Aku mendapatkan panggilan telfon pagi buta, entah siapa yang begitu menyebalkan sepagi ini sudah mengganggu tidurku yang syahdu.
"Halo selamat pagi, ada yang bisa aku bantu?"
"Halo, apa betul ini dengan Scarletta Maria?"
"iya, dengan saya sendiri, bagaimana?"
"selamat Anda diterima kerja di restoran kami, selamat bergabung, dan pada pukul 9:00 silahkan datang untuk pengenalan dan pembagian tugas"
"oh benarkah? terima kasih banyak Bu, atas informasinya, sampai ketemu di restoran!"
ahhhh aku bahagia sekali, akhirnya aku tidak lagi menjadi beban keluarga, mama pasti sangat senang mendengar berita ini. Aku tidak menyangka bahwa semudah itu aku mendapatkan pekerjaan, padahal aku belum punya pengalaman kerja, hanya bermodalkan niat saja.
Pukul 7:00 aku bangun, sial baju kaos putih milik Peter belum aku cuci, padahal aku berjanji pagi ini akan aku kembalikan, apakah dia akan kesal padaku? Jika aku cuci sekarang pasti tidak akan kering, aku juga belum membeli pemutih pakaian. Aku panik, sial kenapa kemarin aku berjanji seperti itu? sedangkan jam 9:00 aku harus pergi ke tempat kerja, semoga hari ini dia tidak datang ke restoran, akan sangat tidak nyaman kalau dia ada disana.
Aku bergegas mandi, siap-siap dan sarapan sambil menceritakan perihal aku bertemu Peter, orang yang menolongku saat aku kecelakaan satu Minggu lalu, juga tentang pekerjaan baruku di restoran mewah kepada mama. Mama begitu antusias, aku yakin pasti mama bangga padaku karena satu beban keluarga berkurang, apalagi penghasilanku di restoran bisa membantu mama dalam kebutuhan sehari-hari.
Pukul 8:20 aku berangkat dari rumah, aku senang juga was-was kalau Peter sudah menungguku di restoran menagih baju yang aku belum cuci padahal aku berjanji pagi ini akan aku kembalikan.
"Halo selamat pagi, aku ingin melihat jadwal kerja dan pembagian tugas"
"Oh Hi, Scar, mari silahkan duduk, tunggu sebentar aku akan mengambil jadwal yang sudah di print"
"baiklah, terima kasih"
Aku melihat sekeliling restoran, tidak ada tanda-tanda kehadiran Peter, aku merasa sedikit lega. Setidaknya aku aman untuk hari ini.
"Nona Scar, ini jadwal kerja Anda, silahkan di baca, dan oh Bos Besar ingin bertemu dengan Anda di ruang kerjanya, mari silahkan lewat sini"
"Bos Besar? maksud Anda?"
Aku hanya karyawan baru tapi kenapa aku harus bertemu Bos? apa semua karyawan baru bertemu Bos untuk pertama kalinya?
Aku berjalan mengikuti Bu Harlina, aku deg-degan juga penasaran siapa Bos Besar dari restoran mewah ini, aku seperti akan bertemu dengan bos mafia. ah sudahlah aku terlalu negatif.
Bu Harlina mengetuk pintu Bos, lalu menyuruhku masuk, aku pikir Bu Harlina akan masuk bersamaku, ternyata tidak...
"Permisi, selamat pagi!"
"Selamat pagi, gadis kecil!"
mataku terbelalak melihat siapa sosok tinggi besar yang menjawab Sapaan ku, aku kenal suara ini juga panggilan 'gadis kecil' yang dia berikan padaku. Peter? bos ku adalah Peter Smith?
"Anda adalah pemilik restoran ini? terima kasih karena sudah memperkerjakan aku di restoran milikmu, aku akan berkerja dengan giat"
"hmm aku tertarik mendengar tekad mu gadis kecil, semoga kamu betah bekerja disini"
"aku berjanji akan bekerja keras, mohon bantuannya"
aku berkata dengan yakin akan tekadku yang kuat, aku akan bekerja dengan giat. aku juga ingin berterima kasih pada Peter atas bantuannya satu Minggu lalu.
"Ngomong-ngomong mana baju kaos putih yang kamu janjikan pada ku kemarin gadis kecil? apakah kamu sudah membawanya?"
"ahh itu dia Bos, aku minta maaf aku belum sempat mencucinya, kemarin sepulang ku dari restoran aku sedikit sibuk di luar jadi aku tidak punya cukup waktu untuk merendam bajumu"
"tapi kamu sudah berjanji bukan? janji tidak boleh diingkari"
ahh sial, aku merasa bersalah, aku memang berjanji bahwa hari ini akan mengembalikannya.
"Bos, bisakah beri aku satu kesempatan? selesai bekerja aku akan mencuci pakaiannya, lalu mengembalikannya padamu, beri aku waktu sampai jam 22:00. aku akan mengantarnya ke alamat rumah mu"
"Aku tidak memberi alamat rumah ku pada siapapun, tapi aku akan memberikannya padamu, aku menunggu sampai pukul 22:00"
aku merasa lega karena aku diberikan kesempatan kedua, ini semua soal tanggung jawab.