Mobil mewah berhenti tepat di depan rumahku. Siapa yang akan menyangka bahwa bos ku sendiri yang mengantar aku pulang. Ku lepas sabuk pengamanku, berterima kasih dengan sopan dan membuka pintu mobil dengan pelan. Dengan cepat Peter mencegat tanganku, aku terbelalak melihat tingkahnya yang semakin liar. Di kecupnya keningku dengan lembut tanpa sepatah kata pun.
aku turun tanpa pamit, mengusap kening bekas ciumannya sambil berlari masuk ke kamar tanpa menyapa mama yang asyik menonton televisi di ruang keluarga.
Apakah dia sudah gila? apakah orang mabuk bertingkah seenaknya begitu? aku tidak kuasa menahan sesak di dadaku, malam ini dia mencium ku dua kali tanpa maksud yang jelas.
aku pernah membaca novel roman bahwa ketika seseorang mencium kita di kening tandanya dia sayang sama kita. lantas yang dilakukan bos ku malam ini adalah tanda kasih sayangnya untukku?
kenapa dia sayang padaku? apakah aku berbeda atau dia hanya ingin main-main denganku? Berarti ini bukan cinta.
"Scar!, sudah pulang kamu?, kok nggak salam sama? langsung masuk kamar aja, motor kamu mana kok nggak ada di teras?"
"eh iya mam, Scar udah pulang, tadi nggak nyapa mama karena mama lagi asyik nonton, takut mengganggu"
"alasan aja kamu ya, mama tanya mana motor kamu?"
"oh itu, ada di rumah Bos Peter, tadi pulang aku diantar sama bos, karena katanya udah larut"
"Kok mama nggak di kasih tau Kalau kamu diantar sama bos?, kan mama penasaran pengen lihat bos kamu"
"ih mama, nanti aja kalau mama ke tempat kerjaku, baru Scar kenalin. Kalau soal motor nanti pagi-pagi diantar sama sekuriti perumahan bos ku"
"oh ya udah kalo gitu, mama istirahat dulu, sini mama cium keningnya"
"mama mau cium kening? bisa nanti aja nggak mam?"
"loh kenapa?"
"Please ya Mam.
"aneh kamu ini, ya udah kamu tidur yang nyenyak"
aku tidak bisa tidur dengan nyenyak, pikiranku melayang jauh sekali, apa yang barusan telah menjadi? bisakah aku pura-pura saja tidak peduli tentang perlakuan bos ku terhadapku?
ya lebih baik aku cuek saja, toh bos ku malam ini sedang mabuk pasti besok saat bertemu di restoran paling dia juga sudah lupa dengan kejadian semalam ini.
Aku meyakinkan diriku untuk tidak khawatir soal apapun. itu membuatku jauh lebih tenang.
"Scar, bangun!!! kamu nggak masuk kerja hari ini?"
oh Sh*t aku kesiangan, tanpa basa basi aku berlari ke kamar mandi, mandi sekenanya, berpakaian sesimpel mungkin, tanpa makeup, hanya lipstik tipis agar aku tidak pucat. ku lihat pantulan diriku di cermin, sungguh mengenaskan penampilanku kali ini. Siapa yang peduli, daripada aku kehilangan pekerjaan di hari kedua kerja, oh itu tidak bisa terjadi.
Mana motorku?
oh demi apa? motorku belum diantar?
"mama, motor Scar mana? kok nggak ada?"
"lah katanya mau diantar sama sekuriti perumahan bos mu, mama tunggu belum datang, coba telfon bos mu"
"Tapi mam, Scar nggak enak, aduh!"
"kok nggak enak, kalau gitu jalan aja kamu ke tempat kerja"
"ih mam, nggak mungkin dong Scar jalan kaki, ini aja udah telat banget"
"lah siapa suruh kamu bangun kesiangan".
"kok mama nyalahin Scar sih"
"lagian kamunya nggak ada antisipasinya sama sekali"
"Ya udah, Scar pake ojek aja"
Sumpah hari ini hari paling sial buatku. ini semua gara-gara bos pemabuk yang konyol itu.
bagaimana mungkin di hari kedua kerja aku malah telat begini, apa kata teman-temanku di restoran nanti.
Pukul 9:20, oh aku telat 20 menit, apakah aku akan dimarahi manager? atau gajiku akan dipotong?
"hei Scar, kamu baru sampai? santai aja kata bos kamu akan sedikit terlambat karena motormu mogok"
"hi Bu Herlina, motor mogok? oh ya ya benar, motorku mogok jadi aku menitipkannya di bengkel dan lanjut kesini pake ojek"
"tidak apa-apa, gajimu tidak akan di potong, oh tadi bos memintamu ke ruangannya"
"Bos memintaku ke ruangannya?, baik Bu saya segera kesana"
untung saja aku tidak kena marah oleh manager, pasti ini pekerjaan bos ku. senang sekali dia mengerjai orang lain. udah penampilan gembel begini baru disuruh menghadap bos lagi.
aku mengetuk pintu pelan, agar tidak menarik perhatian rekan kerja yang lain.
"Halo, permisi Pak Peter".
"masuk!"
"Bapak memanggil saya?"
"kamu bangun kesiangan kan karena memikirkan kejadian semalam?".
aku tertunduk, rasanya wajahku ingin ku benamkan di lantai, aku pikir bos akan melupakan kejadian semalam karena mabuk, ternyata tidak sama sekali.
"kejadian semalam? tidak pak, aku hanya kecapaian makanya telat bangun"
"kamu sudah sarapan?"
"sudah pak tadi".
"kamu yakin? dengan penampilanmu yang kacau seperti ini kamu tidak mungkin sempat sarapan"
"serius pak, saya sudah sarapan"
"jangan bohong Scarletta Maria!, ayo sarapan bersama"
"Sarapan bersama? tidak pak, terima kasih"
"Scarletta Maria!"
suara Peter meninggi membuatku kaget, antara bingung dan kaku.
kenapa orang ini Sangat tempramen? apakah semua keinginannya harus dituruti?