertemu dengan Anda" Ferdinand menyapa dengan senyum yang menawan
"senang bertemu dengan Anda juga Tuan Ferdinand, semoga ini awal yang baik untuk perusahaan kita"
Pertemuan ini kurang lebih akan membahas tentang anggaran amal yang akan disubsidikan ke berbagai pelosok negeri di kota seni maupun diluar kota seni. Pertemuan yang menghabiskan waktu dua jam ini menjadi momen yang berharga untuk perusahaan A dan perusahaan B.
"karena ini pertemuan pertama kita, ayo makan siang bersama untuk mempererat bersabatan perusahaan kita" Ferdinand mengajak dengan sopan.
"tentu, terimakasih"
Meeting dan makan siang, dua hal yang berbeda namun dapat menyatukan dua pribadi yang berbeda, Hanson dengan karakter misterius dan irit bicara sedangkan Ferdinand dengan karakter yang cool dan talkative.
"Pak Hanson, kalau sedang libur apa yang Anda lakukan?"
"ah biasanya saya bermain sepak bola dan golf di Mulia hills"
"wah Anda luar biasa, boleh saya bergabung jika Anda punya waktu luang?"
"ya tentu saja, itu akan sangat menyenangkan, namun kamu tahu bahwa kita butuh penyemangat bukan?"
"ya tentu, ayo tentukan jadwalnya"
Berbicara formal seperti ini memang dibutuhkan saat pertemuan dengan beberapa orang penting, tapi dua pribadi yang bicara saat ini umur mereka masih muda, seketika Carlo berdehem membuat dua tuan muda itu sama-sama menoleh kearah Carlo penuh tanda tanya
"Carlo, kamu butuh sesuatu?"
"ah Tuan silahkan lihat kearah depan Anda bukankah itu Rosa Rain?" Hanson melihat dengan seksama dan dahinya berkerut kira-kira apa yang dilakukan Rosa Rain disini?
"biarkan saja dia, mungkin dia sedang shooting"
"Baiklah Tuan" Ferdinand terlihat cukup penasaran, sikapnya dibaca oleh Hanson.
"ah kami membicarakan gadis muda yang nyentrik itu, dia juga bagian dari kegiatan amal ini, lebih tepatnya orang tuanya, Perusahaan R"
"oh ya, saya ingat dia adalah putri dari Tuan Toni Rain, dia memiliki putri yang sangat cantik"
"ya begitulah, kedepannya kita akan mengadakan rapat final untuk menentukan siapa yang akan berkunjung ke kota lain untuk acara amalnya, dan kita butuh sukarelawan, seseorang yang energik dan pandai mendekati anak-anak disekolah nanti"
"saya pikir saya tau siapa yang akan menjadi sukarelawan, serahkan semuanya pada saya, kalau boleh tau berapa orang"
"cukup dua orang saja dan alangkah lebih baik wanita"
"Baiklah, akan saya kabari nanti"
Makan siang telah selesai, suasana tampak lebih santai, tapi dua tuan muda tersebut harus melanjutkan hari mereka, disisi lain Carmen bercerita banyak hal terutama tentang Ferdinand yang baru kembali dari Jerman setelah sekian tahun, bukankah ajaib, cinta lama bersemi kembali atau menata ulang cinta yang sempat padam karena waktu?
"tapi, kamu yakin masih mencintai Ferdinand? dia meninggalkan kamu untuk belajar di Jerman dan selama bertahun-tahun dia tidak mengabarimu lalu saat dia kembali kamu dengan polos menerima dia kembali?"
"apa maksudmu, aku masih menginginkannya, dia sangat manis dan perhatian"
"Carmen aku jadi ragu ingin berlibur ke London karena sikapmu ini, kamu yakin Ferdinand masih mencintaimu?"
"Vanessa aku menyayangimu sebagai sahabat tapi biarkan aku bahagia dengan pilihanku"
"baiklah, aku bahagia jika kamu bahagia" Handphone Carmen berdering, panggilan masuk dari Ferdinand.
" Halo Ferdinand, kamu apa kabar? aku sedang istirahat dengan Vanessa di dekat cafe tempatku bekerja, kamu butuh sesuatu?, oh kamu ingin kesini? Baiklah sampai nanti!" Carmen menutup panggilan dari Ferdinand dan melanjutkan obrolannya denga Vanessa.
"Ferdinand akan datang, dia bilang dia akan berbicara sesuatu yang serius"
"hmmm Baiklah, aku mau pesan makanan, dari tadi kamu terus mengoceh aku jadi lapar"
"Vanessa kamu menyebalkan, aku juga ingin pesan, tapi yang pedas"
"Baiklah, untuk mencintai seseorang kamu harus kenyang biar logis pikiranmu"
"ada-ada saja kamu, oya! bukankah besok kamu akan berangkat ke London, apakah kamu sudah berkemas?"
"hmm belum, aku butuh bantuan, sore ini bisa bantu aku? please "